
Tirta yang berhadapan dengan dua lawan sekaligus, yaitu Aksan dan Udin, juga sudah berada di atas angin!
Tadinya Udin dan Aksan hanya melihat tandang dari anak muda ini merasa mereka mampu menghadapi kekuatan Tirta jaya Kusuma.
Akan tetapi begitu bentrok terjadi, mereka mulai merasakan ketangguhan Tirta Jaya Kusuma!
Serangan-serangan Udin dan Aksan selalu meleset ! selalu saja kurang beberapa inchi saja dari tubuh Tirta jaya Kusuma!
Hal ini tadinya di kira oleh Aksan dan Udin hanya kebetulan belaka. Dan ketika hal ini berlangsung secara terus menerus , merekapun mulai menyadari bahwa sang pemuda mempunyai ilmu yang di luar akal!
Dan pada suatu ketika dengan aji Bayu bajra yang sempurna! Tirta sudah bergerak secepat kilat bagai samaran petir!
Tanpa disadari oleh Aksan, Tirta sudah berada tepat di depannya dan...
"Desss!!!"
Sebuah pukulan yang sangat kuat dari Tirta jaya Kusuma tak mampu di hindari atau di tangkis oleh Aksan..!
Kecepatan dari Tirta Jaya Kusuma memang benar-benar luar biasa,,! Gerakan yang di landasi oleh aji Bayu Bajra dan aji kidang kencana! Aji warisan leluhur tanah Jawa!
"Brughh!!". Tubuh Aksan terlempar beberapa meter dan jatuh terduduk,!
"Hoegh,!" darah segar muncrat dari mulutnya...
Tampaknya dia terluka cukup berat!
Aksan jatuh tanpa daya,....!
***
Bang Leo sebagai kekuatan andalan dari padepokan lereng gunung Ungaran pun mulai bertarung dengan menggunakan hawa pisau lengkung nya di kedua tangannya.
Setiap sabetan dari pisau lengkung di tangan kanan dan kirinya selalu membawa hawa kematian!
Sebelum pisau kerambit sampai di tubuh lawan, hawa dingin dan tajam dari pisau sudah menjangkau tubuh lawan terlebih dahulu !
Ini menimbulkan kesulitan bagi Ujang karena menjadikan bang Leo menjadi unggul dalam jangkauan.
Cakar iblis nya jadi kurang efektif dalam menghadapi pisau kerambit di kedua tangan bang Leo!
Sesaat Ujang kelabakan menghindari serangan-serangan dari bang Leo...
Mendadak Ujang melompat agak jauh dan berdiri kokoh di luar jangkauan serangan bang Leo!
Terlihat dia melolos ikat pinggangnya..!
Ikat pinggang berkepala emas!
Akan tetapi bukan kepala ikat pinggang yang digunakan sebagai senjata! justru bagian ujunglah yang di pergunkannya sebagai senjata!
Kembali ujang menyerang dengan ikat pinggangnya yang tampak nya terbuat dari kulit kerbau asli yang liat! bukan kulit Abal Abal yang biasa di jual di pasaran!
Ikat pinggang ini adalah pusaka turun temurun dari keluarga Ujang! ini adalah pusaka andalannya!
"Ctaarr, ctarrr, ctaarr!!"
Terdengar beberapa letusan keras dan menggelegar di tengah riuhnya pertarungan di halaman Villa di Umbul Sidomukti, Bandungan ini.
Sesaat orang orang terkejut dan kaget mendengar suara letusan seperti suara pecut atau cemeti yang di sendal dengan tenaga penuh dan mengeluarkan suara seperti letusan pecut yang di sendal bocah bocah angon ketika menggembala kan kerbau atau sapi di padang rumput, akan tetapi dengan suara yang jauh lebih keras!
Bang Leo tampak sangat terkejut dan melompat menjauh....
Kembali Ujang dengan senjata sabuknya memburu dengan beringas ke arah Bang Leo berdiri..
Suara letusan sabuk pusaka dari Ujang kembali meledak di dekat tubuh Bang Leo!
Bang Leo kali ini sudah lebih bersiap dengan mudah dia menghindar dari serangan sabuk ini.
Kembali pertarungan berjalan lebih seimbang!
Ledakan sabuk dari Ujang meledak ledak memekakkan telinga!
Tiap gerakan Leo selalu membuat Ujang melompat mundur! Dia tidak ingin lehernya tersayat senjata pisau lengkung yang berada di kedua tangan bang Leo.
Kali ini Leo menyerang dengan sabetan saling silang, kedua pisau lengkungnya menyabet dan memburu Ujang!
Setelah bertarung sekian lama, tampak nya daya tahan tubuh Ujang sedikit demi sedikit mulai turun! Sedangkan bang Leo ketahanan fisiknya benar-benar luara biasa!
Rata rata penghuni padepokan lereng gunung Ungaran mempunyai ketahanan fisik yang luar biasa, karena tiap hari berlatih naik turun gunung!
Dalam keadaan yang demikian, konsentrasi dari Ujang mulai goyah!
Gores demi gores pisau kerambit bang Leo mulai mampu menyentuh bagian bagian tubuh Ujang!
Walaupun Ujang sebenarnya juga menguasai ilmu kebal, akan tetapi serangan yang di lakukan bang Leo telah di landasi tenaga wadag dan batin sehingga mampu menembus ilmu kebal dari Ujang!
Jika saja yang menjadi lawan adalah petarung biasa saja, niscaya tubuh Ujang tak akan mempan oleh senjata tajam lawan.
Lengan, perut, bahkan lehernya hampir hampir menjadi ayam potong jika saat dia terlambat menarik kepalanya kebelakang!
Lehernya terasa perih, ketika hawa pisau kerambit menyerempet leher nya..
"Ughh,,!" serunya kaget ,,,
"Bener bener gila kecepatan orang ini!" batin Ujang
Kini dia menyadari ,, kekeliruan perhitungan darinya dan jua Patrik telah membawa malapetaka bagi kelompok Cakar iblis yang di pimpinnya ini..
Sementara itu, dua lawan Tan siang wi sudah terkapar di rerumputan karena terjangan kiam ki, seorang lawan terlihat goresan pedang melintang di dada dan seorang lainnya terkena sabetan pedang di pundaknya!
Kedua lawan Tan siang Ki Jatuh tanpa mengeluarkan suara! entah mati entah masih bernafas!
Demikian pula dalam waktu bersamaan , lawan-lawan Tan siang Wi juga mengalami nasib yang sama! Pedang iblis dari Tiongkok benar-benar raja pedang yang sangat Sadis dan berhati dingin!
Kedua lawannya mati dengan mengenaskan! padahal lawan-lawannya juga sebenarnya bukan lah lawan yang enteng! mereka dari tingkatan cakar perak yang kemampuannya sudah sangat hebat!
Tapi apa mau di kata,, siang mo kiam adalah pedang iblis! yang benar-benar.
menguasai ilmu pedang seperti jiwa mereka sendiri! Mereka hanya tunduk pada Tirta jaya Kusuma!.
Di lingkaran pertarungan yang lain, Bayu, Adnan, kang Damar juga Irman dan Tomy juga sudah menguasai keadaan!
***
Mengetahui sudah tidak ada harapan untuk bisa memenangkan pertarungan ini, Ujang segera. bersuit nyaring,,, dan melontarkan bom asap ...
"Bumm,,,, bumm, bum,, !
Bom asap berwarna warni memenuhi halaman Vilaa..
Ujang segera berteriak keras!
"Mundurr!" teriaknya..
Anak buah cakar Iblis yang. masih mampu bergerak segera keluar dari arena pertarungan di halaman villa umbul Sidomukti , Bandungan !
Ternyata mereka memang sudah mempersiapkan jalan mundur untuk melarikan diri!
Walaupun sempat meremehkan Tirta jaya Kusuma dan kawan-kawannya, tampaknya Ujang sempat juga mengatur pelarian mereka!
Terdengar suara mobil menjauh dari halaman Villa dengan cepat!
Beberapa saat kemudian ketika asap yang tebal lenyap , maka terlihatlah beberapa korban yang mlang melintang ! yang telah mati maupun terluka baik berat maupun ringan!
Patrik tampak tidak ada di antara mereka,,
Ya,. dalam pelariannya Ujang sempat menarik tubuh besar Patrik dan menyeretnya keluar dari arena pertarungan!
Total ada enam orang yang mati! yaitu lawan lawan dari Siang mo kiam atau sepasang pedang iblis dan dua orang penjaga kamar Bu Devania yang terbunuh di tangan Bang Leo!
Sementara ada tujuh orang yang terluka baik berat maupun ringan! Diantaranya adalah Aksan dan juga Udin yang terluka berat di tangan Tirta jaya Kusuma!