
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Rara sudah selesai membersihkan tubuhnya,dua berjalan keluar dengan tidak menggunakan apa pun. Melihat akmal tidak berada didalam kamar,Rara pun berinisiatif keluar dari kamar dan mendekati akmal.
Terlihat akmal duduk dengan memejamkan matanya di sofa ruang tamu,dia memilih berjalan menuju dapur dan membuat jus untuk dirinya juga akmal. Rara juga mengambil cemilan yang dibelinya kemarin,dia sudah menyiapkan semua bahan makanan dan makanan untuk beberapa hari karena dia tidak ingin diganggu oleh siapa pun. Dia hanya ingin bersama akmal saja,berte*lan*jang ria didalam apartemen
"sayang....bangun,jika kau lelah...istirahat lah dikamar,lagi pula ini sudah malam" ucap Rara dengan lembut
Akmal membuka matanya,dia melihat tubuh mulus Rara yang tanpa sehelai benang pun. Akmal terkejut dan tersenyum senang, dia menarik tubuh Rara hingga jatuh dipangkuannya. Dengan cepat dia me*lu*mat bibir Rara dengan lembut,tangan Rara mengalung dileher akmal.
Tangan akmal mulai memutar kaki Rara hingga duduknya menghadap ke tubuhnya tanpa melepaskan ciumannya, Rara sudah seperti anak koala digendongan akmal karena akmal sudha mengangkat tubuh Rara dan membawa nya ke dalam kamar.
"hhmm....ssshh...." de*sa*han keluar dari bibir Rara dan akmal secara bersamaan saat bibir akmal sudha mendarat di pu*ting susu milik Rara yang sudah mengeras.
Bibir akmal terus me*ngu*lum dan memberikan gigitan kecil disana ,bak seorang bayi yang kehausan. Tangannya terus meremas bo*kong Rara dengan lembut,membuat sensasi berbeda
"kau pasti lelah sayang,istirahat lah hah...hah..." ucap Rara saat bibir akmal sudah melepaskan pu*ting susu miliknya
Akmal mulai merebahkan tubuh Rara diatas tempat tidur,dia duduk dilantai dengan kedua kaki nya dan tangannya sudah membentangkan paha Rara agar wajahnya dapat menghampiri daerah sensitif Rara yang sangat disukainya. Akmal mulai men*ji*la*ti bagian kesukaannya itu dengan lidahnya ,sesekali dia memasukan jari nya perlahan dan mulai mengaduk-aduk isi dalam nya membuat erangan dan de*sa*han datang dari bibir Rara tanpa henti. Rara benar-benar suka diperlakukan oleh akmal seperti itu,Rara menjambak rambut akmal dan menekan wajah akmal kedalam daerah sensitif nya.
"huuufff...huuufff....kau ingin membunuhku dengan ini sayang" ucap akmal yang hampir kehilangan nafas nya karena kaki Rara yang membelit di leher akmal
"maafkan aku....ini sangat enak" jawab Rara dengan wajah malu nya
"benarkah?bagaimana dengan ini hhmmm...ssshh...aaah"tanya akmal yang sudah menikam daerah sensitif Rara dengan batang panjang miliknya yang sudah dibukanya
"aaahhh....ini lebih enak,akmal...ini sangat enak,hhmm...bisa kah kau menggerakannya,didalam sedikit gatal" ucap Rara dengan suara yang tercekat. Rara menatap akmal dengan tatapan memohon agar akmal melakukan apa yang diminta nya,akmal tersenyum . Dia menyukai wajah Rara yang memohon ,sangat terlihat lucu dimatanya.
Akmal mulai menggerakan pinggulnya dan menancapkan batang nya yang panjang lebih dalam lagi hingga memenuhi semua daerah sensitif Rara,Rara kembali men*de*sah tak karuan. Dia sangat senang akhirnya akmal memompa dibawah sana dengan lembut,Akmal menatap wajah Rara yang menikmati gerakan nya.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya....makasihπππππππ