Revenge Of The Fallen Hero

Revenge Of The Fallen Hero
Chapter 3. Sistem


"Apa ini?"


[ Saya adalah sistem yang akan membantu Tuan demi membalas dendam ke Alrac ]


Julian melompatkan kedua bahu, terkejut akan suara mekanik yang menyerupai wanita tiba-tiba bergema di telinga.


Tapi ucapan dari sesuatu yang disebut sistem agak mengganggunya. Ingatan tentang River dan kebencian tentang penghianatan Alrac telah membekas di hati, seperti api yang susah untuk dibakar.


"Alrac!" Mengigit bibirnya, Julian berkata.


Waktu lima tahun memang telah berlalu, tapi bagi Julian itu baru terjadi tepat setelah terbangun..


[ Anda benar Tuan. Dalam lima tahun ini Alrac telah menguasai banyak kerajaan dan kerajaan tuan yang terhormat, kerajaan Serindria telah dijajah semenjak kekalahan anda. ]


Ingatan itu kembali muncul, Julian semakin merasakan emosi negatif yang mengalir di hati, mengatakan bahwa dia harus membunuh pria itu terlebih, Alarck juga membunuh gadis yang dia cintai, Elera.


[ Saya tahu perasaan benci anda, tapi untuk sekarang tolong urungkan niat itu. Kemampuan anda masih di bawah standar rata-rata, tidak mungkin bisa melawan Alrac yang mempunyai banyak kerajaan di bawahnya. kemampuan anda masih sangat butuh peningkatan ]


"Bisakah kamu memperlihatkan aku seberapa kuat aku sekarang?"


[ Tentu ]


[Nama] : [Julian]


[Ras] : [Manusia]


[Level] : [1]


[Strength] : [3]


[Ability] : [5]


[Vitality] : [2]


[Mana] : [8]


Julian membuka mata lebar karena kebingungan, lagi-lagi layar hologram muncul di udara kosong. Dia menyipitkan mata untuk melihat data-data yang tercantum di sana.


"Level 1? Apa artinya itu?" Julian bergumam kepada dirinya sendiri.


[ Itu adalah kekuatan anda saat ini semakin tinggi level maka anda bisa semakin kuat. Untuk meningkatkan level anda bisa berburu monster dan melakukan misi yang saya berikan kepada Anda. ]


Seringai tergambar di wajah Julian, memang tubuh ini sangatlah lemah, tapi berkat kemampuan aneh yang dimiliki sistem dia yakin rencana balas dendam akan berjalan lancar.


"Misi, ya? Bisa berikan aku sekarang. Aku ingin cepat-cepat pergi dari penajara ini dan membunuh si brengsek itu!"


[ Untuk sekarang silahkan istirahatkan tubuh anda, saya akan memberikan misi setelah itu]


Julian sebenarnya ingin cepat-cepat, tapi mendengar perkataan sistem ada benarnya. Tubuh dia masih sangat lemah dan dia kecapean.


Maka dari itu dia memutuskan untuk menurut dan menganggukkan kepala, kemudian tertidur dengan pulas.


...----------------...


Cahaya matahari menyerbu melalui celah-celah besi penjara, hari telah menjadi pagi. Julian terbangun dari tidurnya.


Dia membuka mata perlahan dan mencoba untuk berdiri dengan tubuh lemas.


"Budak no 345! Ayo segera keluar!"


Baru saja Julian terbangun dia sudah dipaksa untuk berkerja, dia dengan sangat kasar digeret dengan paksa.


Seringai senyuman tergambar di wajah Julian, dia berbeda dengan kemarin. Saat ini dia mempunyai sistem, pasti akan menjadi lebih mudah.


Setelah beberapa langkah, Julian sampai di tempat penambangan, seperti biasanya. Tempat ini sangatlah tidak manusiawi.


Semua orang diborgol dan dipaksa bekerja, bahkan orang tua seperti kakek-kakek juga dipaksa bergerak.


Julian saat ini menatap batu tambang dengan tatapan serius. Kedua tangannya memegang skop dengan erat, siap untuk melakukan pekerjaan.


[Anda mendapatkan misi]


[Tambang batu itu sebanyak 50 kali]


[Bonus misi. Mendapatkan skill baru>>>+EXP 1.000>>> Coin 10.000]


[Apakah Tuan ingin menerima misi?]


[Ya] [Tidak]


"Baiklah, aku akan menyelesaikan misi ini dengan cepat," kata Julian kepada dirinya sendiri, kemudian dia menyentuh layar [ya] sebagai persetujuan.


Dia mulai bekerja, memukul batu penambang dengan skopnya. Meskipun tubuhnya masih lemah, dia merasa energi baru mengalir ke dalamnya. Kemampuan yang diberikan oleh sistem memberinya kekuatan yang lebih besar daripada sebelumnya.


Setelah beberapa jam, Julian berhasil menyelesaikan misi tersebut. Dia merasa lebih kuat daripada sebelumnya, dan layar hologram kembali muncul.


[Selamat, Tuan Julian, Anda telah menyelesaikan misi dengan baik.]


[Nama] : [Julian]


[Ras] : [Manusia]


[Level] : [5]


[Strength] : [20]


[Ability] : [10]


[Vitality] : [6]


[Mana] : [17]


Julian tersenyum puas melihat layar notifikasi yang terus bermunculan, dia merasakan tubuhnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


[ Anda juga mendapatkan hadiah sebagai bonus misi. ]


[ +1.000 EXP ]


[ +10.000 Koin ]


[ Mendapatkan Skill secara acak]


[Skill: Wepon master level 1]


[Kemampuan menggunakan segala jenis senjata meningkat sebesar 10% khusus untuk pedang akan mendapatkan peningkatan sebesar 15%]


Julian merasa senang melihat peningkatan kekuatan. Dia sudah tidak selemah ketika dia pertama kali terbangun di penjara.


"Dengan kekuatan ini, aku akan mampu menghadapi Alrac," gumam Julian kepada dirinya sendiri.


Namun, saat itulah salah satu penjaga penjara mendekatinya.


"Hey, budak! Kenapa kamU berhenti bekerja? Cepat lanjutkan!" teriak penjaga tersebut.


Julian tersenyum tipis, menatap skop di tangan kanannya.


'Meningkatkan 10% segala jenis senjata, berarti skop juga termasuk.'


"Apa yang membuatmu tersenyum dasar budak bodoh!" penjaga itu makin geram akan tindakan dari Julian, dia memberikan pukulan keras ke wajahnya.


Tapi tidak memberikan luka apapun, pukulan penjaga itu kini seperti pijatan anak kecil bagi Julian.


Julian menatap status dari penjaga yang ternyata hanya level 3. Tentu itu adalah perbedaan cukup tinggi.


Namun, meskipun Julian bisa mengalahkan penjaga itu dengan sangat mudah dia tidak akan melakukannya. Karena akan sangat buruk bila keributan terjadi di sini.


Dia memang bisa melawan penjaga, tapi bagaimana dengan beberapa orang kuat yang berjaga di sini? Dia belum cukup kuat.


Karena itu untuk saat ini Julian pura-pura lemah dan jatuh di tanah setelah menerima pukulan.


"Dasar sampah, jangan istirahat lagi tanpa perintah!" penjaga itu menatap tubuh Julian yang terjatuh di tanah.


Dan ada sedikit rasa aneh yang mengitari hatinya. Sesaat dia memukul Julian, penjaga itu yakin bahwa tidak memberikan luka apapun.


Tapi kenapa orang ini justru terjatuh di tanah?


'Apakah yang barusan hanya pereasaanku saja?' pikir penjaga dan berjalan menjauh dari Julian.


Julian perlahan bangun dari tanah dan melakukan pekerjaan lagi. dia sekali lagi mendapatkan misi dari sistem untuk menambang.


Demi menaikan level dan menjadi kuat dia akan melakukan apapun.


Setelah Julian selesai dengan pekerjaannya dia telah menjadi level 8 pada hari ini. Julian berjalan untuk kembali ke sel penjara dengan langkah mantap.


Dia kini sangat percaya dengan adanya sistem maka melakukan rencana balas dendam adalah hal yang akan segera terjadi.


Julian mengigit giginya. "Alarc, tunggu aku!"