Tuan Muda Kejam

Tuan Muda Kejam
52. Kepergian (END)


Saat ini Yoongi masuk keruangan Humaira, didalam ruangan itu Humaira sudah diselimuti kain putih dari ujung kaki sampai ujung kepalanya. Yoongi terus mendekati Humaira dengan perasaan sesak didadanya.


" Humaira.. maafkan aku tidak bisa melindungi mu, jika aku tau akan seperti ini aku rela menggantikan posisi mu saat ini, " dengan susah payah Yoongi terus melanjutkan ucapannya meski sesekali sesegukan.


" Dengarkan ucapan ku ini. Aku tau ini sudah terlambat, tapi tidak apa aku tetap akan mengucapkannya "


"Kim Humaira, aku Min Yoongi ingin menyampaikan perasaan ku padamu, bahwasannya aku benar-benar mencintaimu!, aku tau ini terlambat, aku benar-benar tidak menyadari perasaan ku sendiri. Sekali lagi aku minta maaf karna tidak bisa melindungi mu, aku minta maaf!, tapi tolonglah.. a-aku tidak bisa menerima ini, aku mohon bangun lah! " ucap Yoongi terisak, ini adalah pertama kalinya Yoongi menangisi seorang wanita, biasanya Yoongi akan sangat gengsi jika menangis. Tapi tidak saat ini, Yoongi benar-benar menangis sepuasnya, melepaskan sesak didadanya.


" Aku berjanji, jika kau bangun aku tidak akan menyusahkan mu lagi, tidak akan membuatmu dalam keadaan berbahaya. Tapi aku mohon bangunlah!, bangun Kim Humaira... bangunn! " ucap Yoongi terisak. Melihat Yoongi yang seperti itu semua orang sedih, apalagi Daddy. Dia sangat merasa bersalah sekali.


" Yoon.. sudah ikhlaskan " ucap Seokjin memeluk adiknya.


" Bang.. bilang padanya, aku menyuruhnya bangun Bang! tolong suruh dia bangun " ucap Yoongi terisak, saat ini Yoongi terlihat sangat lemah. Dia bukan lagi Yoongi yang dingin, kaku, dan kejam.


" Paman!, tolong lah aku, bilang pada putri mu aku memintanya bangun, aku mohon Paman " ucap Yoongi merapatkan kedua tangannya didepan dada tanda memohon.


Panggilan Formal itu hilang begitu saja setelah mengetahui ternyata Ayah Humaira adalah teman Daddy mereka.


" Nak, aku tidak bisa membuatnya bangun. Ikhlaskan Humaira agar dia tenang disana " ucap Ayah Humaira menangis menahan sesak, lalu memeluk Yoongi.


" Tidak Paman, dia hanya tertidur!. Tidak mungkin dia meninggalkan kita semua Paman, tidak mungkin! " ucap Yoongi terisak hingga sesegukan.


" Sudah.. sudah " ucap Ayah Humaira menenangkan Yoongi.


" Mai.. kamu itu apa-apaan sih, tega banget kamu meninggalkan kami semua, kamu jahat Mai! " ucap Rose menangis terisak, mendengar bahwa sahabatnya sudah pergi untuk selamanya membuat dada Rose, Lisa, dan Jennie sangat sesak. Sehingga sulit untuk mereka melepaskan sesak didadanya.


" Mai.. Tuan Yoongi tadi menyatakan cintanya pada mu, apa kau tidak tertarik padanya?!, bangun lah Mai. Lihat Tuan Yoongi sangat terpukul.. bangun Mai, bangun! " ucap Lisa menggenggam tangan Humaira erat dengan suara terisaknya.


" Mai, bilang pada ku ini semua bohong!, ini semua hanya prank kan, ini tidak benarkan Mai?, aku yakin kamu tidak akan meninggalkan kami seperti ini, benarkan Mai! " ucap Jennie berbicara terkekeh, tapi air matanya tidak bisa berhenti mengalir. Membuat dia jadi sulit untuk tidak menangis terisak.


" Jangan berbicara seperti itu lagi.. kita harus ikhlas, agar Humaira tenang disana " ucap Taehyung menghampiri Jennie, Lisa, dan Rose.


" Kami tidak akan tinggal diam!, Humaira tidak salah apa-apa kenapa dia harus merasakan hidup menderita! " ucap Lisa meratapi nasib sahabatnya.


" Sebelumnya kami mohon maaf, karna masalah keluarga kami Humaira jadi ikut terjerat dalam masalah keluarga kami, tapi saya mohon pengertian kalian. Bukan Eun Woo yang menembak Humaira, melainkan Pamannya. Dan saat ini Paman Eun Woo juga sudah tiada, dia sudah mati karna ledakan bom " ucap Daddy menjelaskan semuanya pada Jennie, Lisa, dan Rose.


" Dad, bisa-bisanya Daddy masih membela si b*jing*n itu saat sudah seperti ini! " ucap Yoongi tidak habis pikir dengan Daddy nya.


" Yoongi bukan seperti itu maksud Daddy, tapi-- "


" Sudahlah, aku tidak ingin mendengar alasan Daddy lagi, karna bagaimana pun Daddy pasti terus membela b*jing*n itu " ucap Yoongi lalu keluar disusul oleh Namjoon, Seokjin, dan J-Hope.


" Ayo kita keluar dulu " ajak Jimin pada Rose, dan yang lainnya, menyisakan Daddy dan Ayah Humaira yang ada diruangan itu.


" Nak, maafkan Paman. Karna Paman kau jadi seperti ini " ucap Daddy meminta maaf pada Jasad Humaira.


" Bagas, aku bukan membela Eun Woo. Tapi dia memang tidak tau apa-apa Bagas, aku mohon-- "


" Sudahlah, Darren. Anak ku ini anak yang baik, Tuhan memanggilnya agar dia tidak menderita lagi, dan aku tau maksud mu jadi aku tidak akan menyalahkan mau " ucap Ayah yang sudah mencoba mengikhlaskan putrinya, walaupun sulit tapi dia akan mencobanya.


" Terimakasih Bagas, Terima kasih.. " ucap Daddy lalu memeluk teman lamanya itu dengan perasaan bersalah, namun juga lega karna Bagas memiliki hati yang sangat baik, dan mau mendengarkan penjelasannya.


......"TAMAT"......


Terimakasih buat teman-teman yang udah setia nungguin novel aku sampai akhir... makasih juga karna udah di like cerita aku nya..


Pokoknya makasih banget buat kalian semua.. πŸ’™πŸ’™


Annyeong yorobunπŸ’™πŸ’™πŸ’™