XXX

XXX
pencuri di kantor polisi.


suatu cafe di daerah Maguwo


adam, vino, dan brendi bertemu lagi dengan Wanda.


"apa kamu mendapatakan sebuah petunjuk.?"


ujar Adam.


Wanda "ini agak sulit bagi ku."


"pangkat membuat ku tak bisa berbuat banyak."


"sepertinya dalang dalam masalah ini berpangkat tinggi."


"minimal adalah Kapolres. kita harus setidak nya mencari sekutu yang berpangkat setara, atau lebih baik nya lebih tinggi."


vino "kenapa kau bisa berasumsi seperti itu."


wanda "bukti rekaman cctv saat pencurian senjata adalah rekaman kosong."


"namun mereka melupakan-nya dengan hadirnya tersangka yaitu imam."


"sekarang semua rekaman cctv dan alat bukti lainnya menjadi sebuah alat bukti yang tak diperhatikan."


"mereka hanya berfokus pada tersangka beserta bukti senjata di rumahnya."


"alat bukti untuk kejadian hilangnya seakan di lupakan."


Adam "menurut mu apa mungkin alat bukti itu di hilangkan atau di buang."


Wanda "rekaman cctv bertahan sampai 7 hari."


"sepertinya rekaman itu masih melekat pada hardisk di kantor."


"itu pendapat ku."


vino "bagaimana kalau kita memastikan itu semua saat kita melihatnya secara langsung."


brendi "sepertinya saran mu cukup menarik."


setelah itu mereka menyuruh beberapa anak-anak untuk membuat keributan di sekitar kantor untuk pengalihan.


mereka pun melakukan cara seperti di rumah Edi.


ketika itu ada 2 klompok remaja yang sedang bentrok.


kami mengerahkan banyak masa ketika itu. hal itu agar mereka leluasa mengambil hard disk yang ada di kantor polisi.


saat anak-anak memulai aksinya. vino dan Fiki memanjat pagar belakang kantor. mereka mengganti hard disk yang ada di cpu cctv.


saat vino berhasil.


bumb......


listrik pun di padamkan.......


di tambah lagi rekaman vino dan Fiki meninggalkan kantor juga tak ada di cctv.


karena cctv nya ketika mereka meninggalkan kantor telah mati. lalu asumsi hard disk yang rusak bisa di sebabkan karena listrik mati.


setelah Adam dan brendi memastikan anak anak tak ada yang tertangkap. mereka pun meninggalkan lokasi.


esok harinya kami membuka rekaman cctv tersebut di rumah vino.


saat itu hanya ada aku, adam, vino, Fiki, dan brendi.


setelah melihat nya, kami menemukan 6 orang ognum polisi yang mengambil 6 senjata di dalam gudang.


satu polisi dengan satu senjata,itu akan membuat semua nampak tak seperti pencurian.


1 saat truk jalan dan cctv terlihat lagi


senjata tersebut sudah tidak ada lagi.


"dia sengaja membuat ini untuk membuat asumsi senjata di ambil ketika dia lengah dan meninggalkan senjata."


ujar Adam.


brendi "maksutnya dam?"


Adam "dia mebuat sebuah rencana cadangan untuk berjaga - jaga ketika kasus ini harus menguak proses hilangnya senjata."


"namun rencana cadangan ini tak berlaku karena tertangkap nya imam sudah lebih dari cukup untuk menguak segalanya."


aku "bagaimana kalau kita menangkap dan meng-introgasi salah satu dari mereka ber 6."


"kalau perlu ada ancaman."


vino "baiklah, aku yang akan memilih salah satu dari mereka."


"aku akan mencari tahu siapa dan dimana mereka tinggal."


aku "aku mengandalkan mu teman."


saat aku meninggal kan rumah vino.


Adam mengirim rekaman 6 orang itu kepada Wanda. Adam juga meminta pendapat Wanda siapa yang layak untuk di sergap. kemudian Wanda juga di tugaskan oleh vino untuk terus melihat pergerakan dari 6 orang tersebut.


namun kabar mengejutkan terdengar kala itu.


bang Togar tertangkap dengan tuduhan pengedar narkoba.


vino dan yang Lain pun bergegas ke rumah pak Toha....


aku sudah datang dulu ketika itu.


bersambung........