XXX

XXX
persiapan duel besar.


aku akhirnya memutuskan akan menerima tantangan dari Anwar. walau tantangan itu belum datang.


mungkin hal itu di sebabkan petarung dari Anwar masih dalam kondisi terluka.


aku memanfaat kan hal itu dengan latihan. aku dilatih oleh para ajudan dari Sultan. aku juga di latih oleh orang yang bertugas melatih para prajurit kraton.


tendangan kombo dan tendangan bayangan adalah tekhnik baru yang kudapat dari pelatihan dengan sultan.


tendangan combo adalah tendangan kombinasi dari tendangan ke arah samping. lalu di lanjutkan lompatan dengan tendanga lutut. dan di akhiri tendangan berputar atau tendangan ke arah depan., tergantung posisi lawan.


tendangan bayangan adalah tekhnik dimana kita terus nendang tanpa menjatuhkan kaki. memang kaki yang di jadikan kuda kuda-nya harus kuat. hal itu karena satu kaki itu akan menahan berat tubuh kita selama beberapa detik. dan jika memungkinkan di akhiri dengan sebuah lompatan yang merubah kuda kuda dari kaki kiri menjadi kaki kanan atau sebaliknya.


lalu kaki yang di jadikan kuda kuda sebelum nya kita dorong kedepan atau berputar. untuk menjadi sebuah tendangan penutup.


disana aku juga di ajari ilmu tenaga dalam. karena memang kraton adalah tempat di mana ilmu raja terdahulu di wariskan.


sebuah pukulan penghancur seperti ajian Sukmo jiwo juga di ajarkan pada ku.


namun prosesnya tak sama dengan Sukmo jiwo, walau efek dan hasil pukulannya hampir sama.


aku melakukan latihan selama 2 Minggu.


kemudian kabar tantangan pun akhirnya ku dengar.


orang yang mengetahui lokasi ku hanyalah pak Ucup.


namu bukan hanya kabar itu yang kutrima.


kabar mengenai sembuhnya Wanda juga ku dapat.


aku kembali ke bengkel.


vino "dek kau yakin dengan tantangan Anwar."


Adam "kau harusnya tahu, dengan siapa kau berbicara."


brendi "sudah lah vin."


Adam "2Milyard.ini uang yang terkumpul."


"aku yakin kau ingin menambahkan bumbu dalam setiap masakan yang kau masak sendiri."


aku "kau memang tahu bagaimana aku dam."


akhirnya pak ucup, Aan dan bang Togar menemui salah satu dari bawahan Anwar.


beliau menyampaikan bahwa kami menerima tantangan dari nya dan juga kami ingin uang 2 milyar menjadi tambahan taruhan duel ku melawan teo. lalu pemegang uang taruhan harus kami. jika tidak menerima semua syarat itu kami menolak tantangan tersebut.


kami pun juga menentukan tempat duel-nya


Anwar menyetujui semua syarat dari kami.


waktunya pukul 20.00, 3 hari kedepan.


tempat nya adalah gedung olah raga UGM.


sebelum pertandingan pak Toha mengadakan diskusi di rumah nya bersama para petinggi JC.


"jaga setiap area dari gedung."


"jangan buat penampilan yang mencolok."


"buat dia tak mengetahui kita mengepung lokasi tersebut."


Adam "bagaimana kalau kita membuat satu klompok yang mencolok agar mereka fokus pada klompok tersebut."


bang Togar "aku stuju dengan hal itu."


aku merasa senang saat itu. aku melihat semua anggota kini mempunyai segudang pengalaman. banyak nya pertarungan membuat kami menjadi klompok yang solit dan kompak.


hari duel pun tiba.


klompok Anwar masuk dari depan gor.


Bobi "kau memilih lokasi yang luas ya."


grey "namapak-nya kalian memilih tempat yang layak untuk sebuah pertempuran besar."


vino "kau pun juga sama kan."


"ku yakin kalian juga mempersiap kan semua kemungkinan terburuk."


bang Togar "bisa kau serahkan uang-nya."


Nugroho "apa maksutmu???"


"kau pikir kami kabur dan takut"


grey "turuti saja."


kami melakukan penghitungan unag dengan saksi dari kedua kubu.


setelah selesai mereka pun masuk dalam gedung. saat mereka masuk mereka kaget setengah mati.


karena melihat banyak nya penonton dan polisi yang berjaga.


pak Toha "kalian tak keberatan kan???"


"ini sebuah duel menentukan pemimpin Jogja yang baru.."


"tak ada salah nya rakyat Jogja juga berhak melihat calon pemimpin kegelapan kota ini."


Raden Aryo "aku sama sekali tidak keberatan."


pak Aryo dan para petinggi jogja holic duduk di bangku penonton.


kami membuat pintu depan untuk anggota Jogja holic.


pintu belakang untuk penonton dan para polisi.


bersambung........