Tuan Muda Kejam

Tuan Muda Kejam
51. Kabar Buruk.


Saat ini jam sudah menunjukan pukul 03.00 dini hari, karna suara tangisan Lisa, Jennie dan Rose jadi terbangun.


" Lisaa, jangan menangis pagi hari.. kata orang tua-tua dulu tidak baik " ucap Rose dengan suara seraknya.


" Lis.. kenapa kamu menangis pagi-pagi buta seperti ini? " tanya Jennie dengan mata masih terpejam.


" Jennie, Rose.. Humaira sudah ditemukan " ucap Lisa masih terisak. Mendengar Humaira sudah ditemukan, seketika rasa kantuk Jennie dan Rose hilang.


" Hah, benarkah?! " tanya Rose dan Jennie langsung duduk, lalu Lisa mengangguk.


" Lalu kenapa kamu menangis?, seharusnya kamu bahagia " ucap Jennie.


" Bagaimana aku bisa bahagia Jen.. Humaira saat ini sedang dioperasi " ucap Lisa kembali terisak.


" O-operasi? " ucap Jennie dan Rose bersamaan.


" Ayoo, kita kesana sekarang! " ucap Jennie tidak sabaran.


" Hei, tunggu dulu kalian masih sakit! " ucap Jungkook menghalangi mereka.


" Tidak Tuan, kami sudah sembuh " ucap Rose ingin turun dari ranjangnya, setelah melepaskan infus.


" TUNGGU! " ucap Jungkook marah, seketika ketiga gadis itu diam ditempat masing-masing. " Lihat, tangan kalian semua berdarah. Kenapa harus melepaskan infusnya? " ucap Jungkook mengomel seperti seorang Ayah yang marah pada putrinya.


" Kami ingin melihat Humaira, ayolah Tuan " ucap Jennie ingin turun dari ranjangnya.


" Berani kalian turun dari ranjang kalian, akan ku patahkan kaki kalian masing-masing " ancam Jungkook


*Banyak kali kalian nya T_T*


Karna gadis-gadis ini tidak akan menurut jika tidak diancam. Jennie yang tadinya ingin turun, menaikan kembali kakinya, dan duduk diam diatas ranjangnya.


" Aku ingin melihat Humaira! " ucap Lisa langsung berlari keluar, diikuti oleh Jennie dan Rose.


Jungkook yang kalah cepat, tidak bisa menahan mereka lagi. " Haiss.. anak-anak itu memang ingin ku patahkan kaki mereka " ucap Jungkook, lalu mengejar Lisa, Jennie, dan Rose.


" Humaira! " pekik Jennie saat hampir sampai diruang operasi. Mendengar suara teriakan Jennie, semua orang langsung menoleh kearah Jennie.


" Astagaa.. apa yang dia lakukan " ucap J-Hope, karna Jennie berlari menuju mereka, disusul dengan Lisa dan Rose, lalu dibelakang gadis itu ada Jungkook yang juga berlari.


" Hei, apa yang kau lakukan? . Tangan mu berdarah " ucap Taehyung, menahan tubuh Jennie yang hendak menuju pintu ruang operasi.


" Tuan lepaskan aku, aku ingin melihat sahabat ku! " ucap Jennie kesal pada Taehyung.


" Dia sedang dioperasi, tenanglah " ucap Taehyung terus memeluk Jennie, agar gadis itu tidak bisa kemana-mana.


" Aku ingin melihatnya Tuan " ucap Jennie yang mulai berkaca-kaca.


" Tenanglah, kita do'a kan semoga Humaira baik-baik saja " ucap Taehyung memeluk Jennie erat.


" K-kenapa dengan Humaira?, kenapa dia bisa berada diruangan ini? " tanya Rose yang mulai menangis.


" Rose, Lisa kemarilah nak " ucap Bunda Humaira, matanya sudah bengkak karna menangis sejak tadi.


" Tante, Humaira kenapa Tante?! " tanya Rose menangis.


" Humaira terkena tembakan nak, " ucap Bunda Humaira memeluk Rose dan Lisa.


Daddy yang memperhatikan adegan itu, merasa sangat bersalah. Karna melindungi dirinya, Humaira rela mengorbankan dirinya sendiri.


" Maafkan aku Bagas " ucap Daddy kembali meminta maaf pada Ayah Humaira.


" Sudahlah, ini bukan salah mu. Jadi jangan meminta maaf lagi " ucap Ayah Humaira berusaha tenang, padahal hatinya saat ini sangat khawatir pada putri semata wayang nya.


" Kamu kuat nak, Ayah mohon bertahanlah, banyak orang yang menanti mu, kamu pasti sembuh Humaira, pasti! " ucap Ayah Humaira dalam hati.


Setelah dua jam menunggu, akhirnya Yoongi menyadari bahwa dirinya memang mencintai Humaira. Buktinya saat gadis itu ingin diperk*sa oleh Alex hatinya sangat tidak rela dan marah, saat mendengar gadis itu diculik perasaannya juga langsung cemas, dan saat Humaira terkena tembakan betapa cemas dan paniknya dia.


" Aku akui, aku memang mencintaimu Kim Humaira. Karna itu aku mohon bertahanlah, setelah ini aku berjanji tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi! " ucap Yoongi dalam hati nya, tanpa sadar ternyata dia sudah menangis.


" Bang, kau baik-baik saja? " tanya Namjoon yang berada disebelah Yoongi.


" Hm, aku baik! " ucap Yoongi langsung menghapus air matanya.


Setelah beberapa menit, akhirnya dokter keluar dari ruangan operasi itu. Semua orang berdiri dan menghampiri dokter tersebut, untuk mengetahui kabar Humaira.


" Dokter bagaimana dengan anak saya?, dia baik-baik sajakan dok?! " tanya Bunda Humaira tergesa-gesa dia sangat khawatir saat ini, tapi saat ditanya dokter itu hanya diam.


" Dokter, bagaimana dokter?, kenapa anda diam saja? " tanya Ayah bertubi-tubi.


" Dok, Jawab! " ucap Yoongi dengan suara yang meninggi.


" Yoon, tenang dulu " ucap Seokjin menegur adiknya.


Dengan berat hati, dokter menyampaikan kondisi Humaira.


" Huffh.. sebelumnya kami mohon maaf kepada semua keluarga pasien, Nona Kim Humaira mendapatkan tembakan tepat dibagian jantungnya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan lebih menyayangi Nona Kim Humaira. Jadi dengan berat hati, kami sampaikan bahwa Nona Kim Humaira sudah meninggal dunia " ucap dokter itu dengan perasaan sangat sedih.


Deg!


Kabar yang sangat tidak dinanti-nanti keluar dari mulut sang dokter, kabar yang membuat hati semua orang sangat sedih dan sakit.


" Humaira!! kenapa kamu meninggalkan Bunda sayang, B-bunda tidak ingin kehilangan kamu sayang " ucap Bunda Humaira menangis histeris.


" D-dokter, anda pasti berbohongkan, anak saya anak yang kuat dok, tidak mungkin dia menyerah begitu saja " ucap Ayah Humaira yang sudah tidak bisa lagi membendung air matanya.


" Kami mohon maaf Tuan, tapi memang kenyataannya Nona sudah pergi Tuan, kami mohon maaf " ucap Dokter itu ikut menangis karna melihat betapa sedihnya keluarga ini.


" Kau bohongkan, ini semua tidak benar kan!! " ucap Yoongi membentak dokter itu.


" Bang, tananglah.. aku mohon " ucap Namjoon menahan Yoongi dibantu oleh Jimin.


" Yoongi, tenanglah nak " ucap Daddy lalu memeluk Yoongi dengan erat, dia juga sangat sedih dengan berita ini.


" T-tuan, Humaira m-masih hidup Tuan. Di-dia tidak mungkin meninggalkan kami seperti ini, aku yakin dia masih hidup! " ucap Jennie sesegukan didalam pelukan Taehyung.


" Kau tidak boleh berbicara seperti itu, kita harus ikhlas " ucap Taehyung menenangkan Jennie.


" Jadi kau yakin Humaira sudah meninggal Tuan?, kau tidak percaya pada ku?! " ucap Jennie histeris.


" Ssth.. tenanglah, jangan seperti ini. Humaira akan sedih melihatmu seperti ini " ucap Taehyung menenggelamkan wajah Jennie di dada bidangnya.


" Humaira!! kenapa jadi seperti ini " ucap Jennie makin menangis.


Bunda Humaira, yang memang belum sembuh total lalu ditimpa lagi dengan kabar seperti ini membuat dia hilang kendali, dan kemudian pingsan.


" Tante.. bangun Tante! " ucap Rose dan Lisa menahan tubuh Bunda Humaira dan menangis sesegukan.


" Om, Tante pingsan Om! " ucap Lisa pada Ayah Humaira.


" Sayang bangun, sayang! " ucap Ayah Humaira menepuk pipi Bunda Humaira pelan.


" Dokter, tolong dokter! " ucap Rose pada dokter yang mengoperasi Humaira tadi.


" Tuan, tolong angkat Nyonya ke bangkar ini agar bisa segera kami tangani " ucap Dokter itu lalu dituruti oleh Ayah Humaira. Setelah dinaikan, Bunda Humaira langsung dibawa ke UGD untuk diperiksa lebih lanjut.


Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙


Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙