
AKU PENGEN HIATUS COK
.
.
.
.
"YANG MULIA RAJA RUDOLF MEIN LIAS VON LOHENGRAME DAN KELUARGA KERAJAAN MEMASUKI RUANGAN"
begitu mendengarnya, seketika semua orang yang berada di dalam ruangan itu membungkuk dan memberi hormat kepada keluarga kerajaan.berjalan melewati ruangan, keluarga kerajaan duduk di singgasan khusus yang berada di depan tengah ruangan.sang Raja mengangkat tangannya tanda untuk bangkit.seketika semua orang kembali berdiri dengan tegap walau kepala masih di tundukam sebagai penghormatan kepada keluarga kerajaan.
"terima kasih karena kalian semua berkenan hadir di pesta ini.untuk menyambut musim dingin yang telah blablabla blablabla blabla.....
"...kalau begitu mari kita pula pestanya." begitu selesai berpidato, sang Raja menepuk tangannya.
prok! prok! prok!
🎶🎶🎶🎶~
🎶🎶🎶🎶~
musik dansa terdengar membuat para tamu yang berada di sana mulai berkumpul di lantai dansa dengan pasangan masing-masing mulai berdansa mengikuti irama.
dansa pertama di mulai oleh pasangan Yang Mulia Raja dan Ratu.selesai kedua sejoli itu berdansa, selanjutnya para orang tua yang ikut berdansa setelah itu para anak muda.biasanya, ajang pesta dansa seperti ini bagi generasi muda adalah waktu yang tepat untuk mencari pasangan.
Ravier, yang entah bersembunyi dimana menghindari undangan dansa para gadis bangsawan, meninggalkan Aarin yang hanya bersadar pada dinding melihat ke arah mereka berdansa.
'lagu paan nih? asikan yoru ni kakeru versi jedag jedug' batin Aarin.
sambil terus menghela nafas karena merasa bosan, Aarin hanya memandangi para orang tua yang sedang berdansa.Duke Xevinch dan Duchess Xevinch benar-benar terlihat sepertu pasangan serasi walau saat di rumah sering terjadi perang dingin tapi memang tidak bisa di pungkiri mereka berdua saling melengkapi satu sama lain.
dari arah lain, ada seseorang yang mendekati Aarin walau tidak di sadari oleh Aarin itu sendiri.
"permisi Nona, apakah anda berkenan berdansa dengan saya?" tanya sopan orang itu sambil membungkukkan badannya dan memegang tangannya layaknya seorang gentleman.
lalu tidak lama datanglah sebuah hidayah padanya.
"dengan senang saya akan- ugh!" baru saja ingin menjawab, Aarin tiba-tiba terserang sakit perut.Reinhard yang melihat Aarin kesakitan sambil memegang perutnya tentu saja panik.
"apa yang terjadi?? apakah itu sakit?? bagaimana jika kita ke dokter sekarang??" panik Reinhard.
"t-tidak perlu.saya sepertinya hanya terlalu banyak makan tadi.tidak perlu di risaukan.kalau begitu permisi, saya hendak pergi ke toilet" dalam sekejap Aarin pun pergi
\=\=\=\=
'hehe, jangan remehkan orang yang sudah hidup dengan tipu daya sobat' yah, tadi itu hanya lah akting.saking alaminya akting Aarin bahkan Reinhard pun tertypu.memang Aarin panutanku.wakakakak anak kesayangan ku nih bosss.
awalnya Aarin memang berjalan ke toilet.tapi tiba-tiba dia berhenti dan berpikir.
'lah? ngapain aing ke toilet beneran?? mau bab angin?? pindah haluan pindah haluan' dan dia pun berbelok menuju taman istana.
di taman istana, bulan puranama bersinar terang, menumpahkan cahayanya membuat dirinya sungguh indah.di tengah taman yang di kelilingin bunga itu, ada sebuah air mancur besar.air nya yang mengalir dengan tenang memantulkan cahaya bulan.
Aarin pun terpikat untuk mendekat ke air mancur itu.duduk di pinggirannya, Aarin memandang pantulan bulan da wajahnya dari air.
tanpa di sadari, ada seseorang dengan senyap mendekati Aarin.
puk!
"AYAM AYAM KAMBING AYAM TERBANG!!" terkejud Aarin di buatnya.dengan kesal, Aarin menengok ke arah orang yang membuatnya terkejud itu.
"kau......!"
\=\=\=Bersambung\=\=\=
author timee
NAH AKU UP NIH!! DAHLAH AKU MAU NUGAS LAGI!! BAY