Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 133. Pembalasan Fara.


Gombalan Robert terhadap Fara seketika membuat Riyan berekspresi aneh. Dari lirikan matanya menunjukan betapa dia sangat cemburu melihat istrinya di gombalin sama laki-laki lain. Di tambah lagi dengan Fara yang yang langsung menanggapi kata-kata Robert yang menurut Riyan tidak pantas, sebagai seorang wanita yang sudah bersuami. Ingin sekali Riyan langsung bertindak karena tidak tahan melihat ulah Robert. Namun status pernikahan mereka yang masih menjadi rahasia, membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.


"Ra,, kamu tu maniiiis bangeeet. Kopi tanpa gula pun akan aku minum asalkan minumnya sambil menatap kamu." Kata-kata Robert yang membuat beberapa temannya langsung tertawa, termasuk Fara.


"Makasih banyak.. Aku merasa seperti melayang dengan kata-katamu." Sambut Fara sambil tertawa lepas.



Melihat ekspresi Fara hati Riyan semakin panas. Dari tatapan matanya terlihat begitu jelas kekesalan yang sedang dia rasakan saat itu. Dengan tatapan yang begitu tajam, Riyan menatap Fara sambil bergumam di dalam hatinya.


"Dia benar-benar keterlaluan.. Bisa-bisanya dia bersikap seperti itu di depan mataku. Apa dia pikir aku ini patung yang tak bernyawa..?"


"Ra,, kamu tu harus tahu siapa Robert. Dia tu laki-laki yang pandai berkata-kata untuk merayu wanita." Sambung Anita mengingatkan Fara.


"Malah aku tu suka banget sama cowok yang pintar merangkai kata-kata. Asalkan semua kata-kata itu dari hatinya." Jawaban Fara yang membuat Riyan semakin kesal.


"Asal kamu tahu Ra. Aku mengatakan semua itu dari dasar hatiku yang paling dalam. Wanita sesempurna kamu, tidak akan mungkin di permainkan laki-laki. Terutama aku yang sudah siap mempertaruhkan jiwa ragaku untukmu seorang." Robert berkata-kata tanpa ada rasa malu dengan beberapa kakak sepupunya.


"Dasar laki-laki penuh drama.. Memangnya apa yang bisa kamu berikan sama Fara?" Ketus Anita yang selalu merasa risih dengan Robert yang sok ganteng.


"Aku akan berikan apapun yang dia mau. Termasuk bulan yang tinggi di atas sana."Jawab Robert yang membuat Cleo langsung memukulinya.


Karena tidak sanggup melihat sikap Fara yang menurutnya begitu kelewatan menanggapi gombalan Robert, Riyan pun langsung berdiri dan melangkah pergi tanpa berkata-kata. Melihat sikap Riyan yang seketika aneh, membuat Rena dan beberapa temannya jadi bingung. Namun mereka sama sekali tidak bertanya, di saat melihat Riyan melangkah menuju arah toilet.


Riyan begitu kesal mendengar gombalan Robert yang langsung di tanggapi Fara. Dia benar-benar tidak bisa mengontrol kemarahannya melihat Fara begitu keterlaluan bersikap seperti itu di depan matanya. Dan dia sama sekali tidak menyadari, kalau ternyata Fara melakukan semua itu, hanya untuk membalas apa yang sudah dia lakukan.


"Aaaw... Kamu kenapa sih..? Cemburu ya kamu? Makanya jadi cewek ngga usah jual mahal. Sudah aku gombalin sejak dulu, tetap saja gengsi." Ujar Robert yang membuat teman-temannya kembali terkekeh.


"Hahahaha... Tu Cleo, secara tidak langsung dia sudah menembakmu." Ujar Kristin sambil terkekeh.


"Bosan aku mendengar kata-kata palsunya. Bagaimana aku bisa percaya, siang dia gombalin aku, eh malamnya jalan sama cewek lain." Ujar Cleo yang membuat teman-temannya semakin tidak bisa menahan tawa.


"Hahahaha... Makanya, jadi laki-laki itu harus komitmen. Jangan plin-plan." Sambung Anita dengan suara tawa yang terdengar sedikit keras.


"Sudah.. Ayo makan dulu! Urusan cinta nanti setelah sudah selesai makan." Sambung Prisil sambil terus menyantap makanannya.


Selesai makan, Riyan dan teman-temannya langsung duluan pergi. Sedangkan Fara masih betah bersama teman-temannya bercanda gurau tanpa memperdulikan Riyan yang sudah melangkah pergi. Tapi tiba-tiba terdengar bunyi pesan masuk dari ponselnya yang berada dalam genggamannya. Tanpa menunggu lama, Fara langsung membuka pesan masuk yang ternyata itu dari Riyan.


-"Aku tunggu di rumah." Isi pesan dari Riyan.


Tanpa membalas pesan dari Riyan, Fara langsung memasukan kembali ponselnya ke dalam tas. Kemudian dia kembali fokus dengan teman-teman yang masih terus mengobrol. Mereka terlihat begitu dekat dengan Fara, walaupun belum lama mengenali sosok cantik itu. Bukan hanya cantik. Tapi Fara juga adalah orang yang sangat ramah. Dan itulah yang membuat dia mudah mendapatkan teman.


"Kita pulang sekarang yuk!" Ujar Anita.


Dalam perjalanan pulang, Fara berpikir untuk tidak pulang ke rumah. Dia tidak ingin ada pembicaraan antara dia dan Riyan. Karena dia sudah bisa pastikan, Riyan akan menyangkal semua yang dia dengar dari teman-temannya. Tentang masa lalunya bersama Rena.


"Nita,, bisa ngga aku nginap di apartemen kamu malam ini?" Tanya Fara sambil menoleh ke arah Anita yang duduk tepat di sampingnya.


"Ya bisa dong.. Malah aku senang banget kalau kamu mau menginap di apartemen aku. Biar sebentar malam nanti, aku punya teman ngobrol." Jawab Anita sambil tersenyum bahagia.


"Cleo,, aku turun di rumah Nita saja. Aku mau nginap malam ini di apartemennya." Ujar Fara sambil menatap Klara yang sedang fokus menyetir.


"Oke,, kalau gitu aku juga nginap di apartemen kamu ya Nit.. Aku juga mau mengatakan Fara ke bandara besok pagi." Ujar Cleo penuh semangat.


"Oke,, biar kita sama-sama mengantarkan Fara pulang. Kamu juga nginap ya Sil..!" Ujar Anita.


"Iya aku juga mau nginap di apartemen kamu. Tapi aku harus pulang dulu buat izin sama kakak aku." Jawab Prisil.


"Nanti aku antar ke rumah kamu. Setelah itu baru kita sama-sama ke rumah Nita." Ujar Cleo.


Fara sangat bahagia memiliki teman seperti teman-teman barunya itu. Mereka selalu ada di saat Fara sedang ingin di temani. Dukungan juga candaan teman-temannya dengan sekejap dapat mengurangi sedikit kesedihan yang sedang dia alami saat itu.


Sedangkan Riyan yang sudah terlanjur sakit hati atas apa yang dia saksikan tadi, sedang berdiri di depan apartemennya menunggu kedatangan Fara yang tidak kunjung ada. Dia sudah tidak sabar untuk menanyakan sikap Fara yang menurutnya sangat tidak pantas. Rasa cemburu Riyan yang begitu besar, membuatnya sampai tidak bisa untuk tenang.