
Ini gila!
Anyelir tidak habis pikir, kenapa pria tua yang dia segani serta hormati itu ternyata buang keladi dari semua rasa sakit hati yang selama ini di deritanya.
Sialan! Kalau saja Anyelir tahu dari awal mungkin dia tidak akan sudi menerima pernyataan cinta palsu yang di lontarkan oleh Putra Mahkota abal abal sialan itu. Walaupun sebenarnya dia juga ragu saat mengambil keputusan saat itu, hanya karena tidak ingin orang lain merasakan sakit hati yang sama sepertinya karena ditolak cintanya, akhirnya Anyelir berusaha membuka hati. Dan setelah berusaha setengah mati melupakan masa lalu dan perlahan membuka hatinya lagi, Erlan keparat itu malah melakukan hal yang membuat dirinya ingin sekali menguliti pria jahanam sialan keparat ****** itu sekarang.
"Ibunya Erlan meninggal saat Helena berusia 1 tahun. Istri pria sialan itu menderita sakit dan tidak lama dia meninggal. Aku tidak tahu sakit apa, yang jelas setelah kematiannya Ayahku juga menyusul." ungkapnya lagi.
Anyelir merasakan ngilu didalam hatinya, dia terus saja menatap Ethan yang tengah menunduk dalam. Sang princess tidak tahu apakah pria berwajah tegas dan berbulu banyak itu menangis dalam diam atau hanya merasa terpukul karena mengingat hal pahit yang sudah dia pendam selama belasan tahun.
Grep!
Tanpa peduli apa pun Anyelir memeluk kepala Ethan dari arah belakang. Kedua kalinya dia biarkan menjuntai di atas lantai, sementara kedua tangannya membelit leher pria yang masih terduduk lemas di lantai mahal istana Al Faruq.
"Kenapa kau tidak bilang yang sejujurnya saat itu. Mungkin kalau kau mengatakannya aku tidak akan membencimu dan menyumpahi mu yang tidak tidak saat itu," lirihnya.
Dekapan Anyelir kian nengerat, sungguh saat ini dia tidak peduli dengan statusnya yang masih menyandang sebagai calon istri dari putra Mahkota keluarga Al Faruq. Mungkin kalau mereka ketahuan dalam posisi seperti ini, hukuman cambuk atau bahkan hukuman gantung akan mereka terima.
"Itu yang mereka harapkan. Kau membenciku dan Pria sialan itu memanfaatkan situasi, dia datang ke padamu seolah menjadi penawar luka. Padahal dia sendiri luka itu dan kau tidak akan menyadarinya!" ucapnya miris.
"Iya, kau benar, aku tidak menyadarinya. Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan, apa aku harus memutuskan hubungan sialan ini besok atau-,"
Ucapan Anyelir terhenti saat melihat Ethan berbalik, pria itu melepaskan belitan tangan Anyelir dengan lembut. Menggenggamnya lalu membawa tangan seputih porselen itu ke arah bibirnya sendiri.
"Apa kau bisa memutuskan hubungan itu tanpa ada alasan yang jelas? Biarpun kau mengatakan apa yang kau lihat tadi, aku yakin orang orang sinting di istana ini tidak akan percaya, apa lagi harus melepaskan mu begitu saja. Kau butuh bukti yang kuat agar terbebas dari ikatan sialan dengan bajingan itu!"
Susah payah Anyelir menelan salivanya, dia terdiam mencerna apa yang di ucapkan oleh pria yang tengah menatap dalam padanya saat ini.
Ethan terkekeh, dia sampai tidak berkedip melihat wajah kesal penuh amarah yang tengah Anyelir tunjukan saat ini. Gadis itu bahkan berulang kali menghirup udara lalu menghembuskannya perlahan.
"Oke, setelah kau tahu alasanku kenapa aku selalu menolak ungkapan cintamu, sekarang apa bisa kau kembali pada-,"
"Ssstttt- tidak semudah itu, mohon maaf." selanya cepat.
Sudut bibir Anyelir terangkat, menampilkan senyuman sinis dan masih dalam mode ganas.
"Why?" tanya Ethan tidak sabaran.
"Setelah kau memasukan ******* ke istana ini dan ke kamarmu, kau pikir aku mau. Enak saja, bersihkan dulu sisa ja*lang sialan yang masih menempel di tubuhmu. Itu pun kalau kau bisa, kalau tidak ya maaf saja aku akan mencari Ethan yang lain, bye!" Anyelir menyentak tangan Ethan yang masih mengusap lembut punggung tangannya dan berlalu pergi keluar dari kamar jahanam ini dengan langkah mengedap ngendap seperti maling.
"Dasar, kau pikir aku seperti calon mantan tunangan mu yang sialan itu!" Ethan menggeleng dramatis. Dia bangkit dan duduk di tepi tempat tidur dengan senyuman tipis, kedua matanya terus saja terarah pada pintu kamar yang masih terbuka sedikit.
"Aku akan mengambil milikku kembali. Karena sampai kapan pun dia adalah milikku!" tekadnya.
IYA BANG IYA AKU CUMA MILIK KAMU😘😘
OTW NENG