
Melihat bagaimana cara dari sistem ini bekerja, yuki tidak bisa tidak menatap kosong kearahnya, maksudku bagaimana sebuah sistem bisa menjadi sangat miskin hanya untuk mengirimkan paket pemula kepada hostnya secara langsung.
Dan yang lebih buruknya lagi, sistem ini bahkan sampai menggunakan jasa dari kurir untuk mengirimkan paket pemulanya kepada yuki. dengan alasan dari tindakan itu adalah semata mata untuk menghemat biaya pengiriman yang memaksa yuki untuk menunda latihannya dengan pedang kayu baru miliknya.
Tentu melihat sistem yang tidak tahu malu ini yuki hanya bisa memendam rasa kesalnya jauh di dalam hatinya sendiri.
Kembali menatap layar antar muka yang dimiliki sistem, yuki mulai merogoh saku celananya untuk mengambil kertas hitam panjang yang sekilas terlihat seperti tiket pesawat? Tidak mungkin ini lebih cocok di sebut tiket parkir.
Serius, sekilas tiket yang di pegang oleh yuki terlihat seperti di buat dengan kertas murahan, dengan tekstur permukaannya yang kasar dan melihat betapa tipisnya kertas itu.
Membuat beberapa orang mungkin akan salah mengira bahwa kertas hitam yang dipegang oleh yuki itu adalah tiket parkir yang sering bermunculan di beberapa tempat sampah acak.
" Sistem bagaimana caranya aku bisa menggunakan tiket karya acak ini? " membolak balik kertas hitam itu yuki melihat beberapa ukiran pola aneh yang sama sekali tidak cocok jika di pasangkan pada kualitas kertas yang di pegangnya.
[ Tuan, anda hanya perlu menyobek kertas itu dan boom!!! Secara ajaib semua informasi dari setiap kata maupun kalimat di dalam novel yang anda terima akan melekat langsung di dalam kepala anda tuan ] dengan suara monotonnya, sistem menjelaskan cara kerja dari tiket Karya acak itu kepada yuki.
" Jadi aku hanya perlu menyobek kertas inikan? "
[ Ya Tuan rumah ]
Mengikuti pesanan singkat dari sistem, yuki menyobek kertas hitam panjang itu dengan cepat.
*Sreek*
1 detik…
10 detik……
" Apa ini? Sistem kau menip- Aaaaaaaaa!!!!!! kepalaku!!!! "
Dengan memegang kepalanya yang mulai menujukan rasa sakit yang luar biasa, yuki mulai berguling guling di atas kasur sembari memegang kepalnya untuk menahan rasa sakit yang di derita olehnya.
Beberapa saat berlalu dan sakit kepada yang di derita oleh yuki mulai mereda yang di ikuti oleh tatapan tajam yuki yang di arahkan langsung kepada layar antar muka sistem yang masih terpampang denga jelas di atasnya saat ini.
" Sistem! Kau membohongiku! Kau mengatakan tinggal sobek dan boom semua informasinya masuk kedalam kepalaku, tapi kenapa kau tidak mengatakan apa pun tentang rasa sakit selama prosesnya!!! "
[ tuan saya tidak melontarkan kebohongan apapun, saya hanya mengatakan bahwa semua informasi yang ada akan masuk kedalam kepada anda secara langsung dan hal itu benar, tapi ininjuga salah anda yang tidak membaca petunjuk penggunaan dengan lebih jelas lagi di tiket karya acak itu ] dengan suara monotonnya, sistem membantah argumen yuki ]
" …terserahlah, tapi yang pasti sistem apa kau yakin dengan novel ini untuk di publikasikan? "
[ Tentu saja tuan! Lagi pula semua hasil yang keluar dari tiket karya itu sepenuhnya acak dan apa yang anda dapatkan sepenuhnya di pengaruhi boleh keberuntungan anda senriei tuan ] sistem berbicara dengan penuh percaya diri.
" Maksudku bukankah Konsep cerita yang lagi menjadi tren saat ini adalah cerita harem school? "
[ Tuan, anda tidak perlu khawatir karena dengan menggunakan cerita dari novel ink, anda dapat menciptaka sebuah tren baru dan akhirnya anda akan berhasil keluar sebagai pendatang baru yang mengubah tren pasar dengan gemilangnya ] sistem berbicara seolah menyemangati yuki walaupun semua yang dikatakan olehnya terkesan dengan suara datar dan monotonnya.
" Ya terserah apa katamu "
Dengan penyemangat terakhir dari sistem yuki mulai bangkit dan mengambil posel miliknya yang terletak di atas meja belajarnya untuk segera menulis cerita yang baru saja dia dapatkan.
Mengingat yuki sama sekali tidak memiliki laptop maupun komputer di rumahnya yang memaksa yuki untuk menulis novel yang baru saja di dia terima dari smartphone miliknya.
Tapi sialnya tepat ketika yuki mulai mengaktifkan Smartphone miliknya, yuki melihat sekitar 100 panggilan tak terjawab dan 50 pesan teks yang tak terbaca, melihat nama dari penelpon itu, segera wajah yuki yang tadinya di selimuti oleh kebahagian kini langsung berubah menjadi wajah yang pucat pasih seolah telah melihat hantu yang keluar dari film horor secara langsung.
Membuka pesan teks yang di kirimkan oleh penelpon itu yuki terkejut ketika Smartphone miliknya kembali berdering.
Melihat nama dari penelponnya saat ini, yuki menganggkat telpon itu dengan tangan yang sedikit gemetar.
" Ha-halo Bos " yuki berbicara dengan suara gemetar.
( Yo Kato-kun, aku ingin tau apakah kau sudah bosan bekerja di bawahku? jika seperti itu, aku rasa aku bisa mewarnai namamu dari daftar karyawan dengan sedikit warna merah )
Walupun suara orang di balik telpon itu terkesan ramah dan bersahabat, yuki tahu betul bahwa hal ini merupakan masalah serius yang tidak boleh di anggap remeh olehnya.
" Tunggu dulu Bos! Aku akan segera ke sana sekarang juga!!! "
( Hahahaha tidak perlu khawatir seperti itu kato - kun, aku rasa 15 menit adalah waktu yang agak lama untuk mengendari sepeda bukan? )
" Siap! Aku akan segera sampai di sama dalam 15 menit bos!!! " seolah mengerti dengan maksud dari perkataan orang di balik telpon itu, yuki langsung menjawabnya dengan tegas dan keras
Dan dengan mengatakan itu, yuki langsung menyimpan smartphone miliknya ke dalam sakunya dan segera mengambil sepeda miliknya dari garasi.
Mengendari sepeda miliknya, yuki langsung menginjak pedal sepeda dengan keras dan langsung melesat dengan cepat meninggalkan rumahnya.
...…………………...
10 menit berlalu dan kini yuki telah sampai di sebuah restoran ayam cepat saji, memarkirkan sepedanya dengan cepat.
Yuki langsung berlari memasuki pintu belakang restoran.
" Oh! Kato-kun, aku tidak menyangka kau bisa mencapai tempat ini hanya dalam waktu kurang dari 10 menit "
Begitu yuki memasuki McDonald's dengan keringat yang masih mengalir dengan deras di tubuhnya, yuki di sambut dengan suara lembut dan indah dari wanita yang berdiri di depannya.
Menoleh ke arah pemilik suara tersebut, yuki mendapati seorang wanita cantik di kisaran usia 20 an tengah berdiri dengan sebuah sepatula di tangannya.
" Ha~ Ha~ Ha~ , manajer Kisaki ha~ kebetulan sekali aku memiliki beberapa masalah di rumah yang membuatku harus menunda kedatanganku ke sini " dengan nafas yang masih terengah engah dan keringat yang sudah membasahi tubuhnya, yuki berbicara untuk memberikan penjelasan kepada wanita di depannya saat ini.
Menatap wajah cantik kisaki mayumi yang merupakan Manajernya di sini, yuki tidak bisa tidak menelan air liurnya sendiri.
Mengingat bahwa wanita di depannya ini memiliki sifat yang cukup tegas untuk semua karyawan yang bekerja disni, dan ditambah fakta bahwa yuki sama sekali tidak tahan dengan omelan yang sering di lontarkan oleh wanita di depannya saat ini.
" Terserah aku tidak ingin mendengar alasanmu, saat ini yang aku inginkan adalah kau cepat cepat berganti pakaian dan segera memasuki tempatmu sekarang juga "
Dengan perintah singkat dari Kisaki, yuki langsung memberikannya salam hormat dan langsung berjalan menuju ruang ganti.
Tapi ketika yuki hendak pergi memasuki ruang ganti, kisaki kembali berbicara.
" Oh yah, sebagai hukuman agar aku tidak memotong gajimu, aku mau kau menggantikan posisi salah satu temanmu, karena aku mendapatkan kabar bahwa dia sedang masuk rumah sakit saat ini dan juga jika kau melakukannya dengan baik, aku mungkin akan memberikanmu bonus "
Bonus?!
Begitu mendengar kata bonus, mata yuki langsung bersinar dengan cerah, memukul dadanya yuki meminta kisaki mempercayakan semua hal kepadanya.
Dengan pertemuan singkat dengan kisaki, yuki memasuki ruang staf dan langsung mengganti bajunya dengan seragam McDonald's dan segera berjalan menuju tempat kasir untuk mulai bertugas.
Kisaki mayumi :