WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!

WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!
eps.29 (26 sisi wibunya Aarin kumat)


jatah jatah jatahhhh


.


.


.


.


-Aarin prof-


bosen


bener-bener bosen


BOSEEEEEENNN


GABUUUUUTTTT


hari minggu Akademi libur


dan ini masih pagi pula


pagi-pagi udah gabut aja


tak ada yang bisa di rusuhin, tak ada yang bisa di ajak main dan tak ada yang bisa di ajak gelud.


Orin lagi latihan


Emilia lagi belajar


Vier lagi ada misi diluar Akademi


Reinhard? meh, lupakan makhluk itu.palingan lagi ketemu ama protagonist.


biasa lah male leader pertama.


aku gabut


benar-benar gabut


"tanpa teman, hanya sendiri, di kamar ini." Aarin pun mulai meracau


"masih ada aku loh Rin~" tegur Mill


ah iya masih ada Mill


aku hanya berguling-guling di tempat kasur layaknya telor gulung yang mau digulung.


gabutnya


apakah tak ada yang bisa kulakukan???


merasa bosan, aku mulai bermain-main dengan sihir api milikku.


bodo amat kebakaran, lagi bosen aku.


tapi tiba-tiba....


'ting!'


aku dapet ide bagus


"Mill Mill Mill, ke hutan yok." ajak Aarin


"mmm baiklah ayo!!"


begitu mendapat jawaban, Aku pun langsung menggendong Mill lalu meletakkannya di kepalaku.


kenapa?


suka aja


Mill juga gak protes


ah iya


tidak lupa juga Aku membawa beberapa makanan simpananku untuk saat di hutan nanti.


setelah memasukkan makanan ke dalam tas selempang, Aku mulai membaca mantra untuk sihir teleportasi.


di bawah kakiku pun muncul sebuah Rune.


*Rune: lingkaran sihir



sinar biru pun mulai muncul di sekitar ku layaknya petir kecil-kecil.


seketika Aku beserta Mill pun menghilang dari kamarku hanya menyisakan sisa-sisa cahaya biru itu yang mulai menghilang juga.


-normal prof-


yep, itu Aarin yang di kepalanya ada Mill.


saat ini mereka berada di tengah-tengah hutan yang berada di pinggir kota.


hutan lebat tak berpenghuni yang dipenuhi hewan buas.


tenang aja masih hewan buas, hewan sihir dan hewan iblis itu adanya di Black Forest.jadi Aarin bisa melakukan hal-hal di sini tanpa takut diserang.


yahh palingan kalo ada hewan buas mau nyerang tinggal bunuh aja.


easy kan


back to story


begitu sampai Aarin pun mencari tempat yang cocok untuk melepas ke bosanannya.


saat berjalan-jalan ke dalam hutan, dia melihat sebuah tebing batu.


Aarin yang gabut pun langsung memiliki ide cerdas.


ia menurunkan Mill dari kepalanya dan menaruh tasnya agak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.


setelah itu dia mendekat ke tebing itu, lalu....


"EXPLOSION!!!"


DUARRRRRR!!!!


Seketika sebuah rune sihir muncul di bawah tebing itu dan meledakkannya.tinggal lah puing-puing bekas tebing itu.


tebing yang malang


"hehehe, kek megumin njir.Wahahahahaha, akhirnya aku mengerti kenapa megumin suka meledakkan benda.ternyata semenyenangkan ini toh rasanya" ucap Aarin sambil tertawa tidak jelas.


Mill yang melihat kelakuan Aarin dari jauh hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan majikannya yang aneh dan mulai gak waras.


karna masih belum puas, Aarin pun mencari sasaran baru untuk di ledakkan.batu-batu besar, pohon, bahkan lahan kosong tidak berdosa pun di ledakkannya.


entah ini disebut psikopat ato gila, yang terpenting adalah...


gabut bisa membuat orang hilang akal dan melakukan hal-hal yang aneh.


"wahahahaha, meledak, meledak semuaaaa!!!!!" Aarin pun semakin gila.


karna kelelahan, dia pun berhenti meledakkan hal-hal yang ada di sekitarnya.


begitu melihat sekitarnya yang hancur berantakan, pohon yang terbakar dan tanah yang rusak, hati Aarin yang jahanam juga baik hati pun mulai bertindak.


"ealah nyet, siapa yang buat hutan asri dan sejuk ini menjadi kek gini? kek abis kena bom aja.ckckck, dasar makhluk kurang aja"


itu kamu nyet


Aarin mengeluarkan sihir cahaya miliknya untuk menumbuhkan pohon yang sudah terbakar, rumput yang sudah hangus dan memperbaiki tanah yang hancur dengan sihir tanahnya.


dalam sekejap hutan yang sebelumnya dalam keadaan yang memprihatinkan sekarang sudah kembali normal.


karna sekarang sudah selesai, Aarin pun menjemput Mill dan mengambil tasnya untuk kembali berjalan-jalan di dalam hutan.


semoga saja dia tidak meledakkan sesuatu lagi.


-bersambung nyet-


author timeee


jadi aku ada pertanyaan buat kalian semua.


gimana kalo author time ini, akan aku...


tiadakan


"NANI?!! WHY?!!!!"


yah gimana yah, keknya author time ini hanya memperpanjang episode aja.


lagian sebagai seorang reader juga, aku tu sering gak baca bagian bawah ini nah.


kalo bersambung yah, langsung kulewatin aja ke bagian komen.


jadi, kenapa aku harus ngetik author time disini.


paling gak ada yg baca, yakan.


tapi aku merasa author time ini sudah menjadi ciri khas novel ini.


makanya aing ragu-ragu.


ragu-ragu eaaa


menurut kalian gimana?


di tiadakan ato diteruskan?