DERITA ORANG KETIGA

DERITA ORANG KETIGA
DITERPA MASALAH


" Rean."


" Tidak, bukan begitu. Mana mungkin aku menyukai adikku sendiri hmm? Selama ini aku memang tidak tertarik dengan yang namanya wanita karena aku ingin melindungi dirimu. Aku ingin memastikan kebahagiaanmu, jika kau sudah bahagia maka aku akan mencari wanita sebagai pendamping hidupku. Tapi kau tenang saja!Hatiku baru saja di curi oleh seseorang." Ujar Rean.


" Seseorang? Siapa?" Tanya Yeshi menatap Rean sambil menanti jawabannya.


" Hmm kepo, ada deh kau tidak perlu tahu siapa dia." Sahut Rean mengacak rambut Yeshi.


" Baiklah kalau mau main rahasia rahasiaan nggak apa apa. Aku akan mencari tahu sendiri nanti. Dan setelah aku tahun siapa hadis itu, aku akan langsung meminta om Reno untuk melamarnya." Ujar Yeshi.


" Cari tahu saja, kau tidak akan menemukan jawabannya. Karena aku sendiri belum melakukan pergerakan apapun untuk mendapatkannya." Sahut Rean tenang.


" Kalau memang suka, kejarlah! Jangan diam saja! Nanti kalau udah jadi milik orang baru tahu rasa kamu. Yang ada nanti kamu broken heart, terus trauma, terus nggak mau nikah deh, kan bahaya. Siapa yang akan merawatmu nanti kalau kamu udah tua? Nggak mungkin kan kalau aku yang ngurusin kamu." Ujar Yeshi.


Rean tersenyum menatap Yeshi yang sudah mulai ceria.


" Nanti kalau udah waktunya aku pasti bakal nikah, kau tidak perlu khawatir! Sekarang mending fokus pada kesembuhanmu dan Tian. Aku tunggu di sana." Ujar Rean menuju sofa.


Yeshi kembali menatap Tian, ia mengelus lengan Tian dengan lembut.


" Mas bangunlah! Aku sangat khawatir dengan keadaanmu sekarang, setidaknya buka matamu agar hatiku bisa tenang."


" Aku akan membuat Arnold menyesali perbuatannya karena telah membuatmu seperti ini." Lirih Yeshi.


Tak lama mata Tian mulai terbuka, Yeshi sangat senang melihatnya.


" Mas kamu sadar." Pekik Yeshi dengan mata berbinar.


" Haus sayang." Lirih Tian.


Yeshi membantu Tian meminum segelas air putih, lalu Tian kembali berbaring di atas ranjang.


" Sakit sayang... Rasanya tubuh Mas remuk semua." Rintih Tian.


" Yang sabar ya Mas, kalau bisa di gantikan, aku rela merasakan rasa sakit itu untuk menggantikanmu Mas." Sahut Yeshi.


" Mas tidak akan membiarkan itu terjadi padamu sayang." Sahut Tian.


" Mulai sekarang kau harus lebih hati hati Mas. Aku tidak mau sampai hal ini terjadi lagi. Aku tidak tega melihatmu seperti ini Mas. Maafkan aku! Karena aku kau selalu mendapat masalah. Sejak bersamaku kau selalu terluka, aku minta maaf." Yeshi menundukkan kepalanya ke lengan Tian.


" Jangan menyalahkan dirimu sendiri sayang! Ini adalah musibah, Mas yakin di balik semua ini pasti akan ada hikmahnya. Yakinlah Tuhan telah menyiapkan hal indah untuk kita berdua." Ucap Tian mengelus kepala Yeshi. Yeshi menganggukkan kepala.


...**********...


Satu bulan berlalu, hari ini Tian nampak gelisah setelah menerima telepon dari Rean jika perusahaannya dalam masalah. Yeshi yang melihatnya segera menghampiri.


" Mas kamu kenapa? Aku lihat sepertinya kau gelisah? Apa ada masalah?" Tanya Yeshi menatap Tian.


Yeshi melongo membulatkan matanya tidak percaya. Bagaimana bisa terjadi masalah sebesar ini saat kepemimpinan Tian yang baru satu bulan.


" Apa kau selalu membaca dengan teliti saat kau hendak menandatangani berkas berkas Mas?" Tanya Yeshi.


" Rean selalu mendampingi Mas sayang, Mas rasa sudah menelitinya dengan baik." Sahut Tian.


" Ya sudah jangan terlalu di pikirkan! Kita akan mengumpulkan bukti bukti jika kau tidak bersalah Mas. Aku akan meminta bantuan Rean dan Rodeo." Ujar Yeshi.


" Tidak bisa sayang, kami bertiga sudah mencari buktinya dan tidak ada bukti yang mengarah ke orang lain selain Mas. Mas sudah pasrah sayang, jika memang Mas harus di penjara Mas siap sayang. Dan jika itu terjadi Mas akan.... " Tian menjeda ucapannya.


" Mas akan apa?" Selidik Yeshi menatap Tian.


" Jika itu terjadi lebih baik kita berpisah sayang."


Jeduarrr...


Bagai di sambar petir di siang bolong. Tubuh Yeshi terasa kaku tidak bisa di gerakkan. Ia menatap Tian tidak percaya.


" A.. Apa Mas? Kau ingin berpisah dariku?" Yeshi menatap Tian.


" Demi nama baikmu sayang, aku harus menanggung semua ini sendiri." Ujar Tian.


" Nama baik apa Mas?" Bentak Yeshi.


" Bagaimana bisa kau berkata dan berpikir seperti itu? Masalah ini bukan akhir segalanya Mas. Seharusnya kita bersatu dalam menghadapi masalah ini, bukan malah berpisah. Bagaimana kalau semua ini adalah perbuatan orang yang berniat memisahkan kita? Apa kau pikir mereka tidak akan tertawa bahagia melihat semuanya?" Ujar Yeshi memberi pengertian.


Tian menatap Yeshi sambil memikirkan ucapan Yeshi barusan.


" Kau benar sayang." Gumam Tian.


" Mereka akan tertawa senang karena telah berhasil memisahkan kita Mas, kau harus tahu itu. Aku tahu kau tidak akan melakukan semua ini, pasti ada orang yang sengaja melakukannya untuk menjebakmu. Jika Rean dan Rodeo tidak bisa membantu, kau jangan khawatir! Aku punya intelegent yang lebih hebat dari Rodeo Mas. Aku siap membayarnya berapapun yang dia mau asalkan dia bisa membuktikan kalau kamu tidak bersalah. Kau tidak perlu takut Mas!" Ucap Yeshi menangkup wajah Tian.


" Apapun yang terjadi, jika seandainya kau masuk penjara sekalipun, aku tidak mau berpisah darimu. Aku akan tetap mendampingimu di titik terendahmu saat ini Mas. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu walaupun kau yang memintanya sendiri. Kau bukan hanya suamiku tapi kau belahan jiwaku. Percayalah kita pasti bisa melewati masa masa sulit ini. Kita akan memenangkan pertarungan ini walaupun kita tidak tahu siapa musuh kita sebenarnya. Aku akan selalu bersamamu, selamanya." Ucap Yeshi.


" Terima kasih sayang. Kau memang yang terbaik untukku." Ucap Tian menarik Yeshi ke dalam pelukannya.


" Mas bahagia sayang memiliki istri seperti dirimu. Semoga Mas bisa melalui semua ini. Maafkan Mas yang telah lancang mengucapkan kalimat perpisahan padamu. Mas tidak akan mengulanginya. Apapun yang terjadi kita akan selalu bersama." Ucap Tian mencium pucuk kepala Yeshi beberapa kali.


" Aku juga bahagia Mas bisa memilikimu. Kau orang baik, pasti Tuhan akan menolongmu." Ucap Yeshi di balas anggukkan kepala oleh Tian.


" Semoga aku bisa membuktikan jika Mas Tian tidak bersalah. Aku akan memberikan pelajaran kepada orang yang telah membuat suamiku seperti ini. Aku harus menemui ketua Tiger untuk meminta bantuannya tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Rean karena aku belum tahu siapa musuhku yang sebenarnya." Batin Yeshi.


To be continue...