
" Kato - kun, apakah kau baik - baik saja? Aku melihat kamu bertarung menghadapi monster aneh itu sebelumnya " utaha bertanya dengan wajah yang penuh kecemasan.
Walaupun Utaha tahu bahwa tidak mungkin bagi yuki untuk baik baik saja, dia masih tetap tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya mengenai kondisi yuki saat ini, rasa khawatir dan tanggung jawab atas luka yang di terima yuki membuat hati utaha merasa bersalah.
Melihat wajah bersalah dari utaha, yuki berbicara dengan ringan seolah untuk menutupi rasa bersalah yang dimiliki utaha.
" Tenang saja, hanya beberapa patah tulang dan pembuluh darah pecah, bukan masalah besar " Yuki berkata dengan santai.
Melihat ekspresi santai yuki ketika mengatakan hal itu, utaha tahu bahwa yuki hanya mencoba kuat untuk membuat dirinya untuk tidak merasa bersalah sama sekali.
Memikirkan hal itu wajah utaha yang tadinya putih bersih langsung berubah menjadi pucat pasih. Memikirkan bagaimana semua hal yang di alami oleh yuki di sebabkan olehnya.
Tapi serius, jika itu orang lain atau mungkin hanya beberapa NPC acak yang mengalami serangan seperti itu dan bukan yuki sendiri, aku dapat menjamin 100 persen bahwa dia akan mati tanpa tahu apa itu matahari terbit di keesokan paginya.
" Tunggu! Bukankah itu masalah besar?! " Utaha berkata dengan wajah panik.
Dengan wajah kaget dan penuh keresahan, Utaha langsung mengambil Kotak P3k di dekatnya untuk memeriksa luka yang di alami oleh Yuki.
" Tunggu! Aku baik-baik saja senpai " yuki berkata dengan nada penuh penolakan ketika utaha mulai mengambil beberapa anti septik dan perban dari dalam kotak p3k itu.
Mencoba untuk menolak semua usaha pengobatan yang di lakukan oleh utaha, yuki akhirnya harus mengaku kalah dengan utaha yang terus memaksa untuk membuka bajunya untuk melakukan pengobatan pada luka di tubuhnya.
Tapi tepat ketika Utaha berhasil membuka baju milik yuki, dia melihat tubuh sempurna yuki, untuk sesaat wajah utaha memerah sebelum dia mengeluarkan kapas dan mulai mengoleskan obat dengan lembut pada lukanya.
Memalingkan wajahnya seolah berusaha untuk tidak melihat setiap inci lekuk bentuk tubuh sempurna milik yuki, utaha memejamkan matanya sesaat sebelum selesai memberikan obat pada semua luka di tubuh yuki.
" Hm~ kato-kun! Bolehkah aku bertanya? " utaha berbicara untuk memecahkan susana hening yang tengah terjadi.
" hm!? Apa itu? " tanya yuki dengan penasaran.
" itu…tentang mahluk sebelumnya, apakah kau tahu apa itu? " utaha bertanya dengan tangannya yang masih sibuk mengoleskan obat di setiap luka memar yang terdapat pada tubuh yuki.
" Maksudmu Monster yang aku lawan tadi? " yuki bertanya
" Ya! Itu! " angguk utaha sebagai tanggapan atas perkataan yuki.
" hm~ bagaimana aku harus mengatakannya ya~, mungkin kita dapat menyebut mahluk itu sebagai Yokai- Tidak! Mungkin lebih tepatnya kita bisa menyebut monster itu sebagai iblis pemakan manusia.....mungkin " jawab yuki dengan sedikit ambigu
Mendengar jawaban yuki, utaha kaget dengan banyak kecemasan di wajahnya, meskipun yuki masih memberikannya jawaban yang agak ambigu, hal itu sendiri tampaknya sudah cukup untuk membuat utaha merasakan suatu kecemasan di dalam dirinya.
Nah, walaupun awalnya utaha sendiri sudah dapat menebak secara kasar bahwa mahluk itu bukan manusia sama sekali, tapi ketika mendengar yuki mengatakan bahwa mahluk itu sebagai iblis pemakan manusia, untuk sesaat tubuh utaha menegang.
' iblis pemakan manusia? Di dunia ini, apakah makhluk seperti itu benar-benar ada dan keberadaan mereka masih belum terungkap kepublik sampai saat ini? ' utaha berpikir di dalam hatinya
"Kalau begitu kato - kun, kenapa kamu bisa mengalahkan iblis itu?" tanya utaha dengan nada penasaran.
Mengingat keberadaan iblis pemakan manusia yang memiliki kehancuran tingkat tinggi seperti itu bisa di kalahkan oleh yuki. Jelas utaha memiki rasa penasaran tersendiri tentang identitas dari yuki
"Apakah kamu- "
" tidak! Aku tidak seperti yang kau pikirkan, aku hanya seorang siswa SMA biasa yang mencoba menjauh dari semua hal mistis di dunia ini tapi selalu gagal, hanya itu saja " bantah yuki sebelum utaha berhasil menyebutkan tebakan acaknya.
Mendengar jawaban yuki, untuk sesaat utaha terdiam, melepaskan kapas anti septik itu dari pengaitnya, utaha mulai kembali menyusun semua perlengkapam medis itu ke dalan kotak p3k kembali.
Melihat kehingan yang terjadi, yuki mulai kembali berbicara.
" oh yah! Ngomong - ngomong senpai, aku ingin tahu apakah kau ingin tinggal bersamaku malam ini? Karena aku pikir tidak akan cocok bagimu untuk pergi keluar saat ini, mengingat tubuhmu masih sangat lemah sekarang. Dan jangan khawatir, aku tidak akan melakukan hal yang aneh kepadamu "
Menanggapi tawaran yuki, utaha merasa ragu untuk sejenak, tapi akhirnya dia mengangguk dan menerima tawaran menginap dari yuki dengan lembut, tapi di samping hal itu, rona merah di wajahnya terlihat tepat ketika dia mengangguk untuk menjawab yuki.
mencoba untuk menyembunyikan wajahnya yang sedikit memerah, utaha kembali memalingkan wajahnya dari yuki.
Melihat tingkah lucu dari utaha, yuki tersenyum sebelum kembali berbicara.
" Nah, kalau begitu kau bisa menggunakan kamar ini untuk malam ini senpai "
Dengan mengatakan hal itu, yuki bangkit dan mulai berjalan keluar pintu dengan membawa kotak p3k di tangannya.
Melihat kepergian yuki, Utaha tersenyum dengan lembut, menatap punggung dari sosok pahlawan yang telah menyelamatkannya, utaha mulai kembali tersipu malu sebelum kembali merasakan kesadarnnya mulai kembali kabur
...****************...
Setelah keluar dari kamar tempat Utaha berada, yuki segera menggerakan tubuhnya yang lelah berjalan menuju kamar tamu di lantai bawah rumahnya.
Membuka pintu kamar tamu di depannya yuki menghela nafas lega sebelum mulai menjatuhkan dirinya sendiri ke atas kasur yang berada di depannya itu. yuki mulai meregangkan tubuhnya untuk meringankan kelelahan mental yang telah dia alami selama beberapa waktu ini.
menginggat semua hal yang telah di alami oleh yuki, dia tidak bisa tidak merasa ingin menangis, Dimulai dari kedatangan sistem beberapa jam yang lalu hingga harus melakukan duel dengan iblis pemakan manusia dalam satu hari membuat yuki harus mengakui bahwa tidak peduli seberapa baik sifat adaptasi yang dia dapatkan selama simulasi pertama.
Dia tetaplah manusia biasa yang harus memiliki istirahat untuk tubuhnya sendiri, berguling ke samping kiri dan kanan atas kasur, yuki mulai membuka layar antar muka sistem.
Melihat tampilan layar holografik berwarna biru yang berasal dari sistem yang muncul di depannya, yuki mulai kembali berbicara dengan sistem.
" Sistem apakah aku memiliki layar status seperti protagonis isekai klise itu? " yuki bertanya dengan malas.
[ Tuan, anda memang memiliki layar status ] kata sistem dengan monoton.
" Benarkah?! Jika begitu segera buka layar status milikku sekarang juga "
Dengan perintah singkat dari yuki, segera sebuah layar holografik biru muncul di depan yuki.
[ Nama : Yuki Kato
Umur : 16 Tahun
Jenis Kelamin : Laki - Laki
Pekerjaan : Siswa SMA Shibuya kelas 1D
Titel : Orang yang selalu terjebak dengan dunia magis
Atribut :
Kekuatan : 17/10
Kecepatan : 12/10
Pertahanan : 14/10
Kelincahan : 12,3/10
Kecerdasan : 10/10
( Catatan : Orang Normal hanya memiliki 10 Pada semua stat miliknya sedangkan 20 untuk puncak dari umat manusia itu sendiri )
Skill :
Photo Grafik Memori/pasif [B-]
Penyimpanan : ( Terkunci ) ]
Melihat bagaimana nilai - nilai statistik miliknya pada layar antar muka sistem, yuki tidak terlihat terkejut maupun kecewa, mengingat semua latihan yang telah dia lakukan di masa lalu tentu akan menapilkan semua angka - angka ini.
Kembali menutup layar status pada sistemnya, yuki mengeluarkan smartphone miliknya dan mulai kembali melihat semua darf novel yang baru saja dia tulis tadi, tepatnya sebelum yuki bertarung dengan iblis yang mengejar Utaha.
Melihat semua isi draf yang telah di tulis yuki, di sana dia melihat bahwa tampaknya dia telah menulis hingga 25.000 kata yang cocok untuk 25 bab dengan 1000 kata perbabnya.
Memutuskan apakah dia akan mempublikasikan novel yang dia tulis ini atau tidak, yuki akhirnya memutuskan untuk menunda publikasi untuk melakukan bebrapa revisi pada bab - bab novel yang telah dia tulis.
Dan dengan itu, yuki menghabiskan malamnya yang tersisa dengan merevisi setiap kata pada novel yang dia tulis sebelum memutuskan untuk kembali tidur
Yuuki Kato :
Gambar bukan milikku, aku mendapatkannya dari internet