
Karena besok Luna libur jadi dia berencana untuk pergi refreshing ke villa yang ada di pegunungan untuk mengurangi rasa stress dan ingin menjernih kan pikiran pikiran nya yang sedang kacau balau.
Sebab saat Al menghubungi nya kemaren pikiran Luna jadi kacau, ia takut dengan keadaan ke depan nya ia belum siap kehilangan sosok Al dalam hidup nya.
Saat kemaren Al jujur jika ia di jodoh kan Luna sudah tidak semangat lagi menjalani hari hati nya.
Padahal dari sebelum Al berangkat Luna sudah tau dengan perjodohan yang orang tua nya siapa kan untuk Al dan ia pun juga sudah memantap kan hati untuk tegar dan menerima semua nya.
Tapi saat Al sendiri yang menyampaikan berita perjodohan tersebut ke diri nya tetap saja ia tidak bisa menerima dengan lapang dada.
Luna pun semakin berpikir jelas tentang perasaan nya ke Al, sejauh apa ia mengharap kan Al dalam hidup nya, dan sebesar apa rasa sayang nya untuk Al.
Padahal dulu ia terkesan cuek dengan perasaan nya sendiri tapi sekarang ia tidak bisa bersikap cuek dan sebagai nya.
Setelah pulang dari kantor Luna langsung bergegas mandi, dan setelah itu ia sudah siap untuk berangkat dan kali ini ia akan bepergian seorang diri tanpa mengajak siapa pun.
Karena tujuan nya hanya untuk menjernih kan pikiran nya saja.
Luna keluar dari apartemen nya, sampai sekarang ia masih tinggal di apartemen nya karena untuk renovasi mansion yang di berikan oleh Al masih membutuh kan waktu agak lama.
Karena mansion tersebut sangat luas belum lagi taman dan tak lupa juga Luna membuat garasi yang sangat luas di samping depan mansion nya.
Tujuan nya adalah agar mobil mewah koleksi Al dapat di pajang di garasi tersebut dan memperindah mansion tersebut.
Tak lupa juga Luna membuat merubah tampilan dari taman belakang ia ingin ada suasana sejuk di mansion tersebut.
Bahkan Luna juga sudah memesan beberapa ayunan untuk mempercantik taman nya tersebut.
Karena bagaimana pun mansion tersebut sudah atas nama nya.
Tapi jika ia putus hubungan dengan Al otomatis ia akan mengembalikan semua nya ke Al.
Tepat saat Luna membuka pintu apartemen nya dua sahabat nya muncul dan masih menggunakan pakaian formal, dapat di lihat dengan jelas jika kedua nya langsung ke apartemen nya setelah pulang kerja.
Dan bukan hanya itu saja tapi Fio dan Sea kompak membawa koper.
Luna heran kenapa mereka sampai ada di apartemen nya padahal sekarang sudah sore dan untuk apa mereka membawa koper ke apartemen nya.
'' Ngapain kalian ke sini ? '' heran Luna
'' Apakah kalian ingin menginap di apartemen gw atau gimana sih, kenapa bawa koper koper segala, biasa nya kan kalian menggunakan barang gw jika menginap di sini '' lanjut Luna
Kedua nya hanya tersenyum dan mengedip kan sebelah mata nya tanpa ber niat untuk menjawab pertanyaan dari Luna
'' Kalian ini pulang lah gw lagi sibuk dan gak bisa ngeladenin keusilan kalian '' kata Luna
'' Kita mau ikut lo '' kata Sea
'' Gw '' kata Luna dengan spontan tangan nya menunjuk diri nya sendiri.
Fio dan Sea kompak mengangguk kan kepala nya.
'' Ais kalian ini kayak jailangkung saja datang tak di undang pulang gak di antar, dan satu lagi kalian tau dari mana kalau gw mau pergi ? '' heran Luna
Karena seingat nya ia tidak pernah memberitahu siapa pun jika ia ingin ke villa yang ada di dekat gunung sana.
Bahkan Keysha dan Naima yang sering bersama di kantor pun tidak Luna beri tahu, tapi kenapa Sea dan Fio yang sibuk dan mempunyai jadwal yang sangat padat bisa mengetahui rencana nya.
Luna pun bingung dengan semua itu, tapi setelah ingat dengan Viktor dan Sean ia tidak heran lagi.
'' Kalian mau kemana ? '' tanya ulang Luna
'' Ya udah deh terserah yuk kita berangkat sekarang nantik keburu malam kalian mau malam malam ada di tengah hutan '' kata Luna mengambil keputusan.
Karena kalau mereka tetap bicara sampai kapan pun tidak ada habis nya.
''Ogah '' jawab ke-dua nya kompak
'' Maka nya ayo buruan dan di antara kalian harus ada yang nyetir '' kata Luna
'' Gw capek '' alasan Fio
Karena Fio bilang capek jadi Luna sengaja menyuruh Sea yang nyetir ia ingin tau seberapa jauh mereka mengetahui rencana nya.
'' Sea lo yang nyetir ya '' ucap Luna
'' Beres lo tidur aja di belakang gw yang nyetir '' jawab Sea
'' Ok '' balas Luna
Sedang kan Fio udah duduk manis di samping pengemudi dia sengaja naik duluan karena takut di suruh nyetir oleh sahabat nya tersebut.
Karena apapun alasan yang ia buat pasti Sea dan Luna sudah tau jika itu hanya akal akalan nya saja.
Di antara ketiga nya Fio yang sangat malas jika di suruh nyetir ia lebih suka menggunakan kan sopir dari pada harus nyetir sendiri.
Mereka berangkat dengan suasana hati yang happy, karena sejak Sea ada urusan kapan hari itu, Viktor dan Sean selalu sibuk, jadi nya Sea dan Fio bebas dan tidak ada yang ngelarang.
Mereka bukan seperti pasangan pada umum nya yang selalu ingin berdua tapi bukan berarti mereka tidak saling mencintai tapi kedua pasangan itu hanya ingin mengerti posisi mereka di mana, dan tidak ingin keegoisan ada di depan.
Sebab Fio dan Sea tau gimana sibuk nya pasangan mereka, yang mereka buruh kan hanya komunikasi satu sama lain itu sudah cukup.
'' Sebaik nya kalian jujur deh tau dari mana kalau gw ingin pergi ? '' paksa Luna
'' Dari Viktor '' jawab Sea
'' Kok bisa tahu ? '' heran Luna
'' Karena tanpa sengaja villa yang lo pesan itu milik Viktor jadi otomatis yang akan menyewa tempat itu harus dapat izin dari dia '' jelas Sea
'' Hah jadi itu milik Viktor tapi kenapa gw gak tau ya, pantesan gw gak bayar dan di kasik gratisan '' jawab Luna
'' Ya gak bayar lah dia takut sama Fio, jika sampai Fio tau Lo harus bayar untuk tinggal di villa tersebut Fio akan murka '' kata Sea
'' Kenapa ? '' bingung Luna
'' Sebab meskipun villa itu punya Viktor tapi villa itu atas nama gw '' jawab Fio
'' Eh gw baru ingat tapi di sana gak angker kan ? '' kata Luna tiba tiba
'' Ya gak lah Luna sayang karena di sana udah ada urusan villa itu '' Fio menjawab
'' Serius amat sih lo Fio gw kan cuma bercanda '' jawab Luna
'' Gw hanya ingat saja kejadian 2 tahun lalu '' jawab Fio
BERSAMBUNG.....
Jangan lupa like koment yang banyak ya
Bye bye