Simulator Sistem : Anime Comprehensive World

Simulator Sistem : Anime Comprehensive World
Chapter 8 : Kamarku Hancur!!!


Melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya, yuki tidak bisa tidak terdiam, merasa seolah telah melakukan sesuatu yang sangat ceroboh sekaligus gila.


Bagaimana tidak gila? Lihat saja mahluk aneh dengan kepala pria tua itu, bagaimana yuki bisa menaggung akibat jika mahluk aneh itu mengamuk dan malah menyerang yuki.


Serius, bahkan yuki sempat berpikir jika dia bisa memutar balikan waktu dia pasti akan menapar dirinya sendiri dengan sangat keras akibat kecerobobannya itu.


Namun seperti kata pepatah, jangan pernah mengais susu yang telah tumpah. Tapi apapun hasil saat ini adalah akibat dari tindakan yang telah dia putuskan di masa lalu, jadi yuki tidak bisa secara langsung menyalahkan orang lain atas kesialan yang telah menimpah saat ini.


Tentu hal ini akan menjadi sebuah masalah besar jika mahluk aneh itu memutuskan untuk mengamuk dan mulai menyerang yuki secara membabi buta.


Walaupun sekilas kondisi yang dihadapi oleh yuki saat ini tidak ada bedanya dengan seekor kelinci yang mencoba menantang seekor harimau yang tengah kelaparan dalam sebuah pertarungan.


Tapi bahkan jika kelinci itu tahu kalau dia tidak akan bisa menang melawan harimau dan akan berakhir di tangan sang harimau, tidak mungkin kelinci itu akan dengan bodohnya menerima kematiannya tanpa melakukan perlawanan sama sekali.


Dan seperti itu pula kondisi yuki saat ini, bahkan jika dia tahu bahwa semua perlawanan yang akan dia lakukan mungkin tidak akan banyak berguna, yuki tidak akan sudi untuk menerima kematiannya sendiri di tangan mahluk aneh itu tanpa ada perlawanan sama sekali, jadi yuki memutuskan untuk akan tetap terus bertarung sampai titik darah penghabisan untuk melindungi dirinya sendiri.


Nah, fakta itu juga lah yang memaksa yuki untuk terus berlatih dan membangun tubuhnya untuk dapat bertaha hidup di dunia ini dengan semua yang dia miliki, tidak peduli apa itu, yuki pasti akan terus berusaha untuk tumbuh menjadi lebih kuat kapanpun dan di manapun dia bisa.


Walaupun hal itu akan menghancurkan prisnsip hidup yang telah yuki bangun selama 16 tahun belakangan ini untuk tidak pernah berurusan dengan dunia bawah yang penuh dengan hal - hal aneh, yuki akan tetap bertahan hidup apa pun yang terjadi.


Mengalihkan perhatiannya ke arah sosok lain yang juga menjadi target monster itu, yuki tidak bisa tidak mengerutkan dahinya sejenak.


Dia kenal dengan perempuan disana, tapi bahkan jika begitu nyawanya sendiri masihlah sesuatu yang jauh lebih penting dari pada wanita cantik manapun saat ini.


Walaupun yuki telah menerima sistem, hal itu tidak akan bertindak banyak dalam kondisinya saat ini, mengingat dia bahkan baru mendapatkan sistem itu beberapa jam yang lalu.


" Kekekeke……apa ini? Apakah kau ingin memainkan drama pahlawan yang menyelamatkan keindahan seperti di novel novel itu? Hahahaha aku tidak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya "


Melihat yuki yang masih berdiri di depan jendela denga tatapan tajam di matanya, monster aneh itu tidak bisa tidak melontarkan penghinaannya saat ini.


Melihat bagaimana seorang manusia biasa berencana menyelamatkan sesamanya dari ancaman mahluk superior seperti dirinya.


Membuat monster itu tidak bisa menahan gelak tawanya.


Melihat apa yang sedang berlangsung di hadapannya, yuki menghela nafas dan berpikir bahwa tidak akan ada gunanya bahkan jika dia melarikan diri sekarang juga karena apa pun yang terjadi, monster ini akan tetap mengejar dan membunuh mereka berdua saat ini.


Mencoba meraih sebuah tombak yang terletak di bawah jendela saat ini, yuki bersiap untuk bertarung kapan saja.


Nah mungkin banyak di antara kalian yang akan bertanya tanya mengapa yuki lebih memilih menggunakan senjata tombak dari pada katana.


Maka untuk menjawab pertanyaan itu kita harus kembali membaca sejarah singkat sekali lagi, nyatanya penggunaan katana sebagai sebuah senjata sendiri merupakan hal yang bisa di bilang kurang efektiv mengingat penggunaan busur yang jauh lebih aman dalam sebuah pertempuran sendiri menjadi pilihan utama bagi banyaknya samurai di masa lalu.


Lalu selain busur ada juga tombak yang menjadi senjata pilihan yang sering di gunakan oleh para samurai dalam menjangkau pasukan berkuda dari pada menggunakan katana yang gampang patah.


Jadi, selain sebagai sebuah hiasan yang jarang di gunakan katana sendiri merupakan senjata merepotkan yang gampang patah dalam pertempuran nyata (Pendapat pribadi gw tentang katana).


Tentu semua hal yang aku sebutkan di atas tidaklah termasuk ke dalam Katana yang memiliki pesona magis di dalamnya.


kembali menatap monster aneh itu yuki bersiap bertarung dengan sebuab tombak yang terhunus di tangan kanannya.


Melompat keluar tepat sebelum tentakel itu mengenainya, yuki memutar tombaknya untuk menangkis beberapa peluru jaring putih yang tembakan kearahnya dengan cepat.


Menghentikan setiap serangan monster itu yuki berhenti sejenak sebelum kembali melihat kamarnya yang malang yang telah hancur menjadi puing - puing bangunan, melihat semua hal itu di depan matanya, yuki tidak bisa tidak merasakan rasa yang teramat sakit ketika melihat rumah satu satunya di hancurkan tepat di depan matanya.


Menatap mosnter aneh itu dengan mata yang penuh dengan kebencian, yuki mulai berlari memutar ke arah Utaha yang masih terduduk lemas di tempatnya dengan tak berdaya.


Nah, walaupun yuki bukan tipe orang yang akan membahayakan nyawanya sendiri untuk menolong orang lain, yuki masih tidak bisa melihat Senpai Cantik Ehem* maksudku melihat orang lain mati di depannya tanpa bisa melakukan apa pun untuk mencegah hal itu terjadi.


Menghampiri utaha dengan cepat, yuki mulai kembali berbicara.


" apakah mau baik baik saja? " yuki bertanya


" Y-ya aku baik baik saja " dengan suara pelan dan sedikit serak, utah menjawab pertanyaan yuki dengan tepat.


Menatap mata utaha yang seakan telah menemukan secercah harapan di tengah kegelapan dunia ini, yuki kembali berbicara.


" Maaf " dengan mengatakan itu, yuki langsung menggendong utaha di punggungnya dan langsung menembak dengan cepat untuk berlari menjauh dari amukan monster itu.


Melihat kepergian yuki dan utaha yang cepat, monster itu mengerahkan tentakel gurita miliknya untuk mencegah semua upaya melarikan diri yang di lakukan yuki.


*Bruak* Bruak*


Dengan banyaknya kerusakan yang terjadi di setiap langkah yang di lakukan oleh monster itu, yuki terus berlari menjauh dari pemukiman penduduk untuk meminimalisir jumlah korban yang tidak perlu.


Berlari menjauh dari pemukiman padat penduduk, yuki menemukan sebuah pohon besar dengan dahan dan dedaunan yang rindang di atasnya.


Meletakan utaha dengan lembut di bawah pohon besar itu, yuki langsung berbalik sambil melihat monster aneh itu yang semakin mendekat. Memegang tobak panjangnya, yuki segera berlari mengitari monster aneh itu dengan sesekali menagkis tembakan peluru jaring putih dari monster aneh itu.


*Clang*


Menyerang salah satu kaki monster itu, segera tubuh yuki di hantam oleh tebasan tentakel besar yang menghempaskan yuki hingga 10 meter jauhnya.


" Uhuk! Uhuk! Sial aku ceroboh " mengusap sedikit darah yang keluar dari mulutnya yuki kembali memegang tombak panjangnya.


" Kekeke apakah ini kekuatan yang kau banggakan wahai manusia? Apa kau pikir dengan kekuatan lemah seperti itu kau dapat mengalahkanku? sepertinya kau terlalu banyak berhayal hehehe " monster aneh itu berkata dengan wajah yang penuh dengan ejekan kepada yuki.


" He~ apa kau pikir aku sudah serius? Tidak! Yang baru saja kau hadapi tadi hanya 10 persen dari kekuatan asliku " yuki berkata dengan sombong.


Melihat ekspresi sombong dari yuki, monster aneh itu semakin tersenyum kegirangan, mengangkat ke sepuluh tentakel gurita miliknya ke udara bebas, perlahan udara dingin di area kurang dari 10 meter dari monster itu mulai terkompres dan langsung menghancurkan tanah di sekitarnya menjadi kawah kecil dengan kedalam kurang dari 100 cm.


Melihat tingkat kerusakan yang di timbulkan monster itu yuki mengerutkan keningnya sejenak sebelum merasakan bahaya besar yang mendekat.


Dengan reaksi cepat yuki langsung melompat menjauh dari tempat monster itu berada, tapi tepat ketika yuki melompat ke belakang untuk menjauh dari monster itu, yuki harua di hadapken pada sepuluh tentakel besar yang menghujam ke arahnya dengan kecepatan tinggi


*Brak!!!* dengan suara keras, kesepuluh tentakel besae itu mengahancurkan tempat yuki berdiri.