
Silvi terus menangis dipelukan okta,dia tidak menyangka jika dia seberuntung itu bisa mendapatkan cinta dari okta. Apalagi okta menerima dirinya apa adanya saat ini,setelah dia melakukan kesalahan yang fatal.
Okta terus menemani silvi yang kini sudah tertidur setelah menangis dipelukan okta,dia menelpon mama nya. Dia ingin membuat kejutan pada silvi setelah silvi pulang dari rumah sakit,selama itu dia ingin mama nya membuat kejutannya berjalan lancar
Besoknya,silvi sudah bersiap akan pulang. Dokter mengatakan agar silvi banyak beristirahat,selama sebulan ini pun silvi masih mengeluarkan darah dibagian sensitif nya jadi belum bisa melakukan hubungan intim . Jika ingin,mereka harus menunggu beberapa bulan lagi. Paling tidak enam atau tujuh bulan lagi, okta mengerti dan mengangguk.
Okta membawa silvi pulang ke apartemen miliknya,dia tidak ingin silvi tinggal di apartemennya lagi. Mulai sekarang silvi akan tinggal di apartement okta bersamanya,silvi menatap okta dengan bingung karena jalanan nya tidak menuju ke apartemen nya
"kita mau kemana?"tanya silvi
Okta tidak menjawab,dia terus melajukan mobilnya hingga sampai di depan gedung apartemen nya. Silvi menatap gedung apartemen didepannya,kemudian menatap kearah okta dengan bingung karena memang selama ini okta tidak pernah mengajaknya ke apartemen miliknya
"ini apartemen ku,mulai sekarang kita tinggal disini" ucap okta yang kini sudah ingin menggendong silvi
"aku bisa jalan sendiri" ucap silvi yang mengerti kalau okta ingin menggendongnya
Okta tidak menghiraukan ucapan silvi,dia mengangkat tubuh silvi hingga silvi spontan mengalungkan tangannya dileher okta dengan cepat karena takut jatuh. Okta terus menggendongnya hingga sampai didepan pintu apartemennya,silvi merasa sangat malu karena sepanjang perjalanan menuju unit okta semua mata memandang ke arah nya. Silvi hanya bisa menyusupkan kepalanya ke dalam dada bidang milik okta untuk menutupi wajahnya
Sesampainya di depan Pintu,okta membuka pintu apartemennya. Didalam terlihat gelap,mungkin karena lampu nya tidak dihidupkan . Begitulah yang dipikirkan oleh silvi hingga akhirnya lampu menyala,dan suara teriakan dari seseorang yang sangat dikenal nya
"kejutan" teriakan mama okta menggema didalam ruang tamu apartemen itu
"sayang.....maafkan mama karena tidak bisa menjaga mu" ucap mama okta didalam pelukan silvi,silvi menangis mendapatkan ucapan seperti itu. Dia tidak menyangka jika dirinya masih diharapkan di keluarga besar okta
Mama okta melepaskan pelukannya dan menghapus air mata silvi dengan ibu jari nya,silvi tersenyum senang. Dia merasa beruntung bisa memiliki mertua baik hati seperti mama okta
"terima kasih ma..." ucap silvi
"sudah jangan menangis lagi,sekarang ganti baju mu dengan gaun yang didalam kamar....kita akan melakukan janji suci pernikahan sebentar lagi" jelas mama okta yang masih menghapus air mata dipipi silvi
Silvi terkejut,dia menatap tajam mata mama okta kemudian menatap okta dengan tatapan yang sama. Okta menganggukan kepalanya,dia memang sudah merencanakan nya saat dia mengetahui jika silvi kehilangan bayi nya. Dia ingin menikahi silvi segera dan melindunginya
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya .....makasih 😘😘😘😘😘
jangan lupa juga mampir di cerita baru ku
"pelangi sesudah hujan"