
Meskipun tanpa persetujuan Lisa, malam ini Alex telah menyiapkan para pasukannya untuk melakukan penyerangan pada Naga.
"Kali ini, aku pastikan kamu akan mati ditanganku Naga." teriak Alex mengisi senjatanya dengan peluru penuh.
"Rambo, apa semua sudah siap?"
"Sudah tuan!"
"Kita berangkat sekarang."
Sebuah klub malam mewah dan terbesar milik Naga, merupakan tujuan utama Alex dan rombongannya. sesuai strategi para pasukan Alex sudah terlebih dahulu melakukan pengepungan, dengan jumlah dua kali lipat dengan pasukan Naga saat ini, karena mereka belum mengetahui berita penyerangan tiba-tiba tersebut.
Sedangkan Rambo selalu berada dibelakang Alex, tetap mengawasi dan berusaha untuk melindungi sang tuan muda. agar terhindar dari serangan tiba-tiba yang mungkin saja terjadi.
Alex membuka ruangan VVIP, dimana Naga tengah bermesraan dengan dua wanitanya. mereka terlonjak kaget begitu melihat kedatangan Alex yang tiba-tiba.
"Alex?"
"Kenapa Naga kamu kaget dengan kedatanganku, kemana tunanganmu itu. kenapa masih bermesraan dengan para wanita yang tidak jelas." sindir Alex.
"Ha...ha...aku tidak akan pernah bosan bercinta dengan Cika, mantan sekretaris mu itu. dia benar-benar hebat hingga aku ketagihan." Naga semakin terpancing untuk memanas-manasi Alex, dia tidak menyadari jika tempatnya sudah dikepung.
"Dasar keparat, kamu." Alex maju menghantam tubuh Naga, namun pria itu berhasil menghindar. dan melakukan penyerangan balik. bangku hantam antara Alex dan Naga semakin sengit.
Naga mengeluarkan pistolnya, begitu juga dengan Alex. keduanya saling todong menodong, tanpa takut akan bahaya dan kematian yang bisa saja merenggut nyawa mereka detik itu juga.
Melihat suasana yang semakin memanas, para anak buah Naga langsung beraksi. tanpa mereka duga dibelakangnya sudah berdiri puluhan anggota Alex. yang siap untuk mencabik-cabik mereka.
"Turunkan senjata kalian, jika tidak malam ini akan menjadi malam terakhir kalian di dunia ini." perintah salah seorang anak buah Rambo.
Merasa sudah kalah banyak, para anak buah Naga menurunkan senjata mereka masing-masing. mengangkat tangannya keatas, tanda menyerah.
"Apa yang kalian lakukan, dasar pengecut teriak Naga."
"Maafkan kami tuan, kami tidak ingin mati sia-sia. kali ini kita tidak akan mampu melawan mereka." ucap salah seorang dari mereka menundukkan kepalanya.
"Brengsek!"
"Rambo, hukuman apa yang pantas kita berikan pada Naga, selain kematian. karena itu terlalu ringan untuknya!" ucap Alex tersenyum sinis dan penuh kekejaman.
Rambo mendekat, membisikkan sesuatu ketelinga Alex. yang membuat seringai iblis Alex semakin melebar sempurna kerah lawan yang tidak berdaya.
"Siksaan!"
"That's right!"
"Bugh!Bugh!Bugh!"
"Aaaaarght!" terdengar jerit kesakitan keluar dari mulut Naga, begitu tubuhnya mendapatkan hantaman demi hantaman keras, tanpa ampun yang dilayangkan Alex.
Wajah dan tubuh Alex sudah babak belur, dia terus meringis kesakitan tanpa bisa melawan. karena sudah kehabisan tenaga, Naga dan anak buahnya yang tidak memiliki persiapan tidak bisa berbuat lebih selain menerima kekalahan mereka.
Tangan Alex meraih gagang pistol dibalik pinggangnya, mengarahkan tepat pada bagian tubuh Naga.
"Kematian terlalu mudah untukmu Naga."
Dooorr.....!!!
Satu buah peluru langsung meleset pada sebelah tangan Naga. dengan tatapan hias sehingga membuat musuhnya terintimidasi saat itu juga.
"Ini pembalasanku karena sudah berani-beraninya menyematkan cincin dijemari manis wanitaku."
"Dooorr!!!"
Satu lagi pada kaki sebelah kirimu, Naga. agar kamu tidak berani-berani lagi mengusik kehidupanku.
"Aaaagght!!!"
Teriakan kesakitan bergema, begitu ngerti dan menyayat hati. namun tidak dengan Alex, dia tersenyum puas melihat rasa sakit yang dirasakan Naga. merasa sebanding dengan kesakitan yang sudah diterimanya.
Sebelum melangkah pergi, Alex memerintahkan para anak buahnya untuk membakar gudang bisnis haram milik Naga, sehingga pria itu harus menagung rugi besar baik materi maupun fisiknya yang bisa jadi cacat setelah kejadian penyerangan dadakan ini.