
“Ayah, aku tidak memerlukan itu semua, alhamdulilah aku masih mampu jika untuk menafkahi Azizah jika seandainya pun kami sampai menikah, dan selama Azizah bersama ku maka aku akan memenuhi semua kebutuhannya.” Ucap Azman.
“Hengkara, apa yang diucapkan oleh Azman adalah kebenaran, meskipun kau memiliki banyak emas dan berlian namun dia tidak akan menerima pemberianmu, dan percayalah kepadaku jika dia akan mengurus anak perempuanmu ini dengan sangat baik, sudah waktunya untuk kita pergi jadi sebaiknya kita pergi sekarang saja.” Ucap Daim sambil berdiri di ikuti oleh semuanya yang juga ikut berdiri.
“Ayah segeralah pulih dan jangan khawatir dengan aku, aku bisa menjaga diri dan aku juga akan menjaga Azman.” Ucap Azizah sambil memeluk ayahnya dan tidak lama kemudian melepaskan pelukannya itu.
“Azman, aku percayakan anakku kepadamu, baiklah Daim ayo kita berangkat.” Ucap Hengkara sambil melayang perlahan demikian juga dengan Daim dan keduanya langsung melesat ke angkasa dengan sangat cepat lalu menghilang dari pandangan Azman dan Azizah.
“Azizah kini hanya tinggal kita berdua dan waktu juga sudah akan masuk ke waktu shubuh, aku tidak tahu dimana aku bisa mengambil wudhu jadi aku akan meninggalkan puncak gunung ini saja.” Ucap Azman sambil menatap hangat Azizah.
“Azman sebelah sana ada sumber mata air, bagaimana jika kita mengambil wudhu disana dan shalat shubuh bersama saja.” Ucap Azizah sambil menunjuk ke arah hutan yang ada di sebelah kanan mereka.
“Baiklah, tunjukan jalannya ya.” Ucap Azman dan mereka berdua pun langsung berdiri dan berjalan bersama meninggalkan lokasi itu.
Mereka berdua berjalan perlahan dan menikmati udara pagi yang sangat segar itu.
“Azizah, apakah manusia lain bisa melihatmu?.” Tanya Azman sambil terus berjalan santai menuju ke sumber mata air.
“Azman saat ini iya namun jika kau mau aku bisa membuat hanya dirimu saja yang melihatku, kau cukup menyampaikannya saja kepadaku.” Ucap Azizah.
“Baguslah jika demikian karena kadang ada waktunya orang - orang hanya melihat ku sendiri saja, kau tahu ini pengalaman pertamaku berjalan berduaan dengan seorang wanita secantik dirimu.” Ucap Azman.
“Azman, benarkah itu, aku tidak percaya loh, apakah kau hanya ingin menggodaku saja?.” Ucap Azizah.
“Tidak ini semua adalah kenyataan, aku kemana - mana selalu sendirian saja, yang meski beberapa waktu ini Daim selalu menemani ku.” Ucap Azman.
“Semoga saja kebersamaan ini bisa membuatmu nyaman ya, karena memang kau juga satu - satunya laki - laki yang pernah aku peluk, ya meskipun dalam kondisi tertidur dan tidak sadar, tapi aku menyukainya.” Ucap Azizah.
Mereka terus berbincang dan tidak lama kemudian mereka pun menemukan sumber mata air itu lalu mengambil wudhu dan kembali lagi ke tenda mereka.
Azman dan Azizah shalat shubuh berjamaah di dalam tenda itu dan tidak lupa Azman pun memimpin dzikir dan doa bersama lalu keduanya membereskan tenda itu dan merapikan kembali ke dalam ransel yang di bawa Azman lalu duduk berdampingan di sebuah batu besar yang datar sambil melihat matahari yang baru terbit.
“Azman apa rencana mu sekarang, apakah kau akan melanjutkan perjalanan mu?.” Tanya Azizah.
“Azizah, sebentar aku akan menghubungi Tim Sar dan Pihak kepolisian dulu, untuk mengetahui perkembangan dari mereka.” Ucap Azman sambil mengambil ponselnya.
“Itu apa, apakah kau akan menggunakan benda itu untuk menghubungi kawan mu itu.” Ucap Azizah yang nampak bingung dengan ponsel Azman.
“Aku kan selama ini sangat jarang ke dunia ini, aku lebih sering di dunia ku saja, sejak Ayah ku hilang aku dan Ibu tidak mau ke duniamu ini.” Ucap Azizah.
“Ini namanya telepon seluler dan dengan ini kami manusia biasa berkomunikasi jarak jauh, karena kami manusia kan tidak bisa bertelepati seperti kalian.” Ucap Azman berusaha menjelaskan dengan ringan.
“Oooooooh jadi kalian menggunakan itu, ya sudah coba kau tanyakan ke kawanmu itu.” Ucap Azizah dan Azman pun langsung menghubungi Pak Jaja melalui panggilan suara.
“Assalamualaikum, selamat pagi Pak Azman, bagaimana kabar anda.” Ucap Pak Jaja membuka percakapan telepon seluler itu.
“Waalaikumsalam selamat Pagi juga Pak Jaja, alhamdulillah kabar saya baik, bagaimana kabar anda dan bagaimana dengan kabar para korban.” Ucap Azman.
“Alhamdulillah kami semua baik, kami saat ini sedang bersiap untuk kembali ke basecamp dan untuk pihak kepolisian juga sudah semuanya bersama kami, sedangkan untuk pelaku sudah dibawa ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.” Ucap Pak Jaja.
“Baguslah jika demikian dan sepertinya anda melanjutkan perjalanan anda sendiri saja, silahkan hubungi saya jika seandainya ada masalah di perjalanan kembali anda.” Ucap Azman.
“Baik Pak, jika demikian maka kami akan langsung berangkat saja, dan apakah kami perlu menunggu anda di basecamp.” Ucap Pak Jaja.
“Tidak perlu Pak, silahkan anda dan yang lain langsung melanjutkan perjalanan saja, saya juga akan langsung meninggalkan kawasan gunung ini, karena saya juga ingin berjalan - jalan terlebih dulu di kabupaten garut ini.” Ucap Azman.
“Baik Pak, jika demikian, terima kasih atas semua kebaikan anda dan semoga kita bisa berjumpa lagi nanti dengan situasi yang lebih tenang dan bukan di situasi penyelamatan.” Ucap Pak Jaja.
“Sama - sama Pak, mohon sampaikan salam saya ke semuanya dan jika boleh saran untuk konferensi pers agar di lakukan di kawasan penduduk desa saja jadi perhatian media akan kesana sehingga saya bisa meninggalkan basecamp tanpa gangguan dari mereka dan untuk ransel anda ini nanti saya kirimkan saja ya Pak.” Ucap Azman.
“Baik Pak Azman, untuk ransel dan semua isinya itu untuk anda saja kan saya masih memiliki yang lainnya, dan memang rencana saya juga demikian untuk mengalihkan perhatian pihak media sehingga mereka tidak mengganggu kepergian anda.” Ucap Pak Jaja.
“Terima kasih Pak, sampai jumpa lagi ya.” Ucap Azman.
“Sama - sama Pak, sampai jumpa lagi dilain waktu.” Ucap Pak Jaja dan panggilan telepon itu langsung di akhiri oleh Azman namun Azman tidak langsung menyimpan ponselnya.
“Azizah, ini namanya telepon seluler dan fungsinya seperti ini …. ….. …..” Ucap Azman sambil menjelaskan semua fungsi dan fitur dari telepon selulernya ke Azizah.
Azman menjelaskan semuanya tentang hal dia ketahui bukan hanya mengenai ponselnya saja, namun tentang hal - hal lain yang mungkin akan di temui oleh Azizah nantinya dan dia beberapa puluh kali menggunakan ponselnya untuk memutar video di jejaring sosial agar Azizah bisa mengetahui lebih jelas dari barang - barang modern di dunianya ini.
“Azman terima kasih ya, kau sudah menjelaskan semuanya kepadaku, jadi aku lebih mengetahui barang - barang di dunia mu ini, lalu kapan kita akan turun dari gunung ini, jika kau mau aku bisa membawamu dengan sekejap mata ke tempat yang kau inginkan dengan mudah dan tidak perlu berjalan kaki.” Ucap Azizah bersamaan dengan Azman menyimpan kembali ponselnya.