
“”Azman, lokasinya di belakang kita persis kok, jadi langsung suruh mereka buka jalan ya.” Ucap Daim sambil berdiri karena melihat jika Pak Jaja sudah berjalan ke arahnya bersama empat orang anggota Tim Sar dan Azman pun ikut berdiri juga.
“Pak Jaja, silahkan di buka saja jalannya di belakang ini, hanya lima puluh meter saja kok di belakang pohon ini.” Ucap Azman sambil menunjuk pohon besar itu dan terlihat Daim mengangguk pertanda jika arah yang ditunjuk Azman itu benar.
“Kalian berempat silahkan bukakan jalan untuk ke mata air ya.” Ucap Pak Jaja ke empat orang anggota tim sar itu.
“Siap Komandan.” Ucap ke empat anggota tim sar itu kompak dan mereka langsung melangkah lalu mulai membuka jalan di belakang pohon yang nampak sangat rapat dengan rumput tinggi dan semak belukar.
“Pak Azman, sebaiknya anda beristirahat dulu saja, saya lihat anda cukup kelelahan.” Ucap Pak Jaja.
“Nanti saja dulu Pak, biar kita ke mata air saja terlebih dulu agar bisa mencuci wajah.” Ucap Azman.
“Komandan Jaja monitor izin saya tim satu dari pihak Kepolisian.” Terdengar suara di radio komunikasi.
“Saya monitor, apa ada yang kalian temukan di sana.” Ucap Pak Jaja melalui radio komunikasinya.
“Izin sebaiknya komandan kesini saja, agak sedikit tidak enak jika saya sampaikan melalui radio ini.” Ucap salah satu perwira kepolisian melalui radio komunikasi.
“Oke, kalian tunggu disana, aku akan segera kesana.” Ucap Pak Jaja sambil menyimpan kembali radio komunikasi miliknya itu di pinggangnya.
“Pak Azman, saya permisi dulu untuk menemui pihak kepolisian sepertinya ada yang mereka temukan disana, karena kan jika tidak penting mereka tidak akan memanggil saya.” Ucap Pak Jaja.
“Azman kita kesana juga.” Ucap Daim.
“Pak Jaja, saya juga akan kesana, mari kita pergi bersama, kebetulan saya ingin tahu kondisi sebenarnya dari para korban itu.” Ucap Azman.
“Mari Pak jika demikian, mungkin ada yang bisa anda temukan juga disana.” Ucap Pak Jaja.
Azman pun berjalan bersama dengan Pak Jaja dan Daim terlihat berjalan di belakang Azman dengan sangat santai seolah dia sudah tahu apa yang terjadi.
“Daim apa kau sudah tahu apa yang terjadi.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
“Tentu saja aku sudah tahu apa yang terjadi, masa aku tidak mengetahuinya.” Ucap Daim.
“Kau ini selalu saja begini, apa susahnya memberitahu ku yang sebenarnya.” Ucap Azman dalam hatinya kembali berbicara dengan Daim.
“Kau juga akan tahu sebentar lagi, buat apa aku menjelaskannya bukan, sudah nanti aku akan membantumu kok, jangan khawatir.” Ucap Daim.
Meka terus berjalan dan kini sudah melihat jika di sana sudah terpasang garis polisi, beberapa orang anggota kepolisian juga terlihat berjaga, demikian juga dengan anggota dari TNI.
“Sore Komandan silahkan masuk, sebaiknya komandan langsung ke bawah saja dan melihatnya langsung, mari kami antar.” Ucap salah seorang petugas kepolisian sambil mengangkat garis polisi tersebut agar Pak Jaja dan Azman bisa masuk area yang sudah jadi area tertutup itu.
“Gaya mu mentang - mentang bisa terbang ya.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
“Ini kelebihan ku, dari pada harus menunduk seperti mu.” Ucap Daim.
“Kau kan bisa menembusnya, kenapa kau harus terbang.” Ucap Azman kembali berbicara dalam hatinya untuk berkomunikasi dengan Daim.
“Azman, aku memang bisa terbang tapi jika aku sampai menembusnya maka akan berdampak dengan alam ini, karena kan jika aku sedang menampakkan diriku kepada mu aku sama seperti mu, bisa menginjak bumi dan menyentuh semuanya.” Ucap Daim.
“Maaf Komandan Jaja, untuk Komandan kami saat ini ada di bawah, sedang memeriksa semua jenazah yang ditemukan, mari saya antar ke bawah.” Ucap Petugas kepolisian itu dan Pak Jaja beserta dengan Azman sedangkan Daim masih melayang di atas Azman.
“Apa kau tidak bisa di atas kepalaku seperti itu, aku sungguh tidak nyaman dengan mu.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
“Kau ini bawel sekali ya, jarakku dengan kepalamu itu masih satu meter, masih saja komplain, ya sudahlah aku duluan saja jika begitu.” Ucap Daim sambil melesat kebawah.
“Dasar iseng.” Ucap Azman dalam hatinya.
Mereka terus berjalan dan sepuluh menit kemudian mereka sampai di lokasi penemuan jenazah - jenazah itu, disana juga terlihat sudah dipasang garis polisi dan dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan juga anggota TNI.
“Komandan kami sudah melakukan olah TKP dan tidak menemukan petunjuk apapun, namun melihat kondisi semua jenazah kami terpaksa harus melakukan visum untuk semua jenazah ini.” Ucap salah seorang perwira kepolisian yang menemui Azman dan juga Pak Jaja.
“Memangnya apa yang kalian temukan dari semua jenazah disini.” Ucap Pak Jaja.
“Dada mereka sepertinya ada yang membelahnya, dan kami sangat yakin jika ada organ yang hilang.” Ucap perwira kepolisian itu.
“Bisa saya melihatnya, karena kan saya mengerti medis jadi mungkin saya bisa mengetahui bagian mana yang hilang secara kasarnya saja, karena untuk detailnya harus di buka semua.” Ucap Azman.
“Mari Pak Azman dan Komandan Jaja jika ingin melihatnya.” Ucap perwira kepolisian itu sambil meminta anak buahnya untuk mengangkat garis polisi yang membatasi mereka, dan mereka pun masih lima puluh meter dari lokasi penemuan jenazah itu.
Azman kini berjalan di depan dan di belakangnya terlihat Pak Jaja bersama dengan Perwira kepolisian itu, ini dikarenakan Azman memang lebih dulu memasuki areal itu.
“Ini luka di dada dan kemungkinan besar jantung dan hati mereka sudah tidak ada Pak.” Ucap Azman yang kini berjongkok di salah satu jenazah.
“Jadi ada yang mengambil organ tubuh semua jenazah ini.” Ucap Pak Jaja.
“Benar dan dari luka ini bisa di pastikan seperti itu, baiklah jika memang semua proses olah TKP sudah selesai silahkan di lanjutkan saja evakuasinya namun apakah anda tidak memiliki anjing pelacak, karena saya sangat yakin kalian bisa melacaknya, bukankah disini hanya ada kita - kita saja.” Ucap Azman memberikan pendapatnya.
“Pak Azman, kami tidak berani ke basecamp sendirian, bisakah anda menemani kami kesana, kami takut jika kami mengambil anjing - anjing pelacak kami ada gangguan di perjalanan.” Ucap perwira kepolisian itu.
“Bapak tenang saja, perjalanan kalian sudah aman, sudah tidak ada lagi gangguan kok, silahkan perintahkan anak buah anda, jika nanti ada masalah maka panggil saja saya melalui radio komunikasi dan saya akan segera kesana membantu.” Ucap Azman yang memang tidak ingin bolak - balik ke basecamp.