
" Kalian ingin kemana? "tanya Mama Jimin.
" Kami ingin mencaritahu siapa yang menculik Mama Nadhira dan Papa Farhan, Ma! " ucap Jimin.
" Kau juga pergi sayang?! " tanya Momi pada Daddy.
" Tentu saja aku ikut, kita tidak bisa membiarkan anak-anak saja yang mencari Nadhira dan Farhan! " ucap Daddy.
" Apa kami boleh ikut Ren?! " tanya Papa Jungkook.
" Tentu saja, tapi lebih baik kalian tolong aku jaga rumah dan yang lainnnya! " ucap Daddy pada sahabatnya. " Apa kalian bisa membantu ku? " tanya Daddy.
" Kau tenang saja, pergilah mencari Nadhira dan Farhan. Biar kami yang menjaga disini! " ucap Papa Taehyung.
" Baiklah terimakasih kawan!, yasudah aku pergi dulu kalian jagalah diri baik-baik, rumah ini mungkin akan menjadi sasaran musuh, maka dari itu aku telah menyuruh sebagian bodyguard berjaga disekeliling rumah! " ucap Daddy menjelaskan.
" Hm, kau juga jagalah dirimu dan anak-anak " ucap Momi lalu setelah itu Daddy dan yang lain pergi.
...****************...
Di Suatu Tempat.
" Auu.. apa-apaan ini!, siapa kalian?! " pekik Nadhira.
" Diam nenek tua! " pekik seorang pria.
" Siapa kalian?!, apa mau kalian sampai menculik kami hah!! " ucap Farhan marah.
" Kalian tidak perlu tau siapa aku!, dan apa kalian bilang. Aku ingin apa?, aku tidak ingin apa-apa dari kalian. Aku ingin sahabat kalian!,aku menculik kalian hanya untuk pemancing, tapi sepertinya sayang sekali jika aku tidak menguras harta kalian juga bukan?!" ucap pria itu dengan smirknya.
" Sahabat kami yang mana yang kau maksud hah!, dan apa?!. Kau ingin menguras hartaku?,seberapa hebat kau bisa mengambil harta kami!,kau itu hanya anak-anak " cibir Nadhira dengan meninggikan suaranya.
Plaakk..
" Beraninya kau menghina dam meninggikan suara mu pada ku nenek tua! " ucap pria itu emosi.
" Sayaang!! " pekik Farhan. " Beraninya kau memukul istri ku!! " sarkah Farhan yang sudah naik pitam.
" Apa?!, kau ingin memukulku?. Ayo sini kalau kau bisa! " cibir pria itu.
" Dasar b*jing*n, tidak sopan sekali kau. Siapa orang tua mu?, kenapa mereka tidak becus mendidik anak sehingga anak mereka kurang ajar begini! " ucap Farhan mengejek orang tua pria itu.
Bugh..
Bugh..
" Sayang!!, hentikan! " pekik Nadhira panik melihat suaminya yang sudah babak belur.
" Jangan berani-beraninya kau menjelek-jelekan orang tua ku tua bangka!, sekali lagi aku dengar kau mengejek orang tua ku, akan ku bun*h kau!! " ucap pria itu emosi lalu pergi dari sana.
" Sayang, kau tidak apa-apa?! " tanya Nadhira terisak.
" Tapi lihatlah, hidungmu berdarah! " ucap Nadhira masih terisak.
" Tidak apa-apa ini hanya luka kecil! " ucapnya lembut, lalu tersenyum manis pada istrinya. Walaupun umur Farhan sudah 50 tahun, tapi wajahnya tidak terlihat ada keriput seperti orang tua umumnya, dia terlihat seperti anak umur 30-an.
" Jangan tersenyum lagi!, aku tau kau kesakitan sayang! " ucap Nadhira makin terisak.
" Untuk apa aku berbohong sayang, sudah jangan menangis. Nanti wajahmu jadi tua! " ucap Farhan menghibur istrinya.
" Kita sampai kapan disini sayang?! " tanya Nadhira yang sudah mulai tenang.
" Aku yakin Seokjin akan menyelamatkan kita sayang. Kau tenang saja oke, ada aku disini! " ucap Farhan lalu diangguki oleh Nadhira.
" Tapi sahabat kita yang mana, yang dimaksud anak muda itu?! " tanya Nadhira pada Farhan.
" Aku juga tidak tau pasti, tapi yang jelas sahabat kita dan anak-anak yang lain saat ini akan dalam keadaan bahaya! " ucap Farhan.
" Aku takut terjadi apa-apa dengan Seokjin dan anak-anak yang lain! " ucap Nadhira cemas.
" Kau tenang saja, mereka sudah dewasa! mereka pasti bisa menjaga diri mereka sendiri. Kau taukan mereka bersama dengan Darren dan kau juga pasti tau siapa Darren bukan?!, dia tidak akan membiarkan musuh mencelakai kita semua termasuk anak-anak kita! " ucap Farhan panjang lebar, lalu diangguki lagi oleh Nadhira.
...****************...
" Dad, tidak bisakah lebih cepat lagi?! " tanya Seokjin yang sudah cemas.
" Kau tenang dulu, sebentar lagi kita akan tiba! " ucap Daddy menenangkan Seokjin.
" Aku tidak akan membiarkan mereka hidup dengan tenang, karna telah berani mengusik orang tua ku!! " ucap Seokjin emosi.
" Tenanglah Bang, aku yakin Mama Nadhira dan Papa Farhan akan baik-baik saja!, kita akan segera menemukan mereka " ucap Taehyung menenangkan Abangnya.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka tiba dibandara, tempat Mama dan Papa Seokjin diculik. " kalian cari disekeliling bandara apakah ada yang mencurigakan! " perintah Daddy lalu diangguki oleh para bodyguard kemudian pergi.
" Dad, ayo kita cek cctv yang ada disini! " ajak Seokjin tidak sabaran.
" Yasudah ayo! " ucap Daddy lalu mereka pergi keruangan cctv bandara.
Sesampainya mereka diruangan cctv, para satpam menghalangi Yoongi dan yang lain masuk. Karna mereka bukanlah pekerja dibandara. Para Satpam itu juga tidak mengenali Yoongi dan yang lain karna memakai masker dan kacamata hitam.
" Tolong beri kami masuk! " ucap Daddy melepas masker dan kacamatanya. Satpam itu jelas kaget setelah melihat wajah Daddy dan seketika wajahnya berubah takut.
" Ternyata anda Tuan besar, m-maafkan saya karna lancang menghalangi jalan anda! " ucap satpam itu takut.
" Hm, tidak apa-apa! " ucap Daddy dingin lalu masuk. Mereka melihat semua rekaman cctv dengan teliti tanpa ada yang terlewatkan, tidak beberapa terlihatlah siapa yang menculik orang tua Seokjin. Ternyata bukan Alex yang menculik orang tua Seokjin.
" Dia kembali!! " ucap Daddy yang tidak mengalikan pandangannya dari monitor cctv.
Maaf yaaa.. lama uploadnya soalnya lagi banyak tugas author nya.. ๐ญ mohon dimaklumi yaa...๐
dan belum ada yang follow nih.. bantu follow dong.. ๐๐Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee๐๐