
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Lilin cengeng laaaaaah" seru Angkasa dan Fajar bersama sambil tertawa dalam pelukan Abah.
Sedangkan Keanu dan Embun rasanya ingin sekali menelan hidup-hidup Si sulung juga Si tengah karna sudah berhasil membuat Lintang menangis sampai meraung di lantai.
"Akal mua noh meka, asupin nelaka aja," jerit kesayangan Tutut jajah dalam gendongan Keanu.
"Hust, gak boleh gitu," ucap Tuan besar Lee.
"Balin, bial di lebus di nelaka kaya cilok."
Semua yang mendengar ocehan Lintang pun tertawa, siapapun yang nakal padanya wajib masuk neraka, karna yang baik dan boleh masuk surga tentu hanya ia dan phiunya saja.
Dua kembar lainnya sudah mulai asik bermain, tapi yang satunya masih betah dalam gendongan enggan turun atau ikut bersama dua kakaknya. Inilah yang kadang membuat kesal, Lintang begitu sulit di tenangkan jika sudah menangis, segala jurus rayuan kadang tak mempan menghentikan rengekannya.
"Minum susu ya, terus bobo," ajak Embun karna kasian melihat suaminya yang sejak datang terus berdiri.
"Nda, mahu enjus jeluk aja," pinta Lintang yang langsung di iyakan oleh Bubunnya sebelum bocah itu berubah pikiran.
Embun tentu langsung beranjak kedapur dimana ada ibu mertuanya sedang memasak untuk makan mereka nanti.
"Umma, lusa aku dan Keanu akan ke kota A," ucap Embun, meski Sang suami sudah memberitahukan tapi tak ada salahnya juga ia bicara lagi dalam bentuk basa basi.
"Iya, Nunu sudah bilang kemarin malam, anak-anak dibawa?" tanya Umma Cheryl.
"Entah, aku belum rundingin ini, maunya sih dibawa semua cuma kan tau sendiri. Abang maunya sama PapAy, Aa kalo tahu kami mau pergi pasti minta nginep sini dan Lintang--? Ah, dia betah di ketek Phiunya," jawab Embun yang pusing sendiri dengan ketiga buah hatinya.
Umma Cheryl hanya tertawa kecil, entah dosa apa yang di buat anak mantunya sampai tiga krucil menggemaskan itu lebih dekat dengan para orangtua mereka.
"Ya sudah kalian saja yang pergi, Angkasa, Fajar dan Lintang aman bersama kami," sahut wanita baya tersebut.
Embun kembali ke ruang tengah dengan membawa sebotol susu ditangannya untuk Si bungsu, ia meminta Lintang untuk duduk di sofa dan bersyukurnya bocah itupun mau.
Angkasa yang masih berputar dan berlari di biarkan saja melakukan maunya, karna ia tak akan mendengar jika di minta untuk duduk diam kecuali sudah ada barang yang menimpanya, dan...
Pajangan besar di sudut ruang tamu pun pecah dan berserak ke lantai, tentu semua mata kini tertuju pada Angkasa Rahardian Lee Wijaya.
"Apa? Abang Asha diem loh. Dia noh toel-toel," ucapnya sebelum disalahkan oleh semua orang termasuk Keanu yang sudah berkacak pinggang.
"Saking gemesnya sama Abang sampe pengen toel-toel pipinya ya," sahut Abah Rendra yang langsung meraih tubuh cucu sulungnya karna takut terluka.
Keanu yang kesal akhirnya memilih membereskan semua, tak mungkin ia menyuruh dua wanita kesayangannya yaitu istri dan ummanya yang melakukan hal tersebut.
"Iya, benelan," kata Angkasa lagi yang dibawa keluar rumah menuju teras.
"Ya udah gak apa-apa, tapi lain kali hati-hati ya, takut Abang Asha terluka kena pecahan kaca atau belingnya," pesan Abah sambil mengusap kepala Si sulung.
"Hem, Ok."
Dan obrolan ke-duanya pun berhenti saat Embun memanggil untuk makan bersama, Abah Rendra yang menuntun tangan mungil Angkasa menghentikan langkahnya saat mendengar Lintang kembali menangis.
"Kenapa lagi?" tanya Abah yang diberi kode untuk melihat kearah meja makan.
.
.
.
Huaaaaaa... Umma akal, Lilin nda mahu mam sayur Cinci....
Untung cuma ada diEntun..
Bisa bayangin gk sih klo mereka ada 😂😂
Sedia obat sakit banyak banak oey 😌😌