Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 138. Rencana Jahat.


Senyuman yang terukir di wajah Fara menandakan betapa dia sangat bahagia, setelah kejadian semalam. Dengan penampilan yang begitu sederhana, Fara melangkah menuju pesawat yang akan mereka tumpangi, sambil melingkarkan tangannya di lengan Riyan yang terlihat begitu tenang. Sambil tersenyum Fara sesekali menggoda Riyan dengan tatapan centilnya. Dan sikapnya itu serentak membuat Riyan langsung bersuara.


"Ada apa sama kamu? Apa ada yang lucu denganku?" Tanya Riyan datar.


"Ngga ada yang lucu sama kamu Mas.. Aku tu hanya lagi bahagia banget." Jawab Fara sambil menyandarkan kepalanya di pundak Riyan tanpa menghentikan langkah kakinya.


"Bahagia kenapa?" Tanya Riyan dengan tatapan lurus ke depan.


"Aku bahagia dengan semua pengakuan Mas di depan teman-teman aku, juga teman-teman kamu. Dan terutama di depan wanita penggoda itu." Jawab Fara.


"Jadi itu yang membuatmu bahagia? Bukan karena aku menciummu di depan mereka?" Tanya Riyan sambil melirik Fara.


"Kalau untuk hal itu ngga perlu di tanyakan, kamu juga sudah pasti tahu." Jawab Fara tanpa menatap Riyan yang sedang menatapnya.


"Jadi kamu suka kan? Kamu bahagia kan di cium sama aku?" Tanya Riyan sambil melirik Fara yang juga sedang meliriknya tanpa ekspresi.


"Apa-apaan sih kamu Mas? Aku tu malu tahu ngga?" Ketus Fara.


"Ooo,, jadi kamu malu? Kalau gitu aku ngga akan seperti itu lagi sama kamu." Ujar Riyan sambil memalingkan wajahnya.


"Terus kalau ngga lakuin itu sama aku, berarti kamu akan lakuin sama orang? Itu maksud kamu?" Tanya Fara kesal dan langsung melepaskan lengan Riyan dan buru-buru menaiki tangga pesawat.


Melihat reaksi istrinya yang seperti anak kecil tidak di kasih jajan, membuat Riyan langsung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Dia yang selalu dingin di depan istrinya, bisa tersenyum lebar setiap kali melihat tingkah lucu istri cantiknya itu. Apalagi wajah Fara yang begitu cantik, seketika berubah lucu di saat dia sedang kesal.


"Kamu kenapa sih? Apa kamu ngga malu bersikap seperti itu? Di sini ada banyak orang lo." Ujar Riyan setelah duduk di samping Fara.


"Buat apa aku harus malu? Orang-orang ngga bakal heran melihat aku yang seperti ini. Karena mereka pasti sudah bisa tahu bagaimana rasanya memiliki suami batu seperti kamu." Jawab Fara panjang lebar, yang membuat beberapa penumpang yang ada di belakang juga depan mereka jadi tersenyum.


Melihat ekspresi beberapa orang yang tersenyum mendengar kata-kata Fara, Riyan seketika jadi terdiam sambil menatap Fara dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Sedangkan Fara hanya menatap lurus ke depan tanpa memperdulikan ekspresi suaminya.


"Awas saja kamu kalau nanti sampai Indonesia. Aku tidak akan kasih ampun. Karena kamu sudah membuatku jadi bahan lelucon." Bisik Riyan di samping telinga Fara, yang membuat Fara seketika berbalik menatapnya. Tapi tanpa di sangka, Riyan dengan cepat langsung mengambil kesempatan.


Kecupan Riyan dengan tiba-tiba hampir membuat jantung Fara berhenti berdetak saking kagetnya. Karena sangat malu dengan apa yang di lakukan oleh suaminya, Fara pun segera mendorong Riyan dan menundukkan kepalanya, tanpa mau melihat ke sekeliling mereka. Setelah membuat Riyan jadi malu, kini Fara yang di buat malu oleh sikap berani suami kakunya itu.


Di saat Fara dan Riyan sedang berbahagia dalam perjalanan pulang ke Indonesia, Rena malah sedang terpuruk karena sangat kecewa juga malu atas kejadian semalam. Tapi biarpun kebohongan Rena sudah terbongkar, namun semua itu tidak membuat beberapa temannya meninggalkannya sendirian. Mereka begitu setia menemani Rena dan berusaha menghiburnya.


"Ren,, kamu ngga usah pikirkan apa yang terjadi semalam." Ujar Aurelia berusaha menghibur teman barunya itu.


"Aku tu malu banget,, karena kalian sudah mengetahui kalau aku berbohong. Tapi aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintai Riyan." Jawab Rena sambil meneteskan air mata.


"Ngga usah malu Ren! Kita kan sahabat. Lagian kalau menurut aku, Riyan tu ngga cocok memiliki istri seperti wanita itu. Riyan kan orangnya pendiam, cocoknya itu sama kamu yang kalem seperti kamu. Bukan wanita manja seperti itu." Sambung Chelsea salah satu sahabat Rena.


Dukungan dari teman-temannya membuat Rena semakin bertekad untuk memiliki Riyan. Di balik tangisannya, ternyata dia sedang memikirkan rencana yang akan dia jalankan nanti. Memiliki sifat serakah, membuat Rena tidak akan tinggal diam di permalukan seperti itu. Dia sudah bertekad untuk memiliki Riyan dengan segala cara yang ada di dalam pikirannya.


"Eh,, ada pesan dari Arlan ni." Ujar Klara setelah membaca pesan masuk dari Arlan.


"Dia bilang apa?" Tanya Aurelia.


"Dia ajak ketemuan." Katanya saudaranya mau kenalan sama kita." Jawab Klara.


"Ya sudah,, suruh saja mereka ke sini." Ujar Chelsea.


"Oke,, aku akan suruh mereka ke sini." Jawab Klara dan segera mengirim pesan kepada Arlan.


Deni yang sudah mendengar semua cerita tadi malam dari saudaranya Arlan tentang Riyan juga Fara, wanita yang pernah membuatnya mendapatkan masalah beberapa tahun lalu, hanya terdiam sambil terus melakukan mobilnya. Dalam diam ternyata Deni sedang merencanakan sesuatu, untuk menghancurkan rumah tangga Riyan juga Fara. Dan karena itu sehingga dia ingin bertemu Rena.


"Arlan,, kamu saudaraku kan?" Pertanyaan Deni yang membuat Arlan bingung.


"Loh,, ko pertanyaan kamu seperti itu? Apa kamu ini hilang ingatan tiba-tiba?" Tanya Arlan dengan tatapan bingung.


"Kamu mau ngga membantuku?" Tanya Deni tanpa menatap Arlan.


"Apa sih yang tidak aku lakukan buat kamu? Bantuan seperti apa yang kamu inginkan? Aku siap membantumu." Tanya Arlan.


"Aku ingin kamu mendukung rencana ku." Jawab Deni.


"Apa rencananya? Aku akan mendukung semua yang kamu rencanakan." Tanya Arlan.


"Aku ingin memiliki Fara. Karena dialah wanita di masa lalu aku. Dia yang membuatku juga keluargaku terusir dari Indonesia beberapa tahun yang lalu." Jawab Deni yang membuat mata Arlan langsung terbelalak saking kagetnya.


"Apa...? Dia wanita yang kamu ceritakan itu..?" Tanya Arlan kaget.


"Iya,, dan aku berencana untuk memilikinya dengan bantuan mu, juga Rena. Karena aku tahu, Rena juga pasti ingin merebut Riyan dari Fara." Jawaban Deni yang membuat Arlan jadi serba salah.


Arlan begitu kaget juga bingung dengan permintaan saudaranya itu. Tapi dia juga tidak bisa menolak karena mengingat jasa Deni yang sangat besar terhadapnya. Selama ini, Deni adalah orang yang selalu membantunya setiap kali dia kesusahan. Salah satunya di saat Ibunya sakit dan membutuhkan dana untuk operasi. Jasa Deni yang tidak bisa dia balas, membuat Arlan mau dan tidak mau, harus mengikuti apa yang di inginkan oleh Deni.