Transmigrasi Gadis Culun(Pembalasan Dendam)

Transmigrasi Gadis Culun(Pembalasan Dendam)
bab13


"Gue Nada, Lo siapa?" Tanya dena sambil mengulurkan tangannya.


"Aku Clarissa" jawab Clarissa.


"Lo kenapa nangis?".


"Aku sedih karena ternyata selama ini aku dibohongi sama orang-orang yang aku sayangi".


"Dibohongi bagaimana maksud kamu?".


"Jadi gini..." Clarissa mulai menceritakan kisahnya tentang Mama Anisa dan Aurel Kakaknya yang ternyata tidak benar-benar menyayanginya malah ingin membunuhnya dan kenyataan kalau ternyata mereka bukanlah mama serta saudara kandungnya serta ia yang merupakan anak seorang pelakor.


"Oh gitu, trus lo percaya gitu sama apa yang mereka bilang?, Kata lo tadi mereka bohongi lo kan selama ini. Jadi nggak menutup kemungkinan kalau mereka juga bohong soal nyokab kandung lo" kata dena.


Clarissa diam, mencoba memikirkan kemungkinan yang diucapkan oleh dena.


"Udah. lo masih beruntung ada Papa lo yang sayang sama lo" ucap dena memberikan semangat.


"Papa sayang sama aku cuma sibuk kerja terus jadi nggak ada waktu buat aku". Kesal Clarissa.


"Ya seenggaknya kan lo masih punya Papa, nah gue kagak punya siapa-siapa, temen gue malah bantu anak lain buat fitnah gue" ucap dena.


"Eh nama kamu dena ya?"Tanya Clarissa.


"Iya. kan kita udah kenalan tadi, lo lupa?".


"Nggah bukan gitu, soalnya waktu aku koma, aku denger kalau anak yang mau donorin jantungnya buat aku itu anak yang habis kecelakaan dan namanya dena" kata Clarissa.


"Hah yang bener lo. Berarti gue udah mati dong, soalnya gue emang udah ngajuin diri buat jadi donor organ kalau gue mati" ucap dena sambil membuang napas kasar.


"Padahal masih banyak yang pengen gue lakuin" ucap dena sendu.


"Eum kamu kenapa nggak coba balik ke tubuh kamu aja"


"Ya mana bisa ogeb, Lo bilang gue udah mati


Jantung gue juga udah lo ambil gimana sih".


"Kamu coba masuk tubuh aku aja, kan jantung kamu ada ditubuh aku" tawar Clarissa.


"Eh emang bisa gitu, trus lo gimana?" Heran dena sambil mengernyitkan dahinya.


"Aku udah coba untuk kembali ketubuh aku, tapi nggak bisa, sekarang aku juga udah nggak bisa denger apa yang orang-orang disekitarku omongin seperti waktu aku koma kemarin" jawab Clarissa.


"Coba aja nggak apa-apa, lagian aku juga udah putus asa. Aku nggak tahu harus bersikap seperti apa kalau bertemu dengan keluargaku" ucap Clarissa sendu.


"Beneran nih, emang lo tau cara buat balik ke tubuh lo?" Tanya dena


"Coba aja kamu ikuti cahaya putih disana" tunjuk Clarissa.


Sedikit ragu dena melihat kearah yang ditunjukan oleh Clarissa. Dan setelah melakukan berdebatan dan pertimbangan yang matang, dena memutuskan untuk menerima tawaran dari Clarissa dan berjalan mengikuti arah cahaya tersebut.


"Clarissa sayang bertahanlah Nak, Alina jangan bawa Clarissa pergi aku mohon" kata sebuah suara bariton pria yang sepertinya tengah memegang tangan dena.


"Ini gue kenapa, kenapa badanku rasanya sakit semua" tanya dena.


Terdengar suara ribut disekitar dena.dena mendengar suara Orang-orang yang tengah bergerak disekitarnya dan alat monitor yang berbunyi nyaring. dena merasa seakan sedang ditarik keluar oleh sesuatu saat bagian dadanya tengah ditekan dan terkadang seperti tersengat listrik.


Beberapa kali hal itu dialami oleh dena sampai akhirnya dena membuka matanya dengan napas yang memburu, seperti habis melakukan lari maraton rasanya.


"Alhamdulillah" teriak para petugas medis yang mengelilingi Nada.


"Panggil keluarga pasien".


"Clarissa? Alhamdulillah Nak akhirnya kamu sadar" tangis seorang pria sambil memeluk tubuh Nada.


"Sakit" rintih dena.


"Maaf sayang, maafkan Papa. Papa terlalu senang melihat kamu sudah sadar" ucap pria yang memanggil dirinya Papa.


dena mengernyitkan dahinya dan menatap Pria yang ada dihadapannya dengan ragu. "Anda siapa?" Tanya dena yang membuat wajah pria tersebut berubah pias.


"Ini Papa nak. Papa kamu. Dokter ini anak saya kenapa?"


'ini gue beneran balik tapi masuk ke tubuh si Clarissa. Terus ini Papanya Clarissa gitu' tanya dena yang berusaha mencerna situasi sambil mengerjapkan matanya dan memandang kedua tangannya.


dena kini sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Semua alat-alat yang sebelumnya terpasang di tubuhnya sudah dilepas. Hanya tinggal selang infus yang masih terpasang di tangan kirinya.


dena masih tidak bisa percaya dengan apa yang dialaminya. Dia bisa kembali hidup namun ditubuh orang lain. Meskipun ini sudah 3 hari sejak dirinya sadar dena masih sulit untuk mempercayainya.


Kalau dia bisa kenapa Clarissa tidak bisa kembali. Pertanyaan seperti itu terus berbuat dikepala dena.


Ceklek


,Terdengar suara pintu yang terbuka mengalihkan atensi dena. dena mebuang napas kasar saat melihat siapa yang datang.


"Lo udang bangun" tanya Regan yang datang bersama dengan Aurel kakak Clarissa.


'emang lo g liat nih mata gue kebuka. Pake nanya segala' omel dena dalam hati.


"Cla ini Regan datang lagi kok lo masih cuek gitu sih, kan kemarin Kakak udah bilang dia tunangan kamu" kata Aurel dengan suara lembut.


'Cih dasar rubah betina, sok-sokan baek tapi aslinya busuk' gerutu dena dalam hati sambil melemalingkan wajahnya.


"Cla kok lo gitu sih" ucap Aurel yang melihat dena memalingkan wajahnya.


"Udah Rel biarin aja, Clarissa emang masih belum bisa ingat kan. Jangan dipaksa" kata Regan.


'Hello gue bukannya nggak ingat sama kalian. Emang gue aslinya nggak kenal sama kalian. Gue kan bukan Clarissa' dena masih mengomel dalam hati. Malas rasanya kalau harus berbicara dengan si rubah betina dan tunangan bejat seperti Regan.


Gimana dena bisa tahu kalau Regan itu tunangan bejat.


Selain dari cerita Clarissa. dena juga bisa menilai sendiri dari sikap dan tingkah laku Regan pada Clarissa yang terkesan cuek dan dingin. Dan ditambah saat Clarissa sadar 3 hari yang lalu kalau Regan memang sayang dengan Clarissa pasti dia langsung datang. Namun kenyataannya nihil.


Besoknya Regan baru datang menjenguk Clarissa, itupun dengan teman-temannya yang lain. Dan bukannya memberi perhatian pada Clarissa ia malah sibuk ngobrol dengan teman wanitanya yang bernama Amanda.


Cemburu tentu tidak. Karena dia dena bukan Clarissa.


"Gue mau istirahat. Kalian kalau mau ngobrol diluar aja. Gue keganggu" ucap dena sebelum memejamkan matanya.


"Lo kok aneh si Cla, kita kan kesini buat nemenin lo. kok lo usir kita. Trus sekarang kok bahasa lo pakai lo - gue, biasanya aku-kamu" Kata Aurel lembut yang terdengar menyebalkan untuk Nada.


"Ck banyak omong lo. Gue pengen tidur berisik" kesal dena.


Nada merubah posisi tidurnya menghadap ke tembok kamar dan menarik selimutnya sampai atas kepala. Dia benar-benar malas berurusan dengan 2 makluk tidak tahu diri yang berada didalam kamar rawat inapnya.


Cukup lama dena tertidur. Mungkin akibat efek dari obat-obatan yang masih harus dikonsumsinya pasca menjalani transplantasi jantung. Sebenarnya sudah tidak ada keluhan yang dirasakan oleh dena. Yang ada