Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gunung Gelap Garut 2


“Maaf Pak, tapi kenapa Bapak tadi menyarankan agar saya tidak ke Gunung Gelap.” Ucap Azman sesaat setelah pria sepuh itu duduk di dekatnya.


“Jadi begini, alasan Bapak tidak menyarankan kesana adalah karena terlalu banyak orang hilang disana, dan hampir setiap hari ada saja orang yang hilang disana.” Ucap Pria Sepuh pedagang warung nasi itu.


“Maaf Pak, berkenankah Bapak menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi disana, agar bisa menambah pengetahuan saya.” Ucap Azman.


“Jadi begini, banyak yang mengatakan jika ada hantu disana, ada juga yang mengatakan jika sosok hantu - hantu disana berwujud manusia, sudah banyak sekali korban yang meninggal dunia di sana dan juga anehnya ini terjadi setiap malam, korbannya juga selalu orang - orang dari luar yang datang kesana pada malam hari, tapi jika sudah sampai puncak pada siang hari ini aman, inilah alasan Bapak menyarankan untuk tidak kesana.” Ucap Pria sepuh tersebut.


“Jadi ini terjadi pada malam hari saja, dan hanya terjadi kepada orang luar yang ingin berkemah di sana.” Ucap Azman.


“Benar, ini sudah terjadi sejak dahulu kala, dan tidak ada yang bisa menyelesaikan misteri ini, jadi kami penduduk sini hanya bisa menyarankan siapapun yang ingin kesana untuk tidak jadi kesana., tapi jika ke gunung cikuray ini masih terbilang aman.” Ucap Pria sepuh.


“Terima kasih ya Pak, informasi ini sangat berarti untuk saya.” Ucap Azman.


“Jika memang tetap kesana, ingat pesan bapak, jangan kesana pada malam hari, dan jika memang kemalaman jangan hiraukan jika ada manusia - manusia yang mengganggumu, tetap saja jalan dan tidak perlu untuk menggubris apapun di perjalanan mu, kau naik motor dan makhluk itu pun bisa naik motor juga, kadang dia menampakkan diri sebagai sosok perempuan yang sedang terluka atau tersesat dan kau tidak perlu membantunya, intinya apapun yang terjadi pada malam hari teruslah melaju ke puncak gunung ya, karena hanya di puncak gunung gelap saja yang aman untuk orang luar.” Ucap Pria sepuh.


“Tapi kenapa ya hanya orang luar saja yang menjadi korban, apa yang sebenarnya terjadi disana, ini benar - benar misteri ya.” Ucap Azman.


“Kami juga tidak tahu, tidak ada yang bisa mengetahui misteri yang sebenarnya, tapi inilah kenyataannya, dan inilah yang selalu terjadi.” Ucap Pria sepuh.


“Bapak, jadi semuanya berapa ya, saya ingin melanjutkan perjalanan saya.” Ucap Azman.


“Empat puluh ribu saja semuanya.” Ucap Pria sepuh.


“Ini Pak, kembaliannya untuk bapak saja, anggap saja sebagai ganti informasi dari Bapak.” Ucap Azman yang memberikan tiga ratus ribu rupiah ke pria sepuh.


“Terima kasih ya, ini sungguh banyak tapinya.” Ucap Pria sepuh yang masih memegang tiga lembar uang seratus ribuan dari Azman.


“Saya permisi ya Pak.” Ucap Azman yang langsung menghabiskan kopinya lalu melangkah keluar sedangkan Daim sudah keluar lebih dulu.


“Terima kasih, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu melindungi dan melancarkan rezekimu.” Ucap Pria sepuh itu.


“Aamiin Ya Rabbal Alamin.” Ucap Azman yang terus berjalan ke arah motornya.


“Daim, apa yang kamu ketahui soal misteri gunung gelap itu.” Ucap Azman.


“Gunung itu gunung biasa saja tidak ada yang spesial namun di puncak gunung sendiri ada kawan ku, makanya di puncak gunung itu aman tapi tidak dengan perjalanan kesana, karena banyak makhluk terkutuk yang berkeliaran disana, aku mengajakmu kesana untuk menemui temanku itu.” Ucap Daim.


“Aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh teman mu itu selama ini sampai membiarkan banyak makhluk terkutuk yang merenggut banyak korban jiwa selama ini, padahal bukankah dia bisa juga untuk menghabisi semuanya.” Ucap Azman.


“Nanti kau akan tahu dan kami memang memerlukan bantuanmu untuk ini agar kedepannya tidak ada lagi korban jiwa.” Ucap Daim.


Azman tidak menjawabnya namun dia langsung menambah kecepatan motornya itu, dia terus melaju secepat yang dia bisa karena tidak ingin ada lagi yang menjadi korban jiwa di gunung gelap itu.


Azman pun berhenti hanya untuk shalat dzuhur berjamaah saja dan langsung melanjutkan perjalanannya dengan kecepatan tinggi bahkan beberapa kali dia sampai di kecepatan seratus dua puluh kilometer per jam saat jalanan sedang kosong dan aman menurutnya.


“Aku suka kau kencang seperti ini, tapi sebaiknya kau berhenti dulu saja, lagi pula kita sudah dekat, kau sebaiknya membeli persediaan makanan dulu untuk di berkemah di gunung gelap itu, bukankah kau ingin berkemah lebih dari satu hari.” Ucap Daim mengingatkan Azman.


“Iya aku memang ingin berkemah dua atau tiga hari jika memungkinkan, baiklah aku juga sudah mulai lapar lagi, kita akan berhenti jika ada minimarket saja, biasanya kan jika di daerah seperti ini minimarket banyak yang berjualan di sebelahnya.” Ucap Azman.


“Pelan saja dulu, dua ratus meter di depan ada minimarket dan di seberangnya ada warung nasi juga, jadi pas untuk mu.” Ucap Daim.


Azman pun memelankan motornya dan benar saja ada minimarket disana, dia pun langsung memarkirkan motornya lalu masuk dan berbelanja kebutuhan untuk berkemah, Azman yang telah selesai berbelanja kemudian membereskan belanjaannya lalu berjalan ke warung nasi.


Azman kembali makan dengan lahap dan dalam porsi yang banyak juga, lalu dia pun memilih untuk langsung melanjutkan perjalanan itu, dia tidak membuang waktu sama sekali, namun kini perjalanannya tidak secepat tadi karena banyak sekali mobil - mobil tim sar yang menyalipnya dengan kecepatan tinggi, demikian juga dengan mobil - mobil SUV dan truk milik pihak kepolisian.


Suara sirine terus terdengar, suara - sirine itu berasal dari mobil - mobil yang searah dengan Azman dan ini berarti ada kejadian bencana di gunung gelap tersebut.


“Daim ada apa ini, kenapa banyak sekali yang menuju gunung gelap.” Ucap Azman yang kini memelankan motornya hanya di kecepatan dua puluh kilometer per jam saja.


“Yang jelas disana ada sahabatmu itu, dia tadi datang saat kita shalat dzuhur, sudah santai saja biarkan mereka saja lebih dulu, tugas mu ini bukan untuk menyelamatkan orang karena yang jadi tujuan mereka sudah pada meninggal dunia kok semalam.” Ucap Daim.


“Kau ini, selalu saja menjawab dengan penuh teka teki, memangnya apa yang terjadi sampai ada Tim Sar dan Pihak kepolisian sebanyak ini.” Ucap Azman.


“Itu biasa ada pendaki yang tersesat dan masuk jurang, hanya saja jumlahnya lebih dari sepuluh orang, dan sebagian dari mereka sudah meninggal dunia, sedangkan sebagian lagi masih hidup namun belum berhasil ditemukan oleh mereka, biarkan saja mereka berusaha dulu mencarinya, toh juga hanya kau yang bisa menunjukan lokasinya.” Ucap Daim.