
Pov Ansell
Aku melajukan mobil ke sebuah sekolahan taman kanak. Sebenarnya ku senang sih bisa jalan berduaan dengan wanita yang membuat ku harus menutar otak untuk bisa memilikinya.
Ya...tantangan baru buat ku, karena selama ini terlalu mudah untuk mendapatkan seorang wanita. Emm lebih tepat nya wanita yang menginginkan ku.
Sepanjangan jalan Sora tidak bersuara, aku pun memilih diam karena masih ada rasa kesal atas kenyataan yang tidak bisa di terima nya.
"mommy..." teriak anak kecil dengan berlari ke arah Sora sambil merentangkan kedua tangan nya. Anak yang lucu pikirku yang dulu sempat ku mengira adalah anak kandung Sora.
"bagaimana? apa senang mommy menjembut mu? " tanya Sora yang masih memeluk Akira dan menciumi pipi bulat seperti bakpau itu. Ahh...Rasanya aku ingin menjadi anak kecil itu agar bisa menerima ciuman dari Sora.
Akira dengan cepat menganggukkan kepalanya.
"i'm so happy, Mommy menjemputku dengan paman itu?" Akira dengan polosnya menunjuk kearahku.
Sora pun ikut menoleh mengiringi tunjukan tangan Akira kepada ku.
" Oh itu kenalkan paman Ansell teman mommy" Ucap Sora.
" hi paman Ansell " Sapa Akira dengan senyum yang sangat mengemaskan.
"Hi boy" Sapa ku balik dengan mengusap pucuk kepala bocah itu.
"langsung pulang atau mempir ketempat lain dulu?"
"ke Apartemen ku"
Yess...Aku sangat senang Sora ingin aku mengantarnya dan Akira pulang ke Apartemen jadi aku bisa tau tempat tinggalnya.
Aku penasaran di Apartemen mana dia bersembuyi? karena aku sudah mencari tau tempat tinggal Sora tapi hasilnya Zero. Seluruh perumahan elit, Apartemen elit, semua hotel berbintang dan daftar mansion-mansion mewah sudah sudah ku cari tahu tapi tetap tidak menemukan tempat tinggal Sora.
...
Pov Author
Sesampainya di apartemen milik Sora, Ansell mengeryitkan alisnya kebingungan nya terlihat jelas.
" ****...ini tempat Apartemen ku" Guman Ansell pelan.
" Kau tinggal di sini?" Tanya Ansell.
"iya, ada yang salah"
" jadi kau tau kita tinggal berdekatan, maksudnya tinggal 1 tower?
Sora hanya menganggukan kepala dan menekan nomor lantai yang akan di dalam lif.
Ansell tambah tidak percaya saat melihat No lantai yang di tekan Sora.
" f**k...bahkan apartemen nya cuma beda satu lantai saja dengan apartemen ku. Sial, mencari kesana kemari ternyata kita tetangga" Umpet Ansell dalam hati.
...
" Silahkan masuk" ucap Sora tapi Ansell masih saja seperti orang baru sadarkan diri dari pingsan, rasa tidak percayanya jelas terlihat di wajahnya saat ini.
" semalam kau sangat ingin tau tempat tinggal ku, kenapa sekarang terlihat ragu"
"kau benar tinggal di sini?"
" tentu, ada yang aneh?" Ansell dengan cepat menggelengkan kepalanya lalu menyusul Sora masuk kedalam apartement.
Tentu saja ini adalah apartement mewah sama seperti milik Ansell memiliki 2 lantai interior yang di dominasi oleh warna putih dan beberapa vas bunga yang menghiasi beberapa sudut ruangan sehingga lebih terlihat nyaman.
"Sayang, istirahat di sini dulu ya...ada Ziu di sini yang akan menemani mu" Bisik Sora kepada Akira lalu mengedipkan mata agar Akira bisa bekerja sama. Akira anak yang cerdas jadi dia mengerti maksud dari Sora.
" Selamat datang Nona, maaf saya tidak tau Nona akan pulang lebih awal" Ziu yang menghampiri Sora karena sebelumnya JJ sudah menelpon Ziu bahwa Sora sedang menuju ke apartemen dan meminta seolah Sora selama ini tinggal di apartement itu.
" tidak apa-apa Ziu, tolong antar Akira ke kamarnya" balas Sora dengan tersenyum penuh arti.
Kau terbaik JJ. Batin Sora
Sora bisa menebak JJ yang sudah memberi tahu Ziu terlebih dahulu. Hidup nya benar-benar selalu di pantau oleh JJ kemana pun dan kapan pun. Hufh.
Ziu pun langsung membawa Akira ke salah satu kamar yang ada. Sedangkan Ansell masih saja mengamati sekeliling dia merasa sedikit aneh, Tapi bukan Ansell namanya kalau mudah percaya. Dia yakin Sora sedang mengelabuhinya agar dirinya tidak akan mencari-cari tempat tinggal Sora sebenarnya.
" kau yakin ini tempat tinggal mu, honey?" Ansell kembali bertanya.
" Tentu saja, apartemen ini memiliki 5 kamar jadi cukup untuk ku, Akira dan para Asisten ku tinggal"
Ansell tidak menanggapi lagi dia melangkah mendekati Sora sehingga jarak mereka hanya beberapa senti saja. Ansell bisa mencium aroma manis dari tubuh wanita di hadapannya ini. Wangi yang sangat mengoda yang bisa membuat pria lepas kendali seperti magnet yang mudah menarik lawan jenis nya. Sungguh aroma manis dari tubuh Sora mengandung racun.
" aku tidak percaya pada mu honey?"
"whatever" jawab Sora acuh. Membuat Ansell gemes dan tidak tahan lagi untuk tidak memeluk tubuh seksi Sora.
" apa yang kau lakukan?" tanya Sora berusaha lepas dari dekapan Ansell.
Ansell tidak menghiraukan penolakkan Sora malah dia dengan sengaja memendamkan kepalanya dileher putih milik Sora menikmati aroma manis yang selalu di rindukannya Setiap saat.
" kau tidak menodongku dengan pistolmu lagi kan?" Ejek Ansell sambil menyasapi leher Sora. Sungguh dia ingin menuntut lebih.
" aku akan membunuhmu Ansell, Hentikan" Pekik Sora
" aku takut honey" balas Ansell dengan terkekeh yang masih saja bertreveling di leher Sora hingga ke tulang selangka yang sungguh menggoda naluri kejantanannya.
" Hentikan Ansell atau aku benar-benar menembak kepala mu" ancam Sora yang masih berusaha melepaskan diri dari dekapan Ansell yang semakin erat.
" Menikahlah dengan ku" tiba-tiba ucapan Ansell seperti menghentikan waktu. Tubuh Sora yang dari tadi memberontak pun diam terpaku sehingga Ansell melepaskan dekapannya.
Sora masih terdiam mencerna apa yang barusan dia dengar dari mulut Ansell. Tidak salah dengarkah dia?
Tak lama kemudian terdengar suara tawa Sora terbahak-bahak. Sora tertawa cukup lama bahkan suara nya cukup menggema di seluruh ruangan.
" kau sangat lucu Ansell, sudah lama aku tidak tertawa seperti ini" ucap Sora yang masih mentertawakan Ansell dengan satu tangan nya memegangi perutnya.
"ingin menjadi kekasih ku saja ku tolak, sekarang malah mengajak ku nikah"
"mungkin saja kau menolakku karena tidak mau pacaran dan langsung ingin menikah. Aku tidak keberatan menikahimu sekarang juga"
" kepercayaan diri mu sangat tinggi sekali, aku belum minat untuk menikah" Ucap Sora lalu mendudukkan dirinya di sofa dan diikuti oleh Ansell yang duduk di sampingnya. Mungkin mereka lelah berdiri dari tadi hehehe.
"kalau begitu berpacaranlah denganku, jadi kekasihku" pinta Ansell dengan nada yang sedikit meninggi.
" Astaga Ansell sudah ku bilang kau bukan tipe ku. Kita berteman saja selayaknya rekan bisnis" Balas Sora tidak kalahnya meninggikan nada suara.
" No, kau harus menjadi milik ku satu-satunya. Aku tidak mau tau apa pun alasannya"
" itu pemaksaan namanya"
" jelas, agar mendapatkan mu"
" iss. Aku bisa ikutan gila bersama mu, Pulang sana aku ingin istirahat" Usir Sora.
"Ayo...kau istirahat di apartement ku saja" Ansell sudah menarik tangan Sora.
" kau benar-benar gila" Sora sudah nampak kesal.
" kau sendiri yang ingin melihat ku gila, ini lah kegilaan ku" dengan tidak sabar Ansell pun mengangkat tubuh Sora ke pundaknya untuk di bawa ke Apartementnya.
Sebelum itu Ansell harus melepaskan 1 pistol yang selalu ada di balik rok yang di kenakan Sora. Mengantisipasi Sora menodongkan tembakan dikepalanya.