
"Ne good job anak apppa euhmmm lucunya tuh liat sampek nasinya kemana mana"ucap minho yang melihat butiran baso uang menempel pada pipi dan disudut bibirnya.
huh?mana?tanya quan yang tak bisa melihat butiran nasi yang menempel pada sudut bibirnya
"bentar....sini,nah udah"ucap minho yang membersihkan beberapa butir nasi pada pinggir bibir quan.
"yeayyy makasih appa"ucap quan dengan senang dan berterimakasih kepada ayahnya
"Ne"balas minho dengan tersenyum dan mengusap rambu putrinya itu
"Makasih"ucap go eun yang berterimakasih kepada minho karena telah mau membantu quan dan membuatnya menjadi senang
"Ne sama sama"ucao minho kepada go eun dengan senyuman
π’
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Tingg!!!
suara sendok yang di geletakkan dipiring hingga menimbulkan sebuah suara yang cukup nyaring
"euh!"Minhoftidak yang terkejut dengan detinggan sendok yang nyaring
"Ah!Mianhae appa baekhyun enggak sengaja hehehehehe"ucap baekhyun yang menyadari perbuatannya dan meminta maaf kepada ayahnya.
"Ah.... engggak apa apa kok tenang aja, sudah semua makannya?"jawab minho kepada baekhyun dengan tenang lalu bertanya kepada yang lainnya.
"udah"jawab irene
"udah"ucap joy yang menaruh sendoknya dengan tengkurap.
"Udah kok appa lanjut suho yang berucap sambil melipat tangganya ke atas meja
"Ne,kalau gitu ayo kembali ke kamar masing masing iyha"ucap minho yang menyuruh anggota kerajaan agar pergi ke kamar masing masing
semua anak anak minho dan go eun pun mengucapkan selamat malam kesesama anggota keluarga dan bergegas menaikki tangga serta segera menuju kekamar masing masing karena mereka telah merasakan efek dari bulan purnama yang sebentar lagi terjadi di tengah malam.
"Ayo"minho yang mengajak go eun pergi kekamarnya.
"ne."ucap go eun dengan menggendong quan
minho dan go eun pun berjalan kearah tangga untuk menuju ke kamar mereka bertiga. namun sebelum menaikki tangga minho pun berhenti sejenak dan membalikkan tubuhnya dan memberitahukan pengawal,dayang serta paman manse agar berhati hati dan berjaga jaga di malam Ini dan diperintahkan agar tidak berjaga dimalam Ini dan berdiam diri dikamar masing-masing agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk.
"Eum....sama yang lainnya juga tolong diberitahukan ke semua orang iyha,mohon bantuannya."minho memberitahukan kepada paman manse,dayang,dan pengawal dan menbungkukkan badannya atas terimakasih nya kepada orang orang yang telah mau membantunya serta pengertiannya.
" Ah!tolong yang mulai jangan seperti itu"ucap paman manse,dayang dan pengawal
"tolong yang mulia sikapnya yang biasa saja yang mulia"ucap paman manse yang membungkuk
"Ah.... enggak apa apa untung untung juga sebagai ucapan terimaksih paman"ucap minho kepada papan manse dan yang lainnya
"Ta-Tapi yang muli-" ucap paman manse dengan gugup dan ketika ingin melanjutkan ucapannya tiba tiba saja minho memotong ucapannya.
"tidak apa apa paman kalau gitu kita permisi dulu paman"ucap minho kepada paman manse dan berpamitan untuk pergi.
"Ba-Baik yang mulia"ucap manse dengan figur
Dan minho hanya menanggapinya dengan senyum dan segera melanjutkan perjalanan yang tertunda tadi.
"huuh..."go eun yang menghela nafasnya ketika memikirkan quan
go eun yang menghela nafas ataw kekhawatirrannya kepada quan hingga helaan nafas terdengar oleh minho
"huh?kenapa"tanya minho kepada go eun yang tadi mendapati istrinya itu menghela nafasnya
"Ouh....,kalau kita kurung enggak apa?"tanya minho ke go eun yang sedang menaikki tangga.
"Enggak ada cara lain?"go eun yang bertanya pada minho
"Aniya ,lalu bagaimana? mau dikurung?"ucap minho yang bertanya pada go eun yang berjalan disampingnya dan menandakan hal yang sama .
"Hhhhhh.....enggak tahu"go eun yang menghela nafasnya dan berkata tidak tahu
"Hhhhh obatnya saja belum ketemu jadi salah satunya caranya itu dikurung?tapi aku takut dia lepas huuh....."ucap minho disertai helaan nafasnya.
"Aku pun binggung Hhhhhh....."ucao go eun disertai helaan nafasnya.
"Ehhmmm........jadi?dikurung?"minho yang sedikit ragu dengan keputusan yang diambil saat itu
"Heum"ucao go eun dengan singkat
go eun yang pasrah akan hal yang akan terjadi pada anaknya
"Heummm...... di ruanggan itu Iyha mau?"minho yang sedang berpikir lalu menemukan sebuah ide dan bertanya pada go eun
"Hum!"go eun yang menyetujui ucapan minho tentang idenya
go eun,quan dan minho pun segera menuju kesebuah ruanggan yang pernah mereka gunakan untuk mengurung anak mereka agar tidak berkeliyaran saat bulan purnama tiba
"Heummm ayo!"ucap go eun tegas
"Ne"ucap minho kepada go eun
Ckleck!!!!
Ngiiieeeenggghhh!!!!
suara pintu kamar yang terbuka dengan terserat (suara pintu yang terbuka sedikit nyaring).
"shhh!"go eun yang mengode minho agar berhati hati
"Hehehehe maaf"ucap minho yang tertawa kecil dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"Hhhhhhh....,kita punyak waktu berapa menit?"ucap go eun yang menghela nafasnya ketika memasukki kamar yang ditunjuk oleh minho tadi dan menanyakan akan waktu yang mereka miliki.
"Sekitar 20 menit"ucap minho yang melihat kejendela kamar
"Ouh okay makasih"ucap go eun yang berterimakasih kepada minho sedikit pelan agar quan tidak terganggu dengan mereka .
"Hustt!udah tidur?"tanya minho yang mengecek quan digendonggan go eun namun tak kelihatan olehnya
"Belum"go eun yang mengecek kondisi quan digendonggnya yang mana memperlihatkan quan yang sedang bermain dengan tali baju ibunya.
"Hhhh.....terus?"minho yang menghela nafasnya dan bertanya pada go eun yang sedang berusaha menidurkan quan
"Bentar"ucap go eun kepada minho
"Okay"ucap minho
"Hummmh"ucap go eun yang menanggapi minho
"Eummmh.... Bentar iyha"ucap minho yang menyuruh go eun agar menunggunya
"Heuh?" go eun yang bingung dentan perkataan minho.
"Tunggu aja!aku mau ngambil barang ."perintah minho kepada go eun.
go eun pun menanggapi perintah minho dengan anggukan saja dan kemudian go eun memindahkan quan dari gendonggannya ke kasur yang ada dihadapanya sedangkan minho pun keluar dari kamar dan menuju ke kamarnya untuk menggambil sesuatu ketika melewatti salah satu kamar putranya minho pun mendengarkan suara geraman yang cukup keras untuk didenggar oleh telingganya fan berhenti di kamar salah satunya putranya dan ingin membantu putranya namun ia tersadarkan diri apa yang harus dia lakukan saat itu juga dan minho pun melanjutkan perjalanannya kembali dan segera mengambil barang yang ingin dia ambil di kamar setelah mengambil barang yang ingin dia ambil minho pun segera menuju ke kamar tadi yang dimana terdapat keberadaan quan dan go eun di kamar itu