Gadis Yatim Bermata Dewa

Gadis Yatim Bermata Dewa
Mirip


Acara sudah selesai, semua orang kini merasa iri kepada Shine,dan tuan John pasalnya bahan baku mereka berisi Permata Yellow jade, namun mereka akan lebih iri jika tau bahwa isi batu milik Devan adalah Yellow jade terbesar diantara mereka


Clarissa dan John mendekati Shine, mereka memutuskan untuk berterima kasih secara langsung


"Nona terimakasih karena sudah mengalah pada si tua ini" ucap Tuan John


Shine hanya menganggukan kepalanya sambil menahan diri agar tidak memeluk mereka,sementara Clarissa dia terus menatap Shine, dirinya tersihir karena tatapan mata Shine yang dingin sangat mirip dengan putra sulung nya Ryan Vallery


"Sama sama tuan, anda lebih tua dari saya, jadi saya mengalah saja" ucap Shine


Devan merasa aneh melihat cara Shine berbicara, terhadap orang asing biasanya dia cuek dan dingin bahkan orang sekelas Alex jorgh saja dia berani membentaknya, tapi dihadapan tuan John dan Clarrisa dia sopan dan lemah lembut


"Opa , oma" panggil jessi menghampiri John dan Clarisa


"Hai sayangku, kau begitu cantik dengan gaun ini" ucap Clarisa


Shine menatap datar saja kepada mereka, dia merasa sedikit marah dan iri dengan kasih sayang itu, tapi entah kenapa dia harus marah, dia juga belum tentu adalah anggota keluarga vallery yang dia cari


"Permisi" pamit Shine dengan nada dingin dan ketus


Jesi melirik ke arah Shine, dahinya mengernyit, siapa gadis itu kenapa ada perasaan familiar dalam hatinya


"Tuan jhon merasa aneh, kenapa Shine mirip dengan mendiang putranya, ketika dalam mode serius seperti itu


" Kenapa wajahmu berubah ketika model itu datang, apa kau memiliki hubungan saudara dengan tuan jhon,Shine"? Tanya Devan


"Tidak paman, hari sudah malam , ayo pulang" ucap Shine


Devan tidak bertanya lagi, karena mungkin Shine memang tidak mau bercerita


Saat mereka baru keluar dari gedung tiba tiba mereka di hidangkan suasana yang sangat ricuh, tadi dalam acara tuan jorgh dalam keadaan baik baik saja namun setelah keluar dia dalam keadaan bersimbah dar*h seseorang telah menunggunya dari luar dan men*mbaknya dari jarak jauh


"Kakek "


Sean berlari dan menerobos kedalam kerumunan


Alex pergi untuk mengejar pelaku, Sementara Jane di sudah dalam keadaan pingsan, Max sudah menelpon ambulan namun mereka terjebak macet karena telah terjadi kecelakaan lalu lintas


Shine melihat ada asap yang mulai keluar dari tubuh tuan jorgh, dia dalam keadaan sekarat


Sean berteriak frustasi dia memukuli para penjaga yang menurutnya tidak becus menjaga kakek kesayangan nya


Rudolf dan Waise terus menekan darah yang keluar


Shine pun memutuskan untuk,masuk kedalam kerumunan


"Hentikan tekanan tangan mu, itu akan membuat p3luru nya semakin masuk ke dalam" tegur Shine


"Pinjamkan Aku pis*u" ucap Shine


"Apa yang akan kau lakukan" ucap Sean dingin


"Jika kau ingin tuan Jorgh selamat maka berikan saja" ucap Shine tajam, Sean terkejut melihat sorot mata Shine, tanpa sadar dia langsung memberikan sebuah belati yang sangat tajam


Dia melihat p3lurunya berjalan lambat karena itu Shine akan mencoba untuk mengambilnya


"Bubar kalian, berikan ruang untuk Tuan" ucap Shine


Rudolf dan waise langsung menyuruh mereka untuk bubar, sementara tuan John, clarisa dan jesi melihat dengan penuh ketegangan


"Apa yang kau lakukan, kau ingin memb*nuh tuan Jorgh ya" bentak Jesi


Shine tidak perduli dia terus saja melakukan pertolongan pertama,denyut nadi tuan Jorgh sudah semakin lemah


"Crttt"


Darah menciprat ke wajah Shine, namun dia tidak perduli dan terus melakukan apa yang harus dia lakukan


Dengan cepat Sean melakukan nya dan nafas Tuan Jorgh kembali tersengal


Shine menyobek gaun mahal nya tanpa ragu dan mengikatkan nya ke pinggang Tuan Jorgh


Tuan John dan yang lain nya menatap takjub dengan kelincahan tangan Shine, dia seperti seorang dokter ahli bedah saja


Ambulance datang tepat waktu tuan jorgh langsung di pasangkan oksigen medis Sean dan yang lain langsung membawa nya ke rumah sakit, namun mereka lupa karena meninggalkan shine begitu saja


"Lap dulu noda ini sayang" ucap Clarissa tiba tiba datang menyeka kotoran yang ada di wajah Shine


"Deg, deg, deg"


Air mata shine terjatuh, dan dia berlari dengan cepat agar tidak membuat kecurigaan,


Clarisa melamun, dia melihat gadis itu menangis dihadapannya, dan hati nya juga serasa tercubit melihat air mata Shine,


Devan mengejar Shine dengan mobilnya dan berhasil menjemput gadis itu tepat waktu


"Menangislah Shine jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik" ucap Devan


Lalu tangisan Shine pun pecah, dia tidak bisa menyembunyikan perasaan nya kali ini, Devan merasa tersayat mendengar tangisan pilu Shine, dia yakin ada rahasia besar yang Shine sembunyikan, tapi ini bukan waktunya untuk bertanya.


...****************...


"Ceklek"


"Bagaimana Tony" ucap Sean panik


"Syukurlah tuan Besar terselamatkan, tapi dimana p3lurunya, kulihat tidak ada apa apa" ucap Tony heran


Mata Sean dan yang lain nya langsung melotot, mereka melupakan Gadis yang berjuang untuk menyelamatkan tuan besar jorgh


"Ada seorang gadis cantik yang menolongnya tadi, dia mengeluarkan p*luru menggunakan pisau" ucap Rudolf


"Luar biasa, kurasa dia seorang ahli bedah, "ucap Tony


" Max, cari tau tentang gadis itu, dia keponakan Devan, beri dia hadiah karena telah menyelamatkan kakek ku" ucap Sean


Sementara itu tuan Alex yang berhasil mengejar pelakunya, langsung meng eksekusi empat pria yang berbuat jahat kepada ayahnya, dia dalam keadaan bengis seperti monster, membuat bulu kuduk empat pria itu tidak berhenti berdiri, dan mereka akhirnya mat! dalam keadaan menyesal


Setelah selesai dengan urusan nya Alex langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan ayah dan istri kesayangan nya


"Sayang" panggil Jane berlari dan memeluk suaminya,


"Ssttt jangan menangis, semua akan baik baik saja" ucap Alex


"Untung saja gadis itu berhasil menyelamatkan tuan" celetuk Rudolf


"Gadis, gadis siapa"? Tanya Jane


" Dia gadis yang kau tabrak saat di gedung" ucap Sean


"Ya tuhan, bagaimana caranya aku berterimakasih pada gadis itu ya, Tedy bear kau cari tau tentang gadis itu, aku ingin berterimakasih dengan benar" ucap Jane


"Tuan muda, menurut info, tuan Devan sama sekali tidak punya keponakan, karena dia adalah anak tunggal, kalaupun ada dia juga masih kecil" ucap Maxim melapor


Sean terkejut, tidak mungkin gadis itu adalah simpanan Devan, tapi tatapan mata nya dan nada dingin nya mengingatkan dia pada seorang gadis yang pernah berselisih dengan nya


"Apa kah Shine dan dia orang yang sama"? Tanya Sean


" Nona shine memiliki luka parah di dekat mata kanan nya, nona Tadi tidak memiliki cacat sedikitpun" ucap Max


"Bisa saja dia memakai make up artis, yang bisa membuat luka apapun tertutupi" ucap Jane.


Bersambung~🌻