
Awan debu dan sepihan tanah yang berterbangan terlintas di sana, menampilkan suasana mengerikan sekaligus mencekam.
Menahan satu dari sepuluh tentakel yang hampir menembus tubuhnya, yuki menyeka seteguk darah yang kembali keluar dari mulutnya.
Menatap tajam kearah monster itu dengan senyum mengejek di wajahnya, yuki memotong tentakel itu dengan cepat sebelum mulai kembali melakukan serangan balasan.
Walaupun yuki menghadapi perbedaan tinggi badan yang cukup signifikan dari monster aneh itu, yuki tampaknya dapat mengatasi semua hal itu dengan cukup baik dengan memanfaatkan area serangan tombak miliknya dengan cukup baik.
Melihat salah satu tentakelnya yang telah terpotong, wajah yang tadinya di penuhi dengan senyuman sadis kini mulai berubah muram dengan gertakan gigi yang mulai terdengar.
Memanfaatkan moment senyap ini, yuki kembali melancarkan serangan tunggal kepada monster aneh itu.
Tapi sayangnya, tidak seperti beberapa serangan sebelumnya yang berhasil di luncurkan dengan mulus, kini yuki harus menghadapi Shockwave yang muncul secara tiba - tiba akibat raungan monster itu.
Memanfaatkan gaya tarik gravitasi bumi, yuki mencoba bertahan dari shockwave yang muncul secara tiba - tiba, menahan gelombang kejut secara tiba tiba, perlahan tubuh yuki mulai melemah.
Melemaskan pegangannya dari tombak panjang miliknya, yuki mulai kehilangan kesadaran. Tapi saat itu juga notifikasi sistem berbunyi dengan keras.
[ Ding* mendeteksi tubuh tuan rumah menerima beban yang berlebihan, Sifat Dasar grade putih Adaptasi di aktifkan ]
Dengan pesanan singkat dari sistem, perlahan tubuh yang semula hampir kehilangan kesadarannya kini mulai kembali mendapatkan kekuatan untuk terus berdiri dengan kedua kakinya sebagi penopang dasar.
menggetarkan giginya untuk terus bertahan dari softwave yang muncul secara terus menerus selama beberapa menit ini.
Perlahan shockwave yang di keluarkan monster aneh itu berhenti dengan yuki yang mulai terjatuh ketanah akibat gelombang kejut yang tiba tiba.
Dengan nafasnya yang terengah engah, yuki melihat monster yang mulai mendekat ke arahnya.
Mengigit bibirnya seolah memaksa dirinya sendiri untuk berdiri, yuki perlahan mulai bangkit dari tempat duduknya dan kembali memegang tombak panjang miliknya dengan tenang.
" Manusia hina! Akan aku hancurkan kau saat ini juga!!! " raung monster itu dengan marah.
Menaggapi amarah yang di tunjukan oleh monster itu, yuki berkata dengan mengejek.
" He~ apa kau pikir monster rendahan sepertimu dapat membunuhku? Cih* jangan bercanda denganku, aku bahkan pernah lolos dari cengraman demon quen yandere psikopat di masa lalu, dan hanya untuk menghadapimu, aku hanya perlu menggunakan sedikit dari kekuatanku yang hebat ini "
Dengan percakapan singkat di antara keduanya, yuki dan monster aneh itu mulai kembali bentrok. Menyebabkan efek kejut yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
*Slash* Clang* Ting*
1 Detik, 1 menit, dan 1 jam telah berlalu, menampilkan pertempuran yang hampir tidak dapat dikatakan seimbang di antara kedua mahluk beda spesies ini selama beberapa jam belakangan.
Dengan yuki yang di penuhi oleh banyaknya luka di seluruh tubuhnya seolah dapat tumbang kapan saja dan monster aneh itu yang telah kehilangan 7 dari 10 tentakel berharganya.
Menanggapi monster tentakel yang terus memekikan teriakan amarahnya, yuki menguatkan cengraman pada tombak panjang yang sekilas terlihat menyedihkan itu dengan penuh keyakinan.
Memandang yuki dengan wajah yang di penuhi dengan kebencian, monster itu kembali berlari menghampiri yuki denga tiga tentakelnya yang tersisa.
Menaggapi tindakan dari lawannya, yuki kembali menguatkan posisi kuda kudanya dengan tepat sebelum berteriak dan berlari dengan cepat menuju monster aneh itu.
Tidak peduli seberapa kuatnya sifat dari adaptasi itu, selama yuki masih seorang manusia biasa, tubuh yuki akan tetap mencapai batasnya tidak peduli bagaimana dia berusaha untuk terus bertahan.
menghirup seluruh oksigen dingin ke paruh paruhnya, yuki melompat ke udara dengan tombak yang siap di tangannya.
" Haaaaaaa!!!!! "
*Slllllllaaaaaaahhhh*
Dengan kilauan bintang di langit, awan cerah menampilkan keindahan langit malam yang di hiasi oleh bulan purnama indah di langit.
*BRUAK*
Dengan tubuh besarnya yang terjatuh, monster itu menciptakan suara gemuruh ketika tubuh besarnya terjatuh ke bumi.
Berbalik dan melihat lawannya yang telah terjatuh dengan kondisi kepala yang telah terpenggal, Yuki melepas tombak miliknya dan mulai berjalan menghampiri kepala tersebut.
Melihat kepala itu selama bebrapa menit sebelum yuki menghancurkannya menjadi serpihan tengkorak.
' Aku sudah membalaskan dendammu……Kamarku '
Menatapnya sebentar yuki kemudian berbicara.
" Apa kau baik baik saja? "
" … " tidak ada jawaban
Mendekati utaha dengan perlahan, yuki mulai menggoncang tubuhnya sesaat sebelum dia menyadari bahwa Utaha telah pingsan selama periode pertarungannya dengan monster aneh itu.
Melihat ini, yuki tidak bisa tidak berpikir masam ' aku yang bertarung tapi kok malah dia yang pingsan '
Dengan memikirkan itu, yuki hanya bisa membawa utaha pulang kerumahnya untuk saat ini.
...…………...
Membuka matanya secara perlahan, utaha merasakan pusing yang teramat ketika dia baru saja bangun dari tidur panjangnya.
Memegang kepalanya seolah mencoba meredakan rasa sakit yang muncul secara tiba tiba, Utaha mulai memcoba untuk mendapatkan kembali kesadaran akan dirinya sendiri secara perlahan.
Memcoba mengingat apa yang baru saja terjadi dan mengapa dia bisa sampai kehilangan kesadarannya, utaha mencoba bangkit dari tidurnya sambil membuang kompres yang di letakan di dahinya. Tapi sayangnya hal itu gagal.
' Dimana aku? Apakah aku di selamatkan? ' melihat sekeliling utaha masih sedikit bingung dengan apa yang baru saja dia alami tadi.
Mengingat dia baru saja mengalami sesuatu yang sangat di luar nalar, yang membuat semua logika yang telah dia bangun selama 18 tahun masa hidupnya perlahan mulai runtuh.
Mungkin aku harus mengatakan perempuan ini cukup kuat untuk tidak kehilangan rasionalitasnya sendiri dan berakhir menjadi gila setelah mengalami teror seperti itu.
Nah tidak seperti yuki yang telah lama kehilangan pandangannya tentang dunia sejak dia kecil yang membuatnya menjadi sedikit gila akibat menyentuh dunia bawah sejak lama.
Kembali melihat tubuhnya, utaha melihat beberapa perban yang melilit kaki maupun tangannya, melihat ini Utaha tidak bisa tidak merasa lega setelah dia yakin bahwa dia telah di selatakan.
Menghela nafas sejenak, Utha mencoba untuk bangkit dari tidurnya dan melihat keadaan di sekelilingnya.
Tapi ketika Utaha mencoba untuk bangkit dari tidurnya, utaha di kejutkan oleh suara anak laki laki yang perlahan mulai turun dari lantai dua tempat ini
"Aku menyarankanmu untuk terus berbaring dan jangan banyak bergerak, Kasumigaoka-senpai."
Menoleh untuk melihat pemilik dari suara berat itu, utaha melihat sesosok remaja laki laki di kisaran usia 16 atau 17 tahun berjalan mendekatinya. Dengan sebuah mangkuk bubur di tangannya
Melihat ini utaha tidak bisa tidak terkejut, sejujurnya menginat apa yang di lihat utaha sebelumnya cukup mengejutkan, dimana remaja laki - laki di depannya ini melakukan duel sengit dengan monster aneh itu.
" Apa kau yang menyelamatkanku? " utaha bertanya dengan suara seraknya.
" Nah, jika aku tidak menyelamatkanmu mungkin kau akan terbangun di tempat yang berbeda saat ini senpai " kata yuki
" I-itu Te-terima kasih telah menyelamatkanku, emm? "
" Yuki, Yuki Kato itu namaku "
" Terima kasih banyak karena telah menyelamatkanku, Kato - kun "
Melihat ini yuki sedikit tersenyum, meletakkan mangkuk sup di tangannya ke atas meja, duduk di samping utaha dan berkata.
" Makanlah ini untuk menyegerkan kembali tubuhmu "
" I-itu tidak perlu " kata utaha dengan sopan menolak tawaran Yuki.
Melihat ini yuki menggelengkan kepalanya dan tidak mengatakan dengan tidakan penolakan utaha sambil emengeluarkan tas kecil lalu menyerahkannya kepada Utaha.
" Ini " kata yuki sambil menyerahkan tas kecil itu.
" Ini! Tas ku "
" Aku menemukannya di sudut gang jadi aku membanya, kupikir itu miliknu "
" mm~ terima kasih "