Tuan Muda Kejam

Tuan Muda Kejam
43. Nova dan Noval.


" Kerja bagus.. bawa mereka! " ucap Eun Woo lalu diangguki oleh bodyguardnya.


Saat ini Humaira asik bercerita dengan Bunda dan sahabatnya, mereka menghabiskan waktu bersama sehingga tidak terasa hari sudah sore.


" Bun, udah sore kita pulang sekarang yuk! " ajak Humaira.


" Yasudah, kalian mau kerumah dulu apa langsung pulang?! " tanya Bunda pada sahabat Humaira.


" Kami antarkan Tante dan Humaira dulu, setelah itu baru kami pulang! " ucap Lisa pada Bunda.


" Oohh, baiklah. Maaf merepotkan kalian ya! " ucap Bunda sedikit tidak enak hati.


" Tidak merepotkan Tante, justru kami senang! " ucap Jennie tersenyum.


" Kalian memang anak yang baik, yasudah ayo kita pulang! " ajak Bunda lalu mereka semua pergi menuju mobil.


Saat berada diparkiran, Lisa sedikit curiga karna suasana diparkiran sangat sepi sekali, tapi kemudian Lisa hanya menghiraukannya.


Mereka telah keluar dari taman dan segera menuju ke kontrakan Humaira. Tapi saat mereka berada dijalanan yang cukup sepi, tiba-tiba ban mobil mereka ditembak oleh seseorang.


Dorr...


Nyyyiiiittthhhh...


Akibat dari tembakan itu, mobil yang dikendarai Humaira dan yang lain mengalami kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan. Tidak hanya itu setelah menabrak pembatas jalan, mobil itu terguling-guling sehingga banyak bagian mobil yang rusak dan hancur.


" B-bunda.. t-tolong! " ucap Humaira terbata-bata, namun tidak ada balasan. Karna memang semua yang ada didalam mobil saat ini sudah tidak sadarkan diri dalam keadaan berlumuran darah.


" B-bunda.. b-bangun!, Jennie, Rose, Lisa t-tolong bangun! " ucap Humaira terisak karna melihat orang tua dan sahabatnya yang terluka parah, setelah itu Humaira ikut tidak sadarkan diri.


" Bawa mereka cepat! " ucap bodyguard Eun Woo.


" Tom, kita tidak bisa membawa mereka semua. Orang-orang sudah mulai berdatangan, hanya dia yang bisa kita bawa! " ucap bodyguard yang menggendong Humaira.


" Haiss.. yasudah cepat masuk sebelum kita ketahuan! " ucap bodyguard yang bernama Tom itu, lalu mereka pergi meninggalkan tempat itu.


...****************...


" Bos, kami tidak bisa membawa mereka semua bos! " ucap Tom menghampiri Eun Woo yang sedang meminum winenya.


" Tidak becus!! " ucap Eun Woo, lalu melemparkan gelasnya kehadapan Tom. " Bagaimana bisa menangkap wanita saja kalian tidak becus hah!! " ucap Eun Woo marah.


" Maafkan kami bos, orang-orang berdatangan membuat kami tidak bisa lagi membawa mereka agar tidak ketahuan " ucap Tom menunduk.


" Dimana dia?! " tanya Eun Woo.


" Ada ruang medis bos! " ucap Tom, lalu Eun Woo pergi keruang medis. Sesampainya disana Eun Woo melihat dokter yang sedang mengobati luka-luka yang ada disekujur tubuh Humaira.


" Apa dia masih hidup?! " tanya Eun Woo.


" Masih bos, hanya saja dia mengalami koma! " ucap dokter itu.


" Apapun yang terjadi, jangan biarkan dia mati!, jika dia mati kau akan menanggung akibatnya! " ucap Eun Woo dingin.


" B-baik b-bos! " ucap dokter itu ketakutan. Kemudian Eun Woo pergi meninggalkan ruangan itu dan masuk kedalam ruangan bawah tanah dimana orang tua Seokjin dikurung.


" Bagaimana keadaan kalian tua bangka?! " ucap Eun Woo tersenyum meledek.


" Lepaskan kami! " ucap Papa Farhan menatap Eun Woo tajam.


" Woww.. selow, jangan marah-marah! " ucap Eun Woo santai. " Aku ingin bertanya apa kalian mengenali orang yang bernama Nova dan Nova?! " tanya Eun Woo.


Degg...


Orang tua Seokjin terdiam mendengar nama itu, nama yang sangat mereka rindukan tapi juga mereka benci, sebab karna mereka banyak nyawa yang hampir melayang.


" Kenapa kalian diam?!, apa kalian mengenali mereka? "


" Hahahahhaha... tentu kalian mengenali mereka bukan?, orang yang kalian bunuh hanya karna harta, hanya karna rasa iri!! " ucap Eun Woo menatap tajam orang tua Seokjin.


" Siapa kau?!, kenapa kau mengetahui Nova dan Noval?! " tanya Papa Farhan.


Belum ada yang follow nih.. bantu follow dong.. 💙💙Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙