WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!

WHAT?! I'M THE ANTAGONIST?!
eps.27 (24 anak terkutuk)


happy reading gays~


.


.


.


saat sedang mengobrol dengan Orin, tiba-tiba ruang kelas mereka menjadi sunyi.karna penasaran Aarin pun menolehkan kepalanya ke arah pintu masuk ruang kelasnya.


dia melihat, seorang gadis dengan telinga runcing berambut perak dengan mata berwarna lavender yang indah berjalan memasuki kelasnya.


'elf yah.mirip kek Emilia njir'


gadis Elf itu terlihat bingung mencari tempat duduk karena semua bangku di kelas hampir terisi kecuali...


"syuut syutt, sini sini.duduk sini aja" tempat duduk Aarin dan Orin saja yang masih kosong.maka dengan senang hati Aarin menawarkan untuk duduk di sebelahnya.


mendapat tawaran dari Aarin, gadis Elf itu pun berjalan ke arah bangku Aarin dengan gugup.


Aaein pun bisa mendengar banyak bisikan dan cibiran dari teman sekelasnya.


"eh itu gadis Elf yang di rumorkan bukan?"


"iya itu.gadis Elf berambut perak yang dikutuk itu kan?"


"hiii, jangan dekat-dekat dengan dia atau kita akan kena imbasnya"


"ck, kenapa sih dia harus masuk di kelas ini! mengganggu saja"


Aarin yang mendengar bisikan tetang- maksudku bisikan teman-teman sekelasnya pun yah bodo amatlah.


"anuuu, bo-bolehkah saya duduk disini?" tanya gadis Elf itu


"tentu saja.bagaimana menurutmu Orin? apakah boleh?" tanya Aarin kepada Orin


"terserah kamu saja Aarin" jawab Orin acuh


"idih, kamu ini yah...boleh aja kok kamu duduk disini.ayo ayo sini" ujar Aarin sambil menggeser tubuhnya dan menepuk-nepuk area yang masih kosong di sebelahnya.


"te-terima kasih" ucap gadis Elf itu


"hehe, tidak masalah~.ah iya, nama ku Aarin, dan di sebelahku ini Orin.namamu siapa?" tanya Aarin sambil menunjuk dirinya lalu Orin.


"na-nama ku Emilia.Emilia Anors" jawab Emilia sambil menunduk


"salam kenal yah, Emilia" ucap Aarin sambil menyodorkan tangannya


"sa-salam kenal juga Aarin" ucap Emilia sambil menyalami tangan Aarin.


'astoge, beneran Emilia njir'


(author: woy pembaca, gotong waifu mu sana.sedia karung aku)


setelah acara salam-salaman dan saling mengenal, akhirnya pelajaran pertama di Akademi di mulai.


jam pertama pelajaran, SEJARAH


"baiklah anak-anak, buka buku sejarah kalian bab 1 tentang sejarah kerajaan Loran"


saat anak-anak lain mulai membuka buku mereka, Emilia terlihat kebingungan mencari buku sejarah miliknya.


"ada apa Emilia?" tanya Aarin


"bu-buku milikku tidak ada" jawab Emilia gugup


"ah, kalau begitu kamu pakai saja buku milikku.aku akan belajar dari buku milik Orin, bolehkan Orin?" ujar Aarin


"kalau kau memaksa, ya boleh saja" ucap Orin


"nah, ini Emilia" Aarin menyodorkan buku miliknya dan di terima Emilia lalu...


"terima kasih Aarin" Emilia berterima kasih dengan menampilkan senyuman yang uwaw aduh e, kokoro menjerit-jerit minta karung.


'njir, the power of waifu.pantes Subaru kepincut ma Emilia' batin Aarin


"tidak masalah"


akhirnya mereka semua bisa belajar dengan tenang walaupun terkadang guru sejarahnya mencyduk beberapa anak yang mengobrol.


biasa lah pelajaran sejarah.


setelah pelajaran sejarah di lanjutkan dengan pelajaran ilmu sosial.


di mata pelajaran ini Aarin seeeeedikit membencinya.


bukan karna mata pelajarannya tapi karna gurunya.


gurunya itu seperti merendahkan anak-anak lain yang bukan bangsawan, itu sebabnya Aarin sedikit membencinya.


setelah pelajaran ilmu sosial, ada istirahat pertama selama kurang lebih 30 menitan.


"Orin Orin, ke kantin kah kita? aku belum pernah nyobain masakan kantin" ajak Aarin


"ayok lah, laper juga aku" ucap Orin


"Emilia juga mau ikut?" ajak Aarin kepada Emilia


"tidak usah" tolak Emilia


"ya sudah.jangan lupa makan yah.ayo Orin" Aarin dan Orin pun pergi menuju kantin.dalam perjalanan ke kantin Aarin dan Orin mengobrol tentang banyak hal.mulai dari tempat tinggal mereka, keluarga hingga hal-hal random seperti kenapa kucing berkaki empat pun mereka bahas.


sampai di kantin, mereka di suguhkan dengan pemandangan kantin yang rapi dan bersih juga.....


ramai


yaps, ramai sekali


benar-benar ramai


karna di kantin itu ramai, mereka berdua pun memutuskan untuk kembali ke kelas dan memakan roti isinya di sana.


saat dalam perjalanan kembali ke kelas, telinga Aarin yang peka dan kepo menangkap suara beberapa orang yang sepertinya adalah perempuan dengan nada bicara yang sarkatis.


karna kepo, Aarin pun mengajak paksa Orin untuk menuju ke sumber suara.


saat sampai di sumber suara, mereka melihat beberapa anak.perempuan yang sepertinya bangsawan sedang membully....


waifu kalian, yaitu Emilia


"hei, kenapa kau masuk ke Akademi ini? harusnya kau itu di asingkan saja.berada di tempat yang sama denganmu membuatku jijik" ucap perempuan satu sambil menampilkan wajah jijiknya.


"humph, dasar anak terkutuk.kau itu hanyalah pembawa sial.kau itu tidak seharusnya ada di dunia ini.hanya pembawa sial saja" gantian perempuan dua yang meledek.


"cih, melihat wajah mu saja aku sudah muak" perempuan tiga, mencoba untuk menampar Emilia.


tapi saat tangannya masih di udara, Suba- maksudku Aarin datang mengehentikannya.


"hey, apa yang lau lakukan?" tanya Aarin dengan tatapan tajam.


"cih, lepaskan!" perempuan tiga menghempaskan tangannya yang di pegang Aarin dengan kasar.


"terlebih lagi untuk apa kamu membela anak pembawa sial seperti dia? hanya cucu dari penyihir hitam yang terkutuk saja tidak pantas di kasihani" ucap perempuan tiga sambil menunjuk Emilia yang menundukkan kepalanya.


"ya terus kenapa? lebih baik membela dia daripada kalian.heh, manusia sombong yang merasa dia paling berkuasa" ini bukan Aarin yang berbicara melainkan Orin.


dia kesal karna anak-anak itu menghina Emilia yang notabanenya sudah menjadi temannya secara tidak langsung dan juga karna Aaein sudah terlibat maka dia mau juga terlibat dong.


"heh, hei Dwarf! pergilah kamu kembali ke kerajaanmu.aku tidak ingin bertengkar dengan orang yang lebih pendek dariku" ejek perempuan itu lagi kepada Orin


saat mendengar kata pendek, perempatan tiba-tiba muncul di jidat Orin.udah teriggred dianya.atut~


"pendek kamu bilang??" udara di sekitar mulai mencengkam dan Aarin malah duduk santuy di samping Emilia.


"A-Aarin, bukankah ini harus dihentikan?" bisik Emilia


"santai aja.nikmati pertunjukan" ucap Aarin sambil memakan satu roti lapis miliknya.


"hei, kalian para jal*ng" dan di mulailah, sesi amarah Orin yang meluap.


"bisa tidak kamu tutup mulut kotormu itu.setiap kau berbicara rasanya telingaku yang bersih ini tercemar.cih, lihatlah penampilan kalian, seperti badut jalanan saja.bahkan kalian lebih buruk dari groock.aku kasian kepada orang yang mengurus kalian, pasti matanya sudah mulai rusak.dan pakaian kalian, sudah seperti toko aksesoris saja.merusak mataku yang bersih saja.benar-benar sebuah pencemaran mata saja.cih, kalian itu sudah seperti pel*cur yang ada di rumah bordil saja.haha, mirip sekali.


menjijikan" uwaw, kata-katanya kek ngejleb di hati.


Aarin yang mendengar perkataan Orin pun menahan tawanya sampai dia tersedak roti isi yang sedang di makannya.


"uhuk uhuk uhuk" Aarin, dengan tersiksa memukul-dadanya hingga dia tidak merasa tersedak lagi.


di sisi lain, Orin masih tetap mengeluarkan umpatan yang menyucuk hati.


seperti jal*ang, pel*cur, baj*ngan, br*ngsek, gak tau diri, menjijikan dan lain sebagainya.


perlu diingatkan kalo Orin gak suka di bilangin pendek.


mungkin tinggi yang sedikit di bawah rata-rata boleh tapi...


resiko tanggung sendiri.


karna malu, trio perempuan itu pun pergi meninggalkan Aarin, Orin dan Emilia.


β—‹___bersambung___β—‹


author timeee


kukasih tau aja yah


Groock itu kek semacam monster lumut yang tubuhnya terbuat dari batu dan wajahnya itu sedikit..... errr seperti sebuah pahatan yang rada-rada hancur.


ini imajinasi ku sendiri loh


btw kemaren jiwa jahatku berpikir


"kenapa aku harus up secara konstan? kan aku gak di kontrak.gak perlu konsisten aku upnya"


nah jiwa-jiwa jahatku mikir gitu, trus jiwa baikku itu malah mikir


"tapi kalo aku tuh tau rasanya kalo ada novel yg up lama.penasaran.lagian banyak yg nyemangatin, jadinya aku gak boleh mengecewakan mereka semua".


tumben kan aku bijak


aku tuh seneng loh, kalo ada yang komen "semangat thor", "aku nunggu loh" ato "novelnya bagus" juga "haha lucunya novel iniπŸ˜‚".


aku tuh kek merasa bahagia gitu nah


merasa dihargai


merasa di akui


komen-komen kalian semua itu bikin aku seneng


like kalian tuh bikin aku merasa dihargai


dan vote kalian itu bikin aku semangat


terimakasih yah karna sudah membaca dan mendukung saya


mungkin kalian gak merasa tapi hal seperti itu bener-bener berharga loh~


love you all~😊😊😘


btw kok ini kek salam perpisahan yahπŸ˜‚πŸ˜‚


tenang aja aku belum mau pergi kok😊


sampai jumpa di episode selanjutnyaaa


babay~πŸ‘‹πŸ‘‹