
esok hari pun tiba.........
aku dan teman teman menghadiri pemakaman Bu Maria.
saat itu baru pertama kali aku melihat pemakaman dengan pelayat yang sangat banyak.
karena aku datang. banyak anak JC yang memutuskan untuk datang juga.
tangisan dari para bawahan nya sangat terlihat kala itu.
tangisan nya mengisarat kan bahwa mereka tak ingin dia di tinggalkan oleh Bu Maria.
pak Ucup, pak Arya, dan pak sultan juga terlihat sangat sedih akan kepergian beliau.
saat semua pelayat meninggalkan kan kuburan nya.
pak Ucup, pak Arya, dan pak sultan masih berdiri di depan makam Bu Maria.
pak sultan "ku harap kau juga melihat kemenangan ini.'
"kemenangan dan cita cita kita dari dulu akhirnya terwujud mar."
pak Ucup "Samapi kan salam ku pada Ruly dan Hasan."
pak Arya "maaf kan aku mar. karna ku kau harus mati."
"seandainya aku tak menyuruh mu menyusup ke kubu Anwar."
"mungkin kau tak mati."
setelah dari makam Bu Maria. pak sultan menyuruh ku menemui nya di kraton.
beberapa menit kemudian.....
aku pun Sampai di tempat pak sultan.
saat aku masuk ruang kerjanya. pak Ucup dan pak Arya ada di dalam ruangan tersebut.
pak sultan "selamat dek."
"akhirnya cita-cita kami terwujud."
"ayah mu pasti senang melihat mu."
"kalau Hasan aku tak tahu."
hahahaha
aku "trimakasih pak."
"ini semua juga berkat bantuan dari kalian semua."
pak arya "saat ini kau boleh menjalin hubungan mu dengan polwan itu lagi."
"aku tak menghalangi nya lagi."
pak Ucup "karena raja hakikinya bebas."
HAHAHAHAHA
pak sultan "aku hanya ingin menyampaikan sesuatu pada mu."
saat sikatan mengucapkan kalimat itu. raut wajah dari 3 orang yang menjadi panutan ku menunjukan wajah sedih dan serius.
aku "tentang Maria"
pak sultan "ku harap kau menambahkan sapaan Bu, kalau kau menyebut nama itu."
aku kaget melihat respon beliau.
aku "iya pak."
pak sultan "dia adalah kualisi kami."
"dia adalah sahabat ayah mu."
"atau bahkan orang yang mencintai ayah mu sampai akhir khayat nya."
aku "maksut bapak ???"
pak sultan "aku memutuskan menunggu mu dan membentuk birokrasi untuk membuat jalan mu mudah meraih posisi puncak."
"Ucup melatih dan mencari sekutu, Arya membantu ku dan mengamati kota ini."
"lalu maria memiliki tugas paling sulit."
"hanya kami bertiga yang tahu akan hal itu."
"ini kami lakukan untuk menjaga nyawa nya tetap aman."
"mungkin dia orang yang paling percaya bahwa kelak ada TDK baru yang akan memimpin pasar gelap kota ini."
"tentunya dengan sistem dan pemikiran TDK yang lama."
"kau ingat ketika kau menuju ke rumah di daerah Imogiri untuk membunuh Anwar."
aku "iya pak. aku hampir mati di sana."
pak sultan "kau di lempar pistol oleh seseorang kan?"
aku "iya pak aku ingat."
pak sultan "itu adalah rumah Maria. dan yang melempar kannpistol ke arah mu adalah Maria."
"Maria pun juga yang memberi tahu lokasi keberadaan mu."
"dia juga yang menghubungi grey. dia juga orang pertama yang melihat mu masuk ke rumahnya sebelum kau ketahuan."
"dia juga orang yang menjadikan grey menjadi sekutu kita."
"lokasi dimana Anwar slalu mudah untuk kita lacak karena ada nya Maria."
entah kenapa air mata ku keluar dengan sendiri nya. aku tak sempat mengucapkan terimakasih pada beliau.
sampai mati pun aku masih menganggap beliau musuh.
pak Ucup "Maria sangat mencintai ayah mu. namun dia tetap menjaga cinta nya walau ayah mu memilih Sofia."
"sebenarnya Maria ingin sekali merawat mu."
"namun Hasan menolak nya."
pak Arya "dia pernah berkata pada ku. jangan buka kedok ku sampai Syadam menjadi raja kota ini."
"aku sempat menyuruh nya untuk menyudahi penyamaran nya. namun dia menolak."
"dia ber anggapan akan lebih baik jika ada penyusup di kubu Anwar."
pak Ucup "dia dulu adalah gadis penghibur. suatu malam dia memiliki seorang tamu."
"saat itu aku, Arya, Anwar, dan Ruly belum memiliki aliansi atau pun sekutu."
"Ruly melihat dia di tampar oleh tamunya."
"dia juga di ludahi layaknya anjing liar."
"saat itu tanpa banyak pertimbangan dia menghajar pria itu."
"kami ber empat kalah telak. kami di buang di belakang cafe tersebut."
"lalu kami di hampiri oleh tedi. dia adalah ayah Toha. dia ingin memasukan kami menjadi tangan kanan nya."
"percakapan itu di dengar oleh Maria"
"saat kami memiliki aliansi kami menyerang cafe tersebut dan ingin menjadikan wilayah itu menjadi wilayah kami."
"saat pertempuran Ruly melihat Maria hampir mati karena di tendang oleh salah satu securiti cafe. Ruly pun datang menyelamatkan nya lagi."
"maria pun bertanya kenapa dia menyelamat kan nya. dia berasumsi Ruly Inging meniduri nya."
"namun ruly menjawab."
'aku hanya memandang mu sebagai wanita. mata ku tak suka melihat seorang ibu di lukai.' hanya itu alasan ku.'
"akhirnya dia masuk dalam klompok kami hingga sekarang."
pak sultan "aku ingin kau dan petinggi munmemakai ini untuk deklarasi mu."
sebuah kaos dengan tulisan pahlawan JC.
dan kaos itu bergambarkan foto Sigit dan bu maria.
aku "baik pak dengan senag hati."
"tolong bantu aku menyusun aturan baru kota ini."
mereka bertiga hanya tersenyum ketika aku meminta bantuannya.
bersambung..........