Transmigrasi Gadis Culun(Pembalasan Dendam)

Transmigrasi Gadis Culun(Pembalasan Dendam)
bab07


Ke kantin yuk" ajak Nadia kepada Amel dan dena.


"Hayuk" jawab dena semangat.


"Loh Amel mana?" Tanya dena sambil membawa pesanan makanan untuk mereka.


"Mau ke toilet katanya tadi" jawab Nadia


"Ini bakso sama es jeruk punya lo" dena menyerahkan semangkok bakso dan es jeruk pesanan Nadia.


"Lama bener Amel ke toiletnya, lagi boker apa gimana tuh anak" kata dena setelah menghabiskan bakso miliknya.


"Anjir omongan lo den, bikin gue nggak napsu makan" kesal Nadia yang batal menyendok baksonya yang masih ada setengah.


"Gue cari Amel dulu deh, Lo lanjut aja makannya" kata dena sambil berdiri dari duduknya.


dena berjalan keluar kantin sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling mencari keberadaan Amel. Bukannya khawatir Amel kenapa-napa, cuma mubazir aja baksonya jadi dingin apalagi sampai nggak jadi dimakan kan sayang mending dikasih buat dena aja ya kan. Lumayan butuh asupan lebih untuk menghadapi kenyataan hidup.


"Mana tu anak, kagak ada ditoilet" ucap dena setelah mengecek toilet yang lokasinya berada dekat dengan kantin.


"Eh itu Amel kak, ngapain dia kesana?" Heran dena yang melihat Amel sedang menaiki tangga ke arah rooftop gendung sekolah.


"Tuh anak lupa apa gimana ya jalan ke kantin masak nyasar kesana" gerutu dena sambil berjalan menyusul Amel.


"". Terdengar suara Amel yang sedang berbicara dengan seseorang.


"Emangnya kenapa? Toh lo juga udah terima duitnya kan. Gue lihat malah udah lo pakek buat shopping sama temen lo" jawab sebuah suara yang sepertinya dikenali oleh dena.


"Tapi kan gue nggak tahu kalau niat elo buat ngefitnah si dena" suara Amel terdengar lagi kali ini.


Karena merasa ada sesuatu yang janggal Nada segera menyalakan recorder pada ponselnya.


"Elo aja yang bego. Mau-mau aja gue suruh".


Gue ngerasa bersalah sama dena, apalagi wati koar-koar kalo dena kema salah gara gara. Lo cepu ke guru guru. Padahal yang curang kan lo, biar lo bisa cepu dena


dena mematung mendengar perkataan dari Amel yang merupakan temannya sejak mereka masuk ke SMA 12.


Bagaimana bisa Amel dengan teganya menusuk dena. Padahal Amel tahu kalau denaa ingin ini karena ia ingin bisa melanjutkan kuliahnya nanti di luar negeri.


"Terus lo mau apa sekarang. Mau bilang kalau Gue yang udah ngefitna dena gitu, emang lo punya bukti?. "Elo emang munafik Sandra. Tampang polos lo g cocok buat sikap lo yang kayak setan".


dena membekap mulutnya saat mengetahui bahwa cantiklah orang yang telah membuat dena di skors dri sekolah Berarti benar dugaannya selama ini. Karena hanya dia yang diuntungkan.


dena gegas berlari menuruni tangga berniat untuk keruangan Pak hasan untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah. dena tidak memperdulikan pertengkaran antara Amel dan cantika. Prioritas utamanya sekarang adalah membuktikan bahwa dia tidak bersalah.


skip sampai ke ruang bk


****************


Tok


Tok


Tok


"Wa'alaikum salam. dena ada apa?" Tanya Pak Ahmad yang memandang Nada dengan heran.


"Pak saya mau menunjukkan bukti kalau saya tidak melakukan bolos" kata dena.


"Bukti apa dena?".


"Ini Pak" kata dena sambil menyalakan rekaman yang berisi percakapan Amel dan cantika


"Bapak dengar sendiri kan, Amel yang menyuruhnuduh saya blos saya dan yang menyuruh adalah cantika. Sudah jelas disini motifnya karena cantika sirik dengan saya".


Nampak Pak hasan menghembuskan napas kasar dan memijat pelipisnya.


"Nanti akan Bapak bicarakan dengan cantika tentang masalah ini. Tapi Bapak mohon maaf untuk keikutsertaan kamu dalam kelas sudah tidak bisa dipulihkan lagi".


"Kenapa Pak? Kan sudah terbukti kalau saya tidak melakukan bolos".


"Karena yang


dan itu sudah tidak bisa dirubah lagi" jawab Pak hasan..


"Tapi Pak. Apa bapak yakin Sandra bisa memenangkan olimpiade itu dan mengharumkan nama SMA Pelita Bangsa. Dia saja melakukan kecurangan agar bisa ikut olimpiade" kata Nada sedikit merasa kesal dengan sikap Pak Ahmad.


"Jangan sombong kamu dena. Kami tim guru disini yang akan membimbin cantika secara maksimal agar cantika bisa mendapatkan hasil yang memuaskan" ucap Pak hasan dengan wajah yang memerah menahan emosi.


"Kenapa Bapak marah, saya hanya berpendapat Pak. Lagipula ini sangat aneh kenapa nama saya bisa dengan mudah diganti sedangkan cantika sudah tidak bisa diganti padahal baru selang 1 hari".


"Karena memang begitu aturannya. Apa jadinya nanti kalau nama peserta sering diganti-ganti".


"Baik Pak, semoga memang benar begitu adanya. Bukan karena hal lain. Dan saya harap rumor kalau saya berbuat kecurangan bisa segera diklarifikasi. Karena wati teman cantika tadi bilang KALAU Pak hasan sendiri yang mengatakan bahwa saya Di skors gara gara bolis karena melakukan sebuah kesalahan tidak masuk sekolah" kata dena sambil menekankan ucapanya di beberapa kata.


"Saya permisi Pak.


Assalamualaikum" pamit dena saat ia tidak mendapatkan respon apapun dari Pak hasan.


Kini dena berjalan menuju kelas XII IPs1 karena memang jam istirahat sudah selesai. Dia sudah tidak melupakan keberadaan Nadia dan Amel.


Brugh


"Ups sorry" ucap sebuah suara yang menabrak dena.


"Ngapain lo dari ruangan Pak hasan. Habis mohon-mohon biar ga di skors Kasihan nggak bisa ya?. Mangkanya jangan curang ngadu segals lgi" ejek wati gadis yang menabrak dena dengan sengaja.


"Masalah elo sama gue apa sih?" Kesal dena.


"Gimana ya, gue nggak suka aja lihat tampang sok pinter lo itu. Yang nyatanya lo itu penipu tukang curang. Jangan-jangan selama ini nilai lo bagus karena sering curang lagi" kata wati mulai menyulut emosi dari dena.


"Diem lo, nggak usah banyak bacot kalau nggak tahu yang sebenarnya" ucap dena sambil berlalu meninggalkan wati yang masih saja mengolok-olok dena.


Bukan karena dena yang penakut atau tidak bisa melawan wati. Hanya saja untuk apa adu urat kalau dena bisa menunjukan bukti kalau dia tidak melakukan kecurangan. Dan tentunya dengan cara yang elegan bukan cara berkoar-koar.


"dena..!!" Teriak Nadia sesaat setelah Nada memasuki kelas.