Sekretaris Kesayangan, CEO

Sekretaris Kesayangan, CEO
Semangat baru


"Ellena, cuma kamu yang bisa ngertiin kakak, dek."


Alex menagis memeluk nisan adiknya, mengadukan betapa hancurnya dia setelah kepergian Cika.


"Aku harus apa, aku tidak tahu harus mengadu pada siapa lagi dek? semua orang tidak ada yang mengetahui keberadaan Cika sekarang." Alex menagis frustasi, dia merasa pandangannya mulai buram seketika dia melihat seperti bayangan Elle muncul, adik kesayangannya itu juga terlihat bersedih melihat kondisi sang kakak.


"Bangunlah!!! kakak pasti kuat dan mampu melewati ini semua. cari dan temukan kak Cika dan anakmu, ayolah bangkit dan semangat lagi. mereka pasti masih hidup dan mengunggu kehadiranmu untuk menjemputnya." terdengar samar namun mampu membangkitkan kembali semangat Alex, apalagi mendengar Cika masih hidup dan menunggunya.


Alex mengusap air matanya, memperhatikan sekitar yang sepi seraya tersenyum.


"Terimakasih dek, kamu telah membangkitkan lagi semangat Kakak untuk mencari kakak iparmu." Alex mengangkat kedua tangannya berdoa untuk ketenangan sang adik, setelah itu dia kembali pulang dengan semangat yang baru.


***


Cika menceritakannya pertemuannya dengan Ciko pada sang ibu, sambil menemaniku Kyano yang mulai pintar mengoceh, meskipun tidak jelas apa yang dibicarakannya, namun sudah cukup membuat Cika merasa bahagia.


"Cika, apa kamu masih menyukai Ciko. bukankah dia cinta pertamamu?"


"Sudah tidak Bu, hubungan kami dari dulu hingga sekarang tidak lebih sebagai sahabat. bagiku kehadiran seorang pria hanya akan memberikan luka dan rasa sakit hati. aku tidak ingin dicampakkan lagi Bu."


"Ibu mengerti nak, satu hal yang perlu kamu ingat! tidak semua pria jahat. buktinya ayahmu sangat mencintai ibu dan keluarganya hingga maut memudahkan kami." terang sang ibu, yang paham jika Cika masih trauma pada masa lalunya.


"Ibu, saat ini aku hanya ingin hidup tenang bersama ibu dan Kyano. dan tidak ingin yang lain."


"Bagaimana jika seandainya Alex menyesal dan terus mencari-carimu selama ini?"


"Tidak ada yang perlu dia sesali lagi Bu, aku tidak akan pernah kembali padanya. sampai kapanpun Lisa dan Naga tidak akan pernah membiarkan kami hidup bahagia, orang-orang disekitar Alex sangat berbahaya dan kejam. bahkan Lisa pernah beberapa kali ingin melenyapkan aku." terang Cika yang membuat sang ibu bergidik ngeri membayangkan.


"Apa Alex tidak melindungimu, nak?"


"Lisa terlalu pintar Bu, bahkan pengaruhnya terlalu besar pada Alex."


"Baiklah, apapun keputusanmu ibu akan selalu bersamamu, nak."


"Cika, ada mobil berhenti di teras depan." ucap ibu mengintip melalui celah-celah gorden.


"Siapa Bu?"


"Entahlah ibu juga tidak tahu."


Cika bangkit dari duduknya ikut mengintip, tidak lama seorang pria tampan turun dari mobil. membawa beberapa buah parcel ditanganya.


"Ciko!"


"Iya Bu, sekarang dia sudah menjadi pria dewasa."


Tidak lama pintu diketuk dari luar, Cika segera membukakan pintu sambil memasang senyum termanisnya.


"Hai Cika!"


"Kamu tahu rumahku?"


"Apa sih yang nggak aku ketahui tentangmu Cika."


"Hallo nak Ciko!"


"Ibu, apa kabar?" Ciko menyalami ibu.


"Alhamdulillah sehat, silahkan masuk nak."


"Iya, terimakasih Bu."


"Ini pasti Kyano?" sapa Ciko ramah membelai pipi Kyano yang semakin semok.


Mereka ngobrol-ngobrol diruang keluarga, ditemani dengan tingkah gemas dan lucu Kyano yang menghipnotis semua mata.


"Nak Ciko, ibu kekamar dulu mau menidurkan Kyano. kamu lanjutkan saja ngobrol-ngobrolnya sama Cika."


"Iya Bu." jawab Ciko senang karena diberi kesempatan untuk berduaan dengan Cika. Namun kecanggungan tiba-tiba membuat keduanya salah tingkah dan saling diam.


"Cika!"


"Ciko!" Keduanya tiba-tiba bersuara secara bersamaan. malu-malu layaknya ABG yang baru jatuh cinta.


"Kamu yang saja yang duluan ngomong."


"Nggak kamu saja." Cika dan Cika saking lempar sebagai senyum malu-malu, sedangkan ibu mengintip dari balik pintu, ikut bahagia melihat perubahan Cika yang sudah bisa membuka mata dan hatinya pada pria lain.


"Cika, kamu cantik sekali malam ini." puji Ciko membuat Cika bersemu merah.


"Jangan mudah tergoda Cika, semua pria hanya akan memberikanmu kebagian sesaat." bathin Cika, dia teringat bagaimana dulu Alex pernah memperlakukannya dengan begitu manis.


"Alexander?" tanpa sadar Cika meneriakkan nama Alex, disaat yang bersamaan, ditempat yang berbeda pria itu langsung keselek oleh minuman dan kembali meneriakkan nama.


"Cika, kembalilah sayang!"