Revenge Of The Fallen Hero

Revenge Of The Fallen Hero
Chapter 5. Kami akan mengikutimu!


Di ruangan yang rapi dan bersih, tempat yang sangat berbeda dengan penjara. Seorang pria dewasa dengan penutup mata di mata kanan, duduk di singgasana layaknya bos.


Dia adalah Reiner, penguasa penjara ini,


“Tuan Reiner!” Seorang penjaga memasuki tempat Reiner, dia berlari dengan kecapean dan nafas yang terengah-engah. 


Reiner melirik dengan tatapan mengintimidasi, berhasil membuat siapapun ketakutan ketika menatapnya. “Ada apa?”


Penjaga tersebut menundukan kepala, menunjukan rasa hormat kepada sang pemimpin. “Penjara no 304 dan no 345, terbobol dengan paksa! Dan salah satu penjaga terkalahkan. Ini adalah tindakan pelarian diri!”


“Apa katamu!” Reiner terkejut, dia berdiri dari tempat duduknya. Wajah itu diselimuti oleh aura serius, tapi kini sedikit menyeringai. “Baiklah, suruh seluruh penjaga penjara untuk menangkap dua pemberontak itu, aku akan ikut campur nanti.”


“Siap dimengerti.” Penjaga itu berhormat dengan tegap lalu pergi meninggalkan ruangan.


Reiner tersenyum, selama dia menguasai penjara ini tidak pernah ada orang bodoh yang mencoba melarikan diri. Ini adalah pertama kali dari sejarah.


“Tidak kusangka ada orang yang berani keluar di penjara ini… budak no 304 dan 345, ya? Sungguh orang yang menarik.”  Reiner menyiapkan peralatan dan bergegas untuk menangkap pemberontak.


Seorang penguasa penjara dengan level 90 kini akan menghabisi para pemberontak.


***


Di tempat Julian.


Remaja itu masih menatap sang gadis dengan kagum, tapi pandangan itu terhenti karena notifikasi system yang tiba-tiba muncul


[Misi selesai!]


[ +EXP 2.400]


[Level Up +3]


[Mendapatkan skil baru>> + Strength Surge]


“Strength Surge?” Julian menatap layar yang tiba-tiba muncul di udara, dia sudah mulai terbiasa dengan hal tidak masuk akal seperti ini.


[Ya, Tuan, Penjelasan Skill Kekuatan akan bertambah sebesar 1,5 kali lipat ketika melawan orang yang lebih kuat]


“Serius? Itu sangat hebat, bukan?” Dia terkagum-kagum akan Skill baru yang dia dapatkan. Kemampuan untuk menambahkan kekuatan 1,5 kali lipat. Tentu adalah hal yang hebat.


Gadis berambut merah yang berada di belakang menatap Julian kebingungan, mata birunya menyipit, merasa aneh karena Julian berbicara sendiri. Tentu layar system hanya bisa dilihat oleh Julian.


“Anu, apa yang sebenarnya kamu bicarakan sendiri?” tanya gadis itu, mata birunya menatap bingung dan dia masih terlihat ketakutan.


Julian menoleh ke arah gadis itu. Jika dilihat lagi, dia makin sadar bahwa dia sangat mirip dengan Elera.


Mata Julian tidak bisa lepas dari sang gadis, dia sangat merasa nostalgia dengan perasaan ini.


“Eh- kenapa anda menatap saya seperti itu?” Wajah gadis itu merona karena Julian menatapnya tanpa henti, merasakan rasa malu yang mendalam, dia memalingkan wajah. “Berhenti menatapku seperti itu.”


“…”


Julian terdiam. Oke, sekarang dia makin sadar bahwa kedua orang ini sangatlah mirip.


“Tangkap para pemberontak yang berusaha melarikan diri!” Hentakan kaki terdengar sangat hebat di Lorong ruangan.


Dalam waktu beberapa detik, banyak penjaga yang menyerang Julian, jumlah sekitar sepuluh orang. Julian telah dikepung.


‘Tampaknya mengalahkan satu penjaga secara terang-terangan adalah pilihan bodoh.’ 


[Itu tidak sepenuhnya bodoh, Tuan. Buktinya anda telah mendapatkan sesuatu yang lebih penting.]


“Kamu benar system… terima kasih atas misi paksa itu, kini aku punya skil baru.”


Sistem tidak melanjutkan pembicaraan ini dan memutuskan untuk diam. Karena Tuannya salah paham tentang hal terpenting yang dimaksud.


Gadis berambut merah itu mendekat kearah Julian, menarik baju bagian belakangnya dan bersembunyi pundaknya. Tubuh dia gemetaran karena ketakutan.


Julian menyadari ketakutan gadis itu dan berkats, “Tenang… Semuanya akan baik-baik saja.” 


Dia menganggukan kepala dan melepaskan tangannya. “… hati-hati.”


Suara itu terlalu lirih sehingga Julian tidak dapat mendengarnya, tapi perkataan dari gadis itu sangat tulus.


“Atas nama tuan Reiner kami akan menangkapmu, Budak no 345!”


Dengan gerakan mantap, sepuluh penjaga yang dipenuhi senjata tajam bergerak menyerang Julian.


‘Cih! Ini buruk’ Julian mendesiskan lidahnya, musuh bersenjata berjumlah sepuluh dan akan bertambah. Sedangkan dia tidak punya senjata apapun.


“Orang ini malah diam saja, apa dia meremehkan kami?” 


“Apapun itu mari kita bunuh dia!”


Sepuluh penjaga makin dekat dengan Julian, dalam jarak beberapa CM dia akan menerima serangan tebasan dari penjaga.


Tapi ketika pedang hampir menyayatnya, Julian telah bergerak terlebih dahulu. Bergerak secepat bayangan, menebas Sepuluh penjaga dengan sangat mudah.


“Apa?”


“Bagaimana bisa-“


Tubuh para penjaga penuh oleh darah. Luka sayatan di leher, dada, tangan. Darah keluar dengan cepat seperti air di sungai.


Perlahan mereka tergeletak dan mati. Julian tidak memberikan belas kasih sama sekali.


“Itu karena kalian terlalu lemah… dasar para level 10.”


Julian menatap status para penjaga dan mereka berada di level sangat rendah tentu, dia menang dengan sangat gampang,


[Mengalahkan sepuluh musuh>> + EXP 3.000>> + Coin 6.000]


[Level up + 2]


'Aku naik level dengan melawan para penjaga, ya? Dengan ini aku berada di level 30.'


Seringai tergambar di wajahnya dia sangat yakin dengan level sebesar ini dapat melarikan diri dengan sangat mudah tanpa kendala apapun.


“Hei kamu yang disitu, bisa selamatkan kami?”


“JIka ingin kabur bawa kami juga!”


“Itu benar, aku akan memberikan apapun tapi tolong bawa kami.”


Para tahanan yang melihat aksi Julian berharap mereka dapat terselamatkan, tapi itu tidak mungkin, karena jawaban dari Julian sudah sangat jelas.


"Untuk apa aku harus menyelamatkan kalian?” gumam Julian, dia masih belum mau membuka hati ke orang lain.


Saat ini Julian beranggapan semua adalah musuh, tidak ada gunannya untuk menyelamatkan rekan palsu yang punya potensi untuk berkhianat.


Setidaknya itu yang ada pikirannya untuk saat ini..


Gadis rambut merah berjalan ke arah Julian dengan gemetaran, dan dia memegang Julian.


“Ada apa?” Lirik Julian.


Wanita itu meneteskan air mata dan menundukan kepala. “Kumohon selamatkan mereka.”


“Tidak mau-“


“Kumohon! Oke?” Gadis berambut merah menatap dengan sedih kearah Julian. Air mata  berjatuhan di mata warna birunya dan ini menganggu pandangan Julian.


‘Dia tidak cocok untuk menangis.’ Dengan pikiran itu, pada akhirnya menghela nafas dan mengalah.


“Oke, aku paham.”


Wajah gadis itu menjadi ceria ketika mendengar perkataan Julian, sedangkan pria itu mengabaikannya dan membuka penjara para budak.


“Terima kasih.” 


“Kami sangat berhutang budi padamu nak.”


Julian hanya melirik saja, dia sedikit merasakan ketulusan dalam perkataan mereka, tapi hatinya masih menolak kebaikan itu.


“Kalian bebas mau melakukan apapun. Keluar dari sini atau lakukan apapun yang kalian sukai.”


Julian berjalan menjauh dari sang gadis berambut merah dan para budak lainnya. Setiap langkah bergema di Lorong, tapi julian menghentikan kakinya karena suatu alasan.


Dia juga menghela nafas dan melirik ke belakang. “Sudah kubilang untuk pergi ke manapun, kenapa masih di sini?” tanya Julian tegas.


Tapi, semua penghuni penjara yang dia selamatkan hanya tersenyum. “Kami ingin mengikuti penyelamat kami, apakah itu hal aneh?” Mereka berkata dengan sangat kompak.


Sekali lagi Julian merasakan kehangatan di hatinya, rasa dendam sedikit reda. Perasaan ini sangat mirip dengan saat bersama Elera dan prajurit lainya.


Tapi, dia telah mengalami pengkhianatan apakah Julian bisa mempercayai orang lagi?


“Cih, lakukanlah sesukamu!”