
Seorang lelaki dewasa dengan rambut putih bagaikan salju, menggunakan penutup mata untuk bagian kanan, dan diiringi banyaknya pasukan yang mengikutinya, perlahan berjalan santai dengan penuh kehati-hatian.
Tatapannya yang tajam ditunjuk ke depan, memandang dengan baik sekelilingnya untuk memastikan bahwa tak ada ancaman yang mengintai.
Dia tidak lain adalah Reiner yang ingin menghabisi para budak yang memberontak untuk keluar. Seorang penguasa di penjara ini,
Reiner saat ini telah sampai di sel penjara tempat Julian dan lain-lain memberontak. Melihat banyaknya mayat yang tergeletak, dia mengeluarkan senyuman.
Bahkan tangan kanan terpercayanya, Leonardo tewas dan tergeletak di lantai.
“Budak no 345, sudah kuduga dia memang menarik… Tidak ada ruginya aku membawa dia ke sini.”
***
Julian dan lainnya telah menginjakan kaki di Lorong tempat keluar penjara. Itu adalah tempat yang sangat familiar bagi para budak.
Tempat yang penuh dengan warna kelap-kelip dari batu-batu yang jernih, dan hataran tanah yang sangat luas.
Ini adalah tempat tambang batu.
Di penjara ini tidak ada tempat keluar, jika ingin keluar dari penjara hanya bisa melewati tempat tambang batu.
Ini memang terdengar mudah saja, tapi yang jadi masalah adalah, tempat tambang batu itu dijaga oleh sosok naga kecil yang kuat. Banyak orang mencoba kabur dan dimakakan oleh naga itu, beberapa lainya juga dibakar hingga hangus.
Level per naga yang ada adalah di atas 60. Level yang di atas Julian.
Sebenarnya dia ingin mencoba kabur dengan jalur lain, mencari tahu jalan alternatife dengan melakukan introgasi kepada satu penjaga gerbang.
Tapi, dia merubah rencana. Karena misi paksa dari sistem, dia sekarang sudah punya Skill [Strenght Surge]
“Tuan Julian apa yang sebaiknya kami lakukan?” tanya beberapa budak.
Julian menatap tajam para naga yang mulai aktif di malam hari. Jumlah mereka sekitar 4 dengan level masing-masing 60 an. Tapi ada satu naga berwarna hitam dengan level lebih tinggi di kisaran 80 an.
Level terpakau terlalu jauh, meskipun dia bisa menjadi kuat 1,5 kali. Tapi jika level berbeda sebanyak ini maka percuma.
Julian harus memikirkan rencan yang matang.
“Untuk sekarang mari berjalan dengan perlahan,” kata Julia, lalu berjalan mengendap-endap melalui batu-batu tambang agar tidak diketahui oleh para naga.
Naga-naga itu cukup besar, meskipun itu terbilang kecil bagi para naga. Tapi setidaknya mereka berukuran 4 meter dengan tubuh yang lebar.
Para budak dan Julian sekarang mengendap-endap di batu tambang, menyembunyikan keberadaan.
“Sistem apa yang sebaiknya aku lakukan?”
[Tuan bisa mengalahkan para naga satu demi satu dan naik level, kemudian Tuan bisa mengalahkan naga level 80 itu.]
“Ide yang bagus, terima kasih. Sistem.”
Julian memutuskan untuk menghadapi naga-naga kecil yang lebih lemah satu per satu. Dengan Skill [Strength Surge] dia percaya pasti akan menjadi mudah.
Julian memilih naga pertama yang terlihat sedang berjaga dengan tenang dan penuh celah. Dengan gerakan cepat, dia mendekati naga tersebut dan melancarkan serangan tiba-tiba.
Slash!
Pedang Julian menyayat leher naga kecil itu dengan cepat dan tepat. Naga itu tidak memiliki waktu untuk bereaksi. Mayat naga itu tergeletak di tanah.
"hebat." Para budak yang menyaksikan aksinya memandang dengan kagum.
[+EXP 15.000]
[ Level up +6 ]
"Naik 6 level ya," gumam Julian, menyadari notifikasi yang muncul.
Salah satu naga level 60 menyadari bahwa temannya telah terbunuh. Ketika naga itu ingin menengok dan membalas dendam atas kematian temannya.
Julain membunuh naga tersebut sebelum naga itu mengamuk dan menyerang.
Serangan yang semakin diperkuat karena naik level ditambah dengan skill [strength surge]
Julian melanjutkan serangannya ke naga ke tiga dan sekarang dia telah naik sekitar 18 level. Dia sudah lebih kuat dari sebelumnya.
Namun, pertarungan utama baru saja dimulai. Naga level 80 itu akhirnya menyadari
keanehan. Tubuh besar berwarna hitam dengan mata merah menyala di kegelapan menatap Julian dengan penuh intimidasi.
Julian sedikit merasakan hawa mengancam, walaupun itu hanya dari tatapan saja. Tapi dia mengetahui bahwa naga level 80 ini cukup bahaya.
Roar!
"Tuan Julian awas!"
Sebuah semburan api dengan dahsyat menerjang, tanah menjadi hancur akibat serangan itu. Julian hanya bisa mematung akibat semburan api itu.
'Gawat, aku tidak bisa menghindar!' Dia merasa cemas sendiri.
[Apa yang Tuan katakan? Cepatlah menghindar!]
Seperti itulah peringatan dari sistem. Kobaran api itu makin mendekat, Julian sendiri tidak punya kesempatan untuk menghindar, dia memutuskan untuk menutup kedua belah mata.
Tepat pada saat keputusan berlalu. Suara merdu dan indah terdengar.
"O wind, protect my master"
Angin dengan cepat berhembusan ke arah Julian, membelah api tersebut. Dan membentuk sebuah perisai yang berhasil melindungi Julian dari serangan api.
Julian membuka mata lebar saat melihat kemampuan dari Rose. Kekuatan ini sangatlah familiar baginya.
"Kekuatan ini, jangan bilang kamu?"
Julian menatap Rose dengan pandangan serius sosok gadis yang kini bernafas secara berantakan karena menggunakan sihir angin.
"Terima kasih Rose…"
Pandangan Julian kembali terfokus ke arah naga level 80. Berbeda dengan tatapan penuh ketakutan yang sebelumnya. Kini mata Julian penuh dengan tekad dan keberanian.
Naga itu membuka mulut lebar ke atas, cahaya kemerahan berkumpul. Dan dia kembali menyerang dengan semburan api seperti tadi.
Roar!
Tapi, Julian tidak akan mengulang hal yang sama. Dengan cepat dia berlari ke arah kanan menghindar api.
Kemudian dia menuju hingga jarak beberapa meter dari naga hitam itu.
Julian melompat setinggi mungkin, berada di udara dia memegang pedang dengan sangat erat.
"Haaa!"
Crak
Pedang itu menyayat leher sang naga hitam. Meskipun begitu sisik naga hitam ini cukup tebal, belum ada efek apapun.
"Haaa!"
Dia sekali lagi berteriak, mengumpulkan semua tenaga yang dia punya.
Pedang itu berkedip saat dia menebas daging dan tulang monster itu. Serangannya yang meningkat dari tengah secara abadi memisahkan kepala dari tubuhnya bahkan sebelum dia bisa merasakan rasa sakit.
Kepala naga hitam itu jatuh dan berguling-guling di tanah, kini semua area tambang dipenuhi oleh empat naga yang ditakutkan oleh para orang-orang.
Pandangan para budak terpusat ke arah Julian yang masih berdiri dengan gagah dan nafas yang terbata-bata.
"Dia berhasil."
"Tuan Julian berhasil!"
Julian hanya melemparkan senyuman dan mengatur nafas.
[+50.000]
[ Level up + 25]
"Dengan begini aku telah naik level 77 . Aku yakin pasti tidak ada orang yang lebih kuat dari ini," ucap Julian sambil menatap layar statusnya.
Tapi apakah itu benar?
Tap Tap
Langkah kaki bergema di lorong, terlihat banyak pasukan penajag dengan senjata dan satu orang berambut putih yang memimpin banyak anak buah.
Reiner dan anak buahnya telah sampai di tempat penambangan.
Semua penjaga tampak terkejut karena melihat mayat naga tergeletak di mana-mana.
Ada rasa kagum dan takut saat menyadari bahwa pelaku dari insiden ini adalah Julian. Budak yang dulunya sering mereka hina dan beri siksaan.
Ternyata dia telah berubah sekuat ini.
Julian melirik ke arah Reiner dan semua bawahannya ketakutan.
"Sungguh hebat, nak." Reiner menepuk kedua tangannya, kagum akan kehebatan Julian.
"Tapi. Levelmu masih sangat rendah, hanya di angka 77, apakah kamu serius akan melawanku?"
Julian menatap Reiner dengan seksama dan dia membuka mata lebar, terkejut akan perbedaan kekuatan yang cukup tinggi.
"Level 90?!" gumam, Julian terkejut melihat level milik Reiner.