Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
meminta ijin 2


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Kedua putri arman berjalan mendekati ibu ratih,mereka langsung memeluknya begitu saja. Ibu ratih sampai bingung melihat kedua putri majikannya,karena dia pernah diminta untuk membantu mengurus kedua nya.


"nenek..."teriak kedua nya,membuat ibu ratih tersenyum seolah dia memiliki cucu dari ratih karena melihat arman dan ratih juga kedua putri arman membuat mereka seperti keluarga kecil saja.


"tuan...anda datang?"tanya ibu ratih dengan sopan


"iya bu....apa saya mengganggu ?" ucap arman yang membawa beberapa bungkusan,karena memang sebelum nya arman sudah menyiapkan beberapa makanan untuk dibawa nya ke kampung ratih. Ratih saja tidak mengetahuinya,karena arman menyuruh orang untuk membeli nya.


"tidak tuan muda,silahkan masuk. Tapi hanya seperti ini lah kondisi rumah kami" jawab ibu ratih yang merasa sungkan pada arman


"ini ada sedikit bingkisan " ucap arman memberikan beberapa bungkusan pada ibu ratih,ibu ratih menerimanya dengan bingung


"harusnya anda tidak usah membawa apa pun tuan" jawab ibu ratih


Arman dan ratih masuk bersama kedua putri arman yang sedang menggandeng tangan ibu ratih,mereka duduk di sofa lusuh. Ratih dan ibu nya ke dapur yang memang bersebelahan dengan ruang tamu


"maaf tuan,sofa nya sedikit tidak nyaman untuk anda duduki" ucap ibu ratih


"tidak apa-apa bu" jawab arman sopan


Didapur,ratih membuatkan teh manis hangat untuk arman dan kedua putri nya dan mengeluarkan makanan yang ada dibungkusan yang dibawa oleh arman. Ibu ratih terus menatap kepada putri nya itu,dia merasa bingung kenapa tuan mudanya malah ikut mengantar ratih ke kampung ?karena merasa penasaran ,akhirnya ibu ratih pun bertanya


"sayang....kamu ngak buat salah kan?"tanya ibu ratih bingung


"salah?"tanya ratih bingung


"iya....makanya kamu diantar oleh tuan arman kan"tanya ibu ratih penasaran


Ratih memilih membawakan makanan dan minuman itu pada arman dan putri nya,dia menghindari pertanyaan ibu yang yang sangat penasaran pada kedatangan arman


"maaf tuan arman....hhmm...apa anak saya ada buat masalah pada keluarga anda?"tanya ibu dengan rasa takut nya


Arman menatap wajah ratih dan ibu nya secara bergantian,dia melihat wajah ketakutan ibu ratih. Kemudian dia tersenyum,ratih memang bersalah padanya karena sudah membuatnya jatuh cinta.


"benar bu,ratih sudah mengambil sesuatu yang berharga dari saya...."jawab arman menatap ratih dengan lembut


"se....sesuatu apa tuan?apakah harga nya mahal?"tanya ibu ratih semakin takut


"dia sudah mengambil hati ku,aku tidak bisa hidup tanpa nya....bahkan hati kedua putri ku pun sudah diambilnya lebih dulu" jelas arman menatap ke arah ratih


"mak...maksudnya apa tuan?hati anda?" tanya ibu ratih bingung,arman tersenyum ke arah ibu ratih.


Arman berdiri dan berjalan mendekati ibu ratih yang duduk di sofa depannya ,dia menekuk kaki nya didepan ibu ratih. Membuat ibu ratih terkejut,apalagi tangan arman menggenggam tangan ibu ratih dan menciumnya


"kedatangan kami kemari ingin melamar ratih untuk menjadi istri ku,ibu dari anak-anak ku...aku harap ibu merestui nya" jelas arman membuat ibu ratih menatap ratih dengan tatapan tajam,sedangkan ratih hanya menundukan kepalanya. Dia merasa takut dengan tatapan ibu nya itu


"hhmm...tuan,apa ratih menggoda anda?"tanya ibu ratih dengan tegas


"tidak bu....aku lah yang sudah tergoda karena bukan saja wajahnya yang cantik,tapi hati nya juga cantik. Aku benar-benar serius ingin menikahinya,apakah ibu mengijinkannya?karena aku hanya seorang duda,mungkin tidak pantas dengan putri anda yang cantik ini" jelas arman lagi membuat ibu ratih terkejut


"bukan begitu,hanya saja semua keputusan ada pada ratih. Dia lah yang akan menjalani semuanya,jadi ibu tidak bisa memaksanya. " jawab ibu ratih ,dia tidka ingin melukai perasaan arman yang merupakan seorang duda. Lagi pula istri nya meninggal bukan karena perceraian.


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya ....makasih 😘😘😘😘😘