
🌺walaupun masih anak anak namun biasanya memiliki kebiasaan serigala pada umumnya seperti berburu,memakan daging mentah insting kuat dan penciumman aroma yang tajam dan mata yang jeli dalam melihat mangsanya dari jarak jauh walaupun begitu anak anak masih lah tetap belajar dan pada pengawasan orang tua mereka masing masing dalam melakukan berburu dihutan karena pernah ada sebuah kejadian dimana ada seorang anak yang salah sasaran dalam hal berburu dihutan yang diharuskan umur 4-5 haruslah diajarkan berburu kelinci,anak kambing,ikan,anak rusa dan lainnya yang bisa diburu oleh anak kecil namun pada saat itu anak itu malah berburu macan dewasa yang mengakibatkannya harus dikejar oleh macan tersebut hingga kearah arah menuju sungai yang dimana disebrang sungai sana ia melihat ayahnya dan berteriak untuk membantunya melihat anaknya yang terkejar macan ayah tersebut langsung berubah menjadi serigala besar dan melompat dengan tinggi menuju ke sebrang sungai dimana anaknya berada serta mengejar macan tersebut dan menghabisinya dengan cakarannya yang cepat serta tajam dan membuat anak tersebut selamat dari maut dan menjadikan macan dewasa itu Sebagai santapan makan malam mereka.
Sudah beberapa menit berlalu akhirnya minho pun tidak bisa menahannya lagi dan mengeluarkan sifat agresif warewolfnya pada malam itu hingga tanpa sadar membuatnya mengeluarkan aroma pekatnya dan membuat beberapa makhluk yang menghirup nya akan merasakan sakit kepala ataupun terbatuk batuk karena aroma pekatnya raja serigala yang menyeruak di udara.
"Uhuk huk huk euhmmm aku tidak kuat ehmm aroma apa kak ini?"ucap seorang anak yang berada di bawah meja sambil terbatuk batuk cukup keras.
"Euhm Huh! Menyebalkan sekali mengapa terlalu menyeruak?"ucap salah satu perempuan penduduk vampir yang Mencius aroma menyengat.
"Iyha! Aku Tidak Suka Itu!"balas seorang gadis vampir yang mendengar ucapan temannya itu
"Ayo Kita Masuk Saja!"lanjut tutur katanya terhadap teman yang disampingnya yang sedang menutuppi hidungnya dengan kain lengan bajunya.
"Ayo!" balas temannya dan menariknya untuk segera pergi ke tempat lain.
"Didalam rumah lebih baik tidak terlalu menyeruak kan?"ucap gadis yang membawa temannya ke dalam rumahnya
"humh! "balas teman gadis itu dengan tegas dan menganggukkan kepalanya.
"Ah! Tidak dulu tante aroma diluar sangat menyeruak untuk hidungku "ucap gadis itu dengan menyeka hidungnya yang tidak bersahabat dengan Indra penciummannya.
"Ah... Gitu enggak apa disini dulu aja tadi tante juga gitu waktu membuka jendela di dapur aroma nya terlalu menyeruak menurut tante...raja raja serigala itu tidak bisa bertahan lama untuk mengontrol dirinya dengan lama"ucap orang tua temannya dan menyuruhnya untuk tetap dirumahnya terlebih dahulu serta berpikir akan raja serigala yang tidak bisa mengontrol dirinya dengan baik.
"Ah Ne tante terimakasih tan" balas gadis itu dengan hormat kepada orang tua temannya.
"Huft! Kenapa Menyeruak Sekali?"ucap penduduk bangsa peri yang menghirup udara malam hari itu.
"Hhhhhh....kenapa bangsa peri dan serigala perbatasannya dekat"ucap salah satu penduduk bangsa peri lagi yang menatap langit lalu menatap jalan yang menuju keperbatasan yang ada.
"Hei!Ayo Masuk Apa Kau Tidak Terganggu Dengan Aroma ini?"ucap seorang pria paruh baya yang memanggil anaknya untuk segera masuk kerumah.
"Iyha ayah!"balas penduduk yang membahas perbatasan tadi kepada ayahnya yang berdiri di depan rumah sambil menutuppi hidungnya dengan lengan kain bajunya.