XXX

XXX
aku masih bisa


Ketika dia belum mendarat dari lompatan, ak menendang nya di bagian perut nya dengan kras.


Badan ku terpental karna tendangan itu keras. tubuh ku juga di ambang batasnya


aku terbaring di dekat brendi yang Ter engah-engah karena kecapekan dan kesakitan


"Jika bersambung apakah bisa"


ujar brendy sambil tersenyum.


" aku pun juga sangat berharap dengan hal itu"


Tendangan kaki kanan dengan kuda-kuda 160 drajat. Pak Toha seakan tak asing dengan tehnik itu.


teiming tepat saat musuh bergerak maju.


"serangan adu depan."


"dikombinasikan dengan Tendangan torpedo ya"


"Tekhnik yang membuat ak mengingat masa lalu"


ujar pak Toha


Riski tergletak tak bergerak setelah menerima tendangan ku.


"hehehe"


jawaban ku dengan senyuman penuh darah


"Boleh pak saya melanjutkan ini"


ujar Rizal (tangan kanan pak Toha)


Pak Toha  "pemuda ini penuh tekat."


"ketika mata nya masih terbuka dan kesadaran masih menempel pada dirinya."


"Aku yakin dia takkan mundur selangkah pun"


senyum lebar keluar dari bibir ku.


aku pun berdiri untuk melanjutkannya.


Dan serangan rizal pun di mulai, tendangan menjadi serangan pembuka untuk duel dengan sisa tenaga yang tersisa


DUMBBB!!!!!!


Perut ku terkena.


Sesaat mata ku samar dan berkaca-kaca.


dan 'bruuukkk'


aku terjatuh lagi.


Dengan perjuangan aku kembali bangkit.


Saat pukulan kedua mulai menghantam, aku juga membalasnya dengan hantaman tepat di tangan nya.


Karna muka dan tubuh nya tidak berada di jangkauan serangan ku.


Tubuh ku yang mati rasa tidak merespon rasa sakit dari adu jotos itu.


Karna mungkin sudah terlalu banyak rasa sakit dan luka ditubuh ini.


NAMUN............


Berbeda dengan Rizal,


awal nya dia tidak dalam keadaan terluka.


Dia Kaget menerima rasa sakit karna adu jotos itu.


Dan dia pun kaget juga dengan reflek dari ku yang ikut menghantam.


Dia pun menggenggam tangan kanan  nya dengan tangan kiri nya sambil meniupi tangan kanan nya.


DUSHHHH!!!!


BUGHHHH!!!!!


Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.


tiga serangan kombinasi ku menghajar Rizal dengan waktu yang singkat.


Awalan dengan pukulan tangan kanan.


dan ku lanjutkan dengan sikutan tangan kanan lalu ku akhiri dengan ayunan tangan kanan


BRUK!!!


Rizal tergletak.


sebelum aku siap.


ada hantaman bertubi menghujani ku dari belakang.


Akhir dari pertarungan ku selesai.


Para bawahan pak toha yang sudah bisa berdiri menghajar ku habis-habisan.


Tiba-tiba


Hujan pukulan itu berhenti karna rizal memukul para bawahan itu.


"APA APA-AN KALIAN"


"Ini duel ku. ini pertarungan ku"


ujar Rizal dengan marah.


Itu adalah pandangan terakhir dan pendengaran terakhir ku sebelum aku pingsan


akhirnya pak toha mengehentikan pertengkaran ini.


"bawa teman mu.?"


"masih mampu kan?"


kata pak Toha.


ketika itu hanya brendi yang masih mempunyai kesadaran.


"sepertinya tidak pak"


ucap brendi.


akhirnya kami di antar oleh anggota pak Toha ke rumah sakit terdekat.


karena brendi sebenarnya juga sudah mencapai batasnya.


sebelum sampai di rumah sakit brendi juga pingsan.


kami bertiga melakukan pingsan berjamaah.


Adam "entah kenapa aku merasakan sebuah kedekatan dengan mereka"


Rizal "apa dia teman kampus mu?"


"atau mungkin tetanggamu.?"


Adam "sudahlah!!!!"


"ayo kita kembali."


karena keadaan kita yang tergolong kritis kami di masukan ruang UGD


luka kami cukup banyak


darah kami keluar cukup banyak.


dan dari keadaan kami


aku lah yang paling parah, tulang punggung ku bergeser dan otot kaki ku ada yang bengkak parah.


see u........