
"Kak, ada apa kau kemari?" Tanya Sora.
"Aku ingin mengambil tas Anzu yang tertinggal" Jawab Arlecia.
Sora pun beranjak dari ranjang membuka lemari untuk mengambil tas Anzu yang dia simpan karena tertinggal, rencananya mau di kembalikan besok pagi.
"Oh Tuan Ansell kenapa kau bisa berada di kamar adikku, apa kalian pacaran?" Tanya Arlecia penuh selidik.
Ansell ingin menjawab tapi sudah duluan di jawab oleh Sora.
" Tidak kak, kami tidak pacaran" Sora pun memberikan tas Anzu ketangan Arlecia.
"tapi apa yang barusan aku liat, cinta satu malam?" Tanya Arlecia yang ingin tau.
Sora enggan menjawab. "Sudah kalian pergi dari kamar ku, aku ingin istirahat" Usir Sora kepada kakajnya dan juga Ansell
Dengan terpaksa kedua pria tampan itu keluar dari kamar Sora.
Sora bahkan memaksa menarik tangan Ansell agar cepat keluar dari kamar karena terlihat Ansell tidak mau meninggalkan Sora.
"sepertinya kita harus bicara Tuan Ansell" ucap Arlecia dan Ansell pun penyetujuinya.
Kedua nya tengah berada di bar yang ada di resort itu, mereka duduk di meja bartender di temani segelas wiski.
"lama tidak bertemu Tuan Arlecia" Ucap Ansell yang memulai pembicaraan.
"jangan membuang waktu tuan Ansell, katakan kenapa anda bisa di kamar adik saya? ternyata anda penyusupnya!" Arlecia tersenyum miring sedikit mengolok Ansell.
Tiba-tiba galak tawa Ansell terdengar. "Sialan para Asisten itu bilang aku penyusup, tapi iya juga sih penjagaan nya begitu ketat lalat pun susah untuk menyelinap masuk"
"Kau belum menjawab pertanyaan ku?" Arlecia tidak menggunakan bahasa formal seperti sebelumnya.
"Astaga, apa kau tidak melihat aku hampir saja bercinta dengan adikmu!" Jawab Ansell.
"Kau..." Arlecia sudah ingin melayangkan tinjunya ke Ansell tapi tangan tertahan di udara, dia menyadari jangan sampai memancing keributan di malam hari.
Untuk menetralkan emosinya Arlecia meneguk sampai tandas wiski di gelasnya, dia sungguh peminum yang tangguh.
"aku ingin menikahi adik mu" ucap Ansell yang selalu tiba-tiba, ini adalah kesempatannya untuk memberi tahu salah satu anggota keluarga Sora atas niatnya.
"apa?..." Arlecia terkejut sontak langsung menoleh pada Ansell yang memang duduk di sampingnya.
"kau bukan tipe orang yang suka melucu Ansell?"
"Iya, aku memang tidak bisa melucu. Tapi itu kenyataannya aku ingin menikahi adik mu, menjadikannya satu-satunya milik ku"
"tapi, Sora tidak menolakku bahkan menjadi kekasihnya saja tidak bisa" keluh Ansell.
Arlecia tampak terdiam sejenak. "apa alasan mu ingin menikahi Adik ku, apa karena dia wanita yang mempunyai segala-galanya?" Selidik Arlecia. Ia memang tidak melarang adiknya menjalin hubungan dengan seorang pria tapi dia tidak mau kalau pria itu hanya ingin memanfaatkan status adiknya.
Ansell pun tersenyum miring setelah mendengar ucapan Arlecia. "kau jangan memandang rendah diriku, walaupun dia dari kalangan biasa pun aku tetap ingin memilikinya tapi takdir berkata lain nyatanya dia seperti yang kau bilang Sora mempunyai segala-galanya"
"aku tidak ingin melihatnya kecewa untuk pertama kalinya dalam masalah cinta Ansell, dia masih polos dalam hal percintaan" Ucap Arlecia dengan nada melemah.
"bukan kah dia sangat berpengalaman seranjang dengan pria?" Tanya Ansell sedikit sinis.
"Oh aku mengerti, kelima Asistennya? kau mengetahuinya?"
"Sure, dia sendiri yang bercerita agar aku menghindarinya"
"kalau soal itu, kemungkinan hanya untuk memenuhi kebutuhannya" Balas Arlecia dengan asal ia sedikit bingung untuk menjelaskan nya posisi Asisten Sora. mungkin di sini dia bisa menarik kesimpulan bahwa adiknya itu bukan tidak menyukai Ansell tapi lebih ingin mengetahui sejauh mana keyakinan Ansell terhadap diri adiknya itu.
"Huhh..." hembusan nafas Ansell yang di sengaja di buang secara kasar agar bisa mengendalikan emosinya saat ini ketika mendengar kaliamat dari Arlecia. "apa-apaan itu seharusnya di menungguku aku bisa memenuhi kebutuhan nya siang dan malam" Keluh Ansell.
Plakkk...
pukulan mendarat di kepala Ansell.
"Awwww, Kenapa kau memukulku" pekik Ansell.
"dari tadi aku sudah ingin memukulmu" Geram Arlecia. "aku ingin kembali ke kamar istriku"
"Kau sudah punya istri?" Tanya Ansell.
"kau pikir Akira muncul begitu saja, aku sudah mempunyai dua orang anak sebentar lagi menjadi tiga. Anak kedua ku seorang putri bernama Meiline dia sungguh cantik seperti Sora" Jelas Arlecia sambil tersenyum membayangkan wajah cerita putri kesayangan nya itu.
"hei, kenapa cantiknya seperti Sora kenapa tidak secantik ibu nya?" protes Ansell.
"Salah?"
"tentu saja, kecantikan Sora akan di turunkan pada anak kami nantinya, bukan anak mu"
Kali ini Arlecia yang terbahak sampai-sampai matanya mengeluarkan cairan bening, terlihat dia menghapus cairan bening itu sambil tertawa.
"Ok, aku kembali dulu" ucap Arlecia seraya meninggalkan Ansell sendiri di Bar.
Ansell yang mash duduk sendiri menghabiskan wiskinya setalah itu dia pergi meninggalkan Resot kembali ke apartementnya.
...
Satu persatu para tamu undangan hadir dalam perayaan ulang tahun one s. Pesta meriah ini tidak luput dari pengawasan para wartawan yang ingin memberitakan berjalannya pesta ulang tahun perusahan nomor satu di Negara ini. tapi hanya wartawan yang mempunyai undangan khusus saja yang di perbolehkan meliput.
Pesta yang lebih ke pesta outdoor berada di taman resot yang menghadap hanya beberapa meter menuju pantai. Taman dan pantai di jadikan satu untuk tempat pesta di adakan. Hiasan lampu berkerlap kerlip menambah indahnya pesta serta berbagai macam sajian makanan serta minuman yang di hidangkan.
Karena sudah waktunya tiba, kini keluarga Zhang memasuki area pesta. Pertama terlihat Xiang Zhang dan istri yang bejalan di depan pasangan paruh baya ini terlihat masih segar dan awet muda, kesan tampan dan cantik masih melekat pada keduanya. berikutnya ada pasangan paman Leo dan juga istrinya. Di susul oleh Arlecia dan istri, masing-masing keduanya mengandeng tangan buah hati mereka. Mata para wanita tidak bisa berhenti untuk menatap ketampanan Arlecia, dipadu dengan kecantikan Anzu mereka sungguh pasangan serasi. Tidak lupa Kei yang selalu mendampingi sebagai Asisten handal Arlecia.
Lima belas menit kemudian baru lah Sora muncul dengan di ikuti kelima Asistennya. Saat Sora melangkahkan masuk ke area pesta semua mata tertuju padanya karena malam ini penampilan Sora sungguh luar biasa cantiknya. Dress yang di gunakan menambah keseksiannya, rambut yang sengaja di cepol memperlihatkan leher putih mulus nan jenjang itu berserta punggung yang menggoda. Tidak lupa bagian bawah dress terdapat belahan tinggi sampai bahanya sehinga terekspos kaki jenjang milik Sora.
Para pria yang hadir di pesta itu seolah terhipnotis oleh kecantikkan Sora, Karena tidak banyak yang pernah bertemu secara langsung dengan Sora sebelumnya.
Kelima Asisten yang mengikuti di belakang pun tak kalah mencuri perhatian karena ketampanan mereka membenarkan isu yang beredar bahwa CEO Sora Zhang mengkoleksi pria tampan untuk dijadikannya bawahan.