
pagi hari pun tiba.
wanada "aku boleh mengunjungi mu setiap saat."
aku "tunggu sebentar WAN."
"akhir dari peperangan ini sudah terlihat"
wanada "aku mungkin tak bisa memenuhi keinginan mu itu."
aku pun merasa hidup ku lebih bahagia sejak pagi itu.
brendi pun datang ke kos ku pagi itu.
brendi "sepertinya aku tak asing dengan bau parfum ini."
aku "sudah lah brend."
"apa tujuan mu datang pagi pagi kesini.?"
brendi "Jogja holic ingin bertarung dengan kita lagi."
"boleh lah aku menjadi pembalab-nya."
aku "lakukan saja."
"kalau kalah baru aku yang akan maju."
sebuah tantangan dari Jogja holic datang. ini adalah awal dari mimpi buruk kami.
kami menyiapkan semua persiapan untuk meladeni Jogja holic.
Mitsubisi Galant menjadi andalan dari brendi.
Sigit "kalau kau kalah. kau berarti bodoh."
Adam "aku setuju dengan mu git."
brendi "maksut kalian.???"
Sigit "mobil ini sangat sempurna."
"test Drive yang di lakukan DK semalam membuat kami tahu seberapa besar power mobil ini."
brendi "iya - iya aku akan menang."
Sigit "brend kalau menang boleh....."
hehehe.
brendi "ambil semuanya."
"adik mu seminggu lagi pulang dari Jepang kan."
Sigit "iya brend. dia akan menggantikan ku menjadi kepala mekanik di sini."
Adam "kami perlu melihat dulu kemampuannya."
Sigit "dia magang di tim Nascar Jepang."
"dan dia lebih pintar dari ku."
saat semua sibuk mempersiap kan balapan.
aku memilih menghabiskan waktu dengan Wanda.
7hari kemudian.
Wanda "sepertinya ada balapan besar besaran."
"kenapa kamu malah mengajak ku kencan.?"
aku "gak mau.?"
Wanda "mau dong.!!!"
aku "bagaiman dengan keadaan kepala mu."
"aku sangat bosan kalau hanya duduk di belakang meja."
aku "tapi aku lebih suka jika kamu bekerja sebagai staf."
Wanda "akan ku turuti saat kau menjadi suami ku."
aku "WAN aku manusia hina. dan umurku terpaut 8 tahun dengan mu."
"apa itu tak masalah."
Wanda "kita itu memeilih pasangan jangan hanya berdasar pikiran."
aku "apa keluargamu tak papa."
Wanda "aku lah yang menikah dan menjalani hubungan ini. bukan mereka."
aku "namun saran keluarga harus slalu di pertimbangkan."
Wanda "yuk nonton balapan nya brendi?"
"mau ?"
aku "kali ini aku trima ungkapan menghindar mu."
"namun besok....kita harus membahasnya dengan serius."
Wanda "oke........"
kami pun menuju lokasi balapan brendi.
sesampainya di sana, kami memilih melihat nya dari kejauhan.
saat itu brendi berhadapan dengan pembalap utama dari KKM yakni Toni.
Toni "apa aku harus membiarkan mu lewat dulu."
brendi "ku harap kau tak meremehkan ku."
Toni "bukan meremehkan namun kita itu beda strata bos JAC..!!!!"
brendi "aku disini tidak menerima jamuan makan malam kan.?"
"baiklah." ujar Toni..
entah kenapa tiba tiba hati ku merasa gelisah.
Wanda "kau kenapa ???"
"jadi pengen balapan.?"
aku "tak tahu. entah kenapa hati ku terasa gelisah dan tak tenang."
Wanda "jika kau takut....alangkah baiknya kau menggantikan posisi brendi."
saat aku melihat brendi hati ku malah terasa berdebar.
start pun di lakukan.
gadis start melepaskan sapu tangan nya. waktu itu brendi setart dengan sempurna.
namun aku melihat Roni sengaja memberi jarak pada brendi.
pikiran dan hati ku semakin menjadi jadi ketika melihat itu.
aku "WAN tunggu di sini aku akan melihat keadaan brendi."
aku pun memutuskan untuk menuju garis finis.
kerumpunan penonton membuat ku susah untuk mengeluarkan mobil.
Sigit yang ada di garis finis teriak kegirangan saat melihat brendi pasti akan memenangkan balapan ini.
namun..........
bersambung........