
Kenalan yuk sama karakter utamanya
*Sherine Dawson as Detektif
Sherine Adrianne Dawson atau bisa dipanggil Sherine Dawson merupakan seorang detektif andal dari Barat yang sudah terlatih selama 4 tahun di organisasi badan intelijen rahasia. Nama samarannya SEA. Usianya sekitar 20 tahun.
Sherine dikenal dingin dan ditakuti oleh juniornya, tidak diragukan lagi karena dia merupakan detektif muda yang sudah diangkat menjadi agen intelejen dengan IQ diatas rata-rata dan kemampuannya menyamar. Sifatnya saat menyamar sangat fleksibel, Sherine bisa menyesuaikan orang yang ia lakoni sehingga penyamarannya sangat nyata.
Namun dibalik kemampuannya itu, ada timbul kecurigaan dari beberapa orang Barat yang akan salah paham menganggapnya sebagai mata-mata Timur. Sherine termasuk detektif yang wajahnya tak pernah terlihat di awak media.
*Lexan Parker as Pengacara
Lexan Anthony Parker atau Lexan Parker merupakan pengacara dari Barat yang terkenal andal dan rupawan. Awak media selalu memperlihatkan wajahnya yang membuat semua wanita tergila-gila. Usia Lexan juga 20 tahun. Sang atasan, tuan Hans Cornwell selalu melibatkannya dalam misi yang sulit seperti mengintai perbatasan Barat dan Timur juga menjadi pengacara kasus-kasus yang korbannya merupakan pejabat kaya, yang menurutnya masih ada dibatas mudah.
Lexan memiliki kepribadian dingin yang membuat para wanita menyukainya apalagi wajahnya yang tampan dan rupawan, padahal itu cara agar tidak ada wanita yang menyukainya. Sayangnya ia harus terjebak dalam hubungan perjodohan dengan putri pejabat kaya, Jane Andrew.
Sifat Jane yang terlalu lebay, manja dan posesif membuatnya muak dan ingin membatalkan perjodohannya. Namun ia tak bisa menolak karena hal tersebut adalah keinginan ayahnya, Freddie Parker. Lexan tak ingin mengecewakan sang ayah seperti apa yang dilakukan ibunya dimasa lalu sehingga menimbulkan perceraian.
****************
Di malam hujan yang lebat. Di rumah pejabat kaya, Thomson Hendrick.
Seorang pelayan menghampiri kamar majikannya.
"Apa nyonya memanggilku?"
"Y-ya bisa kah kau mengambilkan segelas air."
"Semuanya baik-baik saja kan nyonya?"
"Ya disini baik-baik saja."
"Mengapa suara anda seperti sedang panik?"
"Apa yang kau lakukan!? cepat pergi!"
Sang pelayan menuangkan teko yang berisi air ke gelas. Lalu pelayan itu langsung bergegas ke kamar majikannya. Ketika ia sudah sampai pintu depan.
Alangkah terkejut sang pelayan melihat pintu kamar majikannya yang terbuka lebar dengan pemandangan yang mengagetkan siapa saja. Terlihat tuan Thomson yang tergelatak tak bernyawa dengan luka tusukan di bagian jantungnya, terlihat juga tuan Robert yang panik sambil memegang pisau sedangkan nyonya Miranda syok dan langsung meminta pelayan untuk menelpon polisi. Satpam pun menahan tuan Robert sejenak menunggu polisi datang.
Wajah tuan Robert terlihat polos dan seperti tak tahu apa-apa. Bahkan ia sempat meyakinkan para satpam kalau ia tidak bersalah.
"K-kalian salah paham, b-bukan aku pelakunya, tolong percayalah."
"Cepat bawa dia pergi!! dasar pembunuh!" Ucap Miranda histeris.
Polisi hadir diikuti awak media yang merekam suasana rumah tuan Thomson. Disaat penangkapan tuan Robert, tak nampak sedikitpun wajah nyonya Miranda. Awak media berusaha masuk kedalam rumah namun satpam melarang, akhirnya awak media hanya bisa memberitakan kejadian dari luar pagar saja.
Sementara para pelayan dan beberapa karyawan membawa jazad tuan Thomson ke mobil ambulans.
Berita tentang pembunuhan di rumah tuan Thomson sangat menggemparkan masyarakat. Begitupun dengan Hans Cornwell, kepala pengacara yang mengurus misi yang harus dikerjakan oleh karyawannya. Ia yang sedang meminum kopi lantas memanggil Felix, sekertaris dari pengacara yang selalu diandalkan organisasi.
"Tuan memanggil saya?"
"Umumkan di papan Mading, besok rapat. Jangan sampai ada yang tidak datang."
"Baik tuan."
"Rapatnya jam 08.00 dan berikan tugas ini langsung kepada ahlinya."
"Baik tuan."
"Jangan hanya menjawab, kau harus tahu apa kasus yang harus diselesaikan!"
"Maksud anda, aku yang harus menyampaikan rapat itu? bukankah harusnya–"
"Sudah lakukan saja, kau itu sekertaris lumayan kan belajar menyampaikan untuk menambah gaya berbahasa mu. Kau itu sekertaris tapi payah dalam menyampaikan."
"Apa hubungannya?" Desis Felix sambil memutar bola matanya.
"Aku dengar!" Felix tersentak saat mendengar suara menggelegar itu.
"B-baik tuan Cornwell." Ucapnya ketakutan.