Enternality

Enternality
?


"Iyha ayah!"balas penduduk yang membahas perbatasan tadi kepada ayahnya yang berdiri di depan rumah sambil menutuppi hidungnya dengan lengan kain bajunya.


lalu penduduk itu pun kemudian masuk kerumahnya.


Di lain tempat ada seorang anak yang terbatuk batuk keras ketika mencium aroma sermebak raja serigala itu hingga membuatnya menutuppi hidungnya dengan kain bajunya


"Huk... huk.......huk........"quan yang tersedak oleh aroma raja serigala yang pekat hingga membuatnya terbatuk batuk.


"Euhmm huk huk bau apa ini?,kenapa menyengat "ucap quan yang masih menutupi hidungnya dengan kain bajunya.


"Hshshsh....euhmm.... aromanya...."ucap quan yang baru saja menghirup udara untuk memastikan aroma itu sudah hilang atau belumnya.


"Euhmmm aku rasa belum hilang dan mengapa lebih pekat?"lanjut kata quan yang tidak menutupi hidungnya untuk sesaat.


"Huk.. huk..huk.. euhm"quan yang baru saja tersedak keberapa kalinya dan membuatnya harus menutupi hidungnya kembali.


Srrrtt


suara seprai yang bergesekan dengan bajunya quan ketika quan sedang menuju ke meja samping kasurnya yang dimana dimeja itu terdapat lilin aroma yang menyala dengan terang.


"Eummmm... apa yang harus ku lakukan?"ucap quan yang bertanya pada dirinya sendiri dan sembari menyentuh nyentuh api lilin yang ada di depannya.


"Hhhhhh.....Bos....San.....Bhu...."ucap quan dengan raut muka yang tidak enak dan meniup lilin aroma yang ada dihadapannya namun masih dalam keadaan menyala pada malam itu.


Pyarrr.....


Ketika sedang berasik bermain dengan lilin yang ada dihadapannya tiba tiba quan dikejutkan dengan suara benda jatuh diluar kamarnya yang mana membuat quan bertambah menjadi penasaran akan kejadian diluar kamarnya yang terdapat suara eranggan keras,suara germising dan suara benda jatuh diluar kamarnya yang mana membuat quan berover thinking tentang kejadian kejadian diluar.


"Euhmmm.... apakah aku harus mengeceknya,shhhh eh aroma nya sudah hilangkah?"quan yang berpikir untuk mengeceknya atau tidak nya dan merasakan bahwa Indra penciumannya tidak terganggu lagi oleh aroma yang ada.


"Euhmmm apa mungkin udah sesuai?"pikirnya ketika memikirkan aroma yang tadi mengggangu hidungnya


"Euhmmm ouh iyha apakah aku benar-benar harus mengecek keluar?tapi nanti kalau ketahuan appa eomma gimana?"ucap quan yang berpikir untuk kesekian kalinya untuk keluar.


"Humh! kalau gitu biar aku cek saja! "ucap quan dengan tegas dan percaya akan keputusan yang dia ambil.


"Euhmmk......hiyaak"quan yang menurunin kasurnya dan berjalan mengendap endap menuju pintu kamarnya yang mana terhubung dengan luar kamarnya.


Roarrrr.....


"Euh!?"quan yang terkejut dengan suara misterius ketika ingin membuka pintu kamarnya.


drrppp


drrppp


drrppp


"Hi......hiyaak hup!"quan yang berusaha mencapai gagang pintu kamarnya yang terlalu tinggi untuknya dan menggapai dagang pintu itu dengan berjinjit .


Ceklek


suara dagang pintu yang berhasil quan putar .


" Yes!"ucap quan dengan senang setelah berhasil membuat dagang pintunya tidak terkunci lagi.


Shhhhht


Dubraaak!.....


suara kaki yang terpeleset ketika ingin membuka pintu dan benturan tubuh quan dengan lantai kamarnya yang mana membuatnya merasakan rasa sakit.


"Akh" pekikan suara quan yang tak sengaja terjatuh ke lantai ketika ingin membuka pintu kamarnya namun karena tak sengaja quan memegang dagang pintu sebelum jatuh mengakibatkannya pintu kamarnya terbuka dengan sedikit.


namun ketika quan ingin berdiri dan melihat kondisi luar tiba tiba saja quan melihat sebuah siluet bayangan yang berada pada sebuah kamar lain ketik quan melihatnya dari celah pintu kamarnya.


Auuuuu....


shhhht


suara lolonggan dan sebuah siluet yang berlari dengan cepat.


"Apa itu.......?"ucap quan ketika tadi tidak sengaja melihat sekelibat bayangan orang yang lewat dikamar lainnya.


Raarrrrr


Pyaaarrr


Auuuuuu


"ada apa ini?"ucap quan sedikit gemetar mendengar suara diluar an sana yang mana membuatnya bertanya tanya


"Huft! ok ayo kita keluar humh!"quan yang merangkak keluar kamarnya dan membuka pintu kamarnya sedikit demi sedkit serta berusaha agar tidak menimbulkan sebuah suara bising


"Hhhhh..... berhumpung diluar nyari appa sama eomma humh! "ucap quan dengan tegas dan percaya diri