
Satu Shif kerja yang menjengkelkan telah berlalu.
Duduk di atas kursi dengan ekspresi lesu dan di penuhi dengan aura yang sedikit menyeramkan, yuki memainkan smartphone miliknya untuk melupakan semua kesalahan kerja yang baru saja dia alami.
Mengingat dalam beberapa jam sebelumnya yuki mengalami banyak kesalahan dalam mengantarkan pesanan maupun mencatat pesanan yang di berikan oleh pelanggan.
Dengan ekspresi muramnya yuki mulai memainkan smartphone dengan harapan untuk melupakan semua hal itu.
Tapi sayangnya semua bau minyak ini membuat yuki semakin kesal sebelum mematikan Smatphonenya dan mulai menjatuhkan wajahnya ke atas meja dengan keras.
Melirik ke arah pintu masuk ruang staf, yuki melihat seseorang pria dan gadis Kecil masuk secara bersamaan.
Melihat kedua orang itu yuki mengenali siapa keduanya, mereka adalah Maou sadao dan chiho sasaki.
Melihat kedatangan Maou yuki tidak bisa tidak mengenang masa lalu ketika dia bertemu dengan maou untuk pertama kalinya, waktu itu ketika yuki baru saja di terima untuk bekerja di sini yuki tidak bisa tidak merasakan rasa takut dan teror terhadap raja iblis di depannya ini. Mengingat di mana ada beberapa karakter anime yang mengalami distorsi pada sifat mereka sendiri yang membuat yuki tidak dapat memandang dunia tempat tinggalnya saat ini sebagai sebuah cerita di dalam buku belaka.
Jadi yuki tidak bisa dengan 100 persen mengatakan bahwa maou di depannya ini adalah maou yang di kenalnya. Tapi setelah bergaul dengan maou selama beberapa bulan awal bekerja yuki dapat dengan pasti walaupun tidak 100 persen yakin bahwa orang di depannya adalah orang baik.
" Yo, Maou-san dan Chiho-Chan! Ada apa? sedang istirahat? "
" yap betul " menjawab dengan senyum ramah yang terpampang di wajahnya, maou dan chiho duduk di depan yuki dengan rasa penasaran.
" Ada apa yuki-kun? " maou bertanya dengan rasa penasan di wajahnya
" Tidak ada, aku hanya sedang meratapi pahitnya hidupku di dunia ini " yuki kembali mengeluh sebelum kembali menjatuhkan wajahnya ke atas meja.
" Yuki-kun aku dengar kau terlambat dan di marahi oleh beberapa pelangga karena salah mengantarkan pesanan ya? " Chiho bertanya dengan ekspresi polos di wajahnya.
Bagaikan seorang anak bayi yang tidak tau apa yang di lakukannya, Chiho semakin menusuk hati yuki yang rapuh dengan pedang hingga berdarah.
" Chiho - Chan! Stop! Kau semakin melukai hatiku yang rapuh ini " seolah mengaku kalah dari chiho yuki berkata sambil mengangkat tangan kanannya ke atas langit langit dengan cepat.
" ah! Ma-maaf aku tidak bermaksud apa pun yuki -kun! " chiho tergagap menanggapi reaksi yuki atas perkataannya, dengan wajah yang tampak menujukan rasa bersalah atas perkataannya chiho menundukan kepalanya ke arah yuki.
" Ahahaha maafkah saja dia yuki, chi - chan masih remaja jadi dia masih bisa membuat beberapa kesalahan " maou berbicara dengan sedikit tawa.
" Ya terserah, tapi maou! Kau tahu, aku dan chiho chan seumuran " Yuki berbiacara dengan ekspresi datar di wajahnya.
" Eh? Begitukah? "
" Ya "
Terjadi keheningan sesaat sebelum maou kembali berbicara.
" jadi mengapa kau bisa sampsi terlambat masuk kerja tadi? " maou bertanya, mengingat yuki merupakan salah satu karyawan paruh waktu terbaik yang ada dengan jam kedatangan yang selalu tepat waktu dan respon pelanggan tentangnya selalu positif.
Jadi melihat yuki yang datang terlambat selama lebih dari 30 menit tadi sedikit mengejutkan bagi maou.
" Ya aku juga ingin tahu kenapa? " chiho menimpali pertanyaan maou.
Melihat ke arah dua rekan kerjanya itu, yuki tidak bisa tidak berpikir sejenak sebelum memutuskan untuk mulai berbicara.
" ya kau tahu, aku tinggal sendiri di rumah dan mengalami beberapa masalah sebelum ke tempat ini " kata yuki sebagai alasan.
" bagitukah? " seolah tidak mempercayai perkataan yuki sama sekali, maou mengaggukan kepalanya sebelum kembali berbucara beberapa hal yang berkaitan tentang pekerjaan.
Mengambil kembali smartphone miliknya, yuki memutuskan untuk segera mulai menulis novel yang baru saja dia dapatkan tadi untuk membantunya menghemat waktu mengingat dia harus pulang di sekitaran jam 8 atau 9 malam setelah tokoh tutup.
Membuka poselnya, yuki segera memasuki website resmi dari Library World yang merupakan perusahaan penerbit buku raksasa dan mulai membuat akun di sana.
Menyelesaikan pembuatan akun dengan nama Shadow, yuki segera mulai menulis.
Perlahan satu persatu kata mulai terbentuk dengan suara ketikan yang di lakukan oleh yuki melalui keyboard smrtphone miliknya, walaupun terkadang yuki mendapati Typo dalam penulisannya tapi tampaknya hal itu sendiri tidak menjadi sebuah penghalang bagi yuki dalam menulis novel.
Waktu berlalu, saat ini jam menunjukan pukul 21 : 05 dengan beberapa rekan kerja yuki yang mulai mengemasi barang barang mereka untuk segera kembali.
Menyadari keadaan sekitarnya yuki mulai menghentikan penulisan novelnya dan mulai mengemasi barang barang miliknya juga sebelum kembali ke rumahnya.
………
Walaupun hal itu sangat menyakitkan baginya, dia masih tidak bisa berhenti untuk berlari, meskipun Utaha menyadai fakta ini dia mengutuk para berandalan yang menjadi penyebab utama semua kesialan yang di alami olehnya saat ini.
' Ha…ha…ha… '
Merdakan nafasnya yang semakin sesak utah perlahan mulai merasakan sakit di tenggorakan, sensasi terbakar menyelimuti tenggorokannya, dengan tubuh yang sudah kelelahan itu utaha masih melanjutkan pelariannya.
Walaupun Utaha tahu bahwa jika dia terus melanjutkan hal ini dia akan memiliki resiko pingsan atau bahkan dehidrasi akibat kelelahan ekstrim ini, Utaha menolak dengan keras untuk menyerah dan harus berakhir di tempat ini tanpa mewujudkan impian terbesarnya.
' Aku pasti akan hidup ' dengan tekad yang kuat itu utaha terus berlari walaupun kecepatannya perlahan mulai melambat dengan cara yang konstan.
"Hehehehe……Ayo! Ayo! Ayo! Teruslah berlari sekuat tenagamu! "
Melihat kearah belakang tempat di mana asal suara itu berada, utaha tidak bisa tidak menelan air liurnya sendiri.
Di sana terlihat mahluk yang memiliki kepala dari seorang pria tua dengan tubuh laba laba merah besar yang di lengkapi dengan 10 tentakel gurita di tubuhnya, mahluk itu terus mengejar utaha dengan tawa gilanya. Seolah mahluk itu menikmati setiap setiap detik moment penyiksaan ini.
Tawa mengerikan dan horor dari mahluk itu mencapai telinga utaha, membuatnya menggertakkan giginya dan mencoba menggerakkan kakinya yang lelah.
Mencoba mengingat awal dari semua kegilaan ini dimulai ketika utaha yang baru saja kembali dari kunjungannya atas editornya machida sonoko yang mengatakan bahwa novel miliknya memiliki potensi di hentikan di volume ketiga membuat utaha frustasi.
Bagaimana tidak? karena menjadi penulis terkenal adalah cita cita besar yang di inginkan utaha sejak dulu, tapi sekarang semua impiannya itu harus tumpul akibat kurangnya popularitas dari [ Love Metronom ]
Akibatnya utaha yang frustasi harus kembali dengan perasaan yang sedih, tapi sialnya sekelompok berandalan mencegat utaha di tengah jalan yenga membuatnya tidak nyaman.
Mencoba membiarkan kelompok berandalan itu sendiri utaha kembali di hadang oleh berandalan itu dan berakhir dengan polisi yang mengamankan mereka.
Tapi ketika utaha keluar dari kantor polisi, waktu sudah malam dan dia harus melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki, mengingat jarak dari kantor polisi dan rumahnya cukup dekat.
Tapi tampaknya kesialan utaha tidak berhenti di situ saja, karena nyatanya ketika utaha baru berjalan beberapa blok dari kantor polisi dia melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat.
Perlahan tapi pasti Utaha mulai kehilangan kecepatannya dalam berlari yang membuat monster aneh itu semakin mendekatinya.
Berlari dengan tenaga yang tersisa, utaha menemukan sebuah gang sempit, berbelok ke arah gang itu utaha menemukan sebuah jalan buntu di sana.
Merasa seolah scercah harapannya pupus utaha terjatuh, menoleh ke arah monster itu utaha hanya bisa bernafas ddengan terengah - engah.
" Hehehe!!!!……Hehehehe!!!!! Hahahaha!!!! Aku tidak menyangka manusia lemah sepertimu bisa memberikan hiburan seperti ini, tapi aku rasa semua permainan tidak berguna ini lebih baik kita akhiri saja "
Dengan mengatakan hal itu, mahluk aneh itu mulai mengijak ijakan kakinya ke bumi untuk memberikan efek psikologis yang lebih kepada utaha.
" To-Tolong~ " dengan suara seraknya yang tersisa, utaha hanya bisa terduduk lemas menanti nasibnya yang malang.
" HAHAHA SELAMAT MAKA- "
*BRUAK!!!*
" Oi!!! Apa kalian tidak bisa diam! Apa kalian tidak tahu bahwa ini sudah ma…lam...eh? "
" Eh? "
" Eh? "
Maou Sadou :
Chiho Sasaki :
Kasumigaoka Utaha :
Catatan : Catatan : semua gambar ini bukan miliku, aku mendapatkan semuanya dari internet