
Selamat malam semua πππ
Maaf ya hari ini up nya telat biasa lagi mode males πππ
Sebelum baca klik tombol favorit nya dong dan jangan lupa ikuti author ya
Terima kasih πππ
Jangan lupa ter senyum dan ber syukur ya sweetie π ππ
Jangan lupa untuk saling menolong dan ber buat baik pada sesama
Dan semoga kalian semua sehat wal afiyat ya dan di jauh kan dari musibah apapun baik itu kecil atau pun musibah yang besar πππ
Dan semoga setiap langkah kita semua menjadi amal untuk kita di kemudian hari ya sweetie Amin
Dan jangan lupa jaga kesehatan juga ya sweetie karena itu sangat penting dan tentu nya sehat itu mahal sweetie
Baik lah sekarang ayo kita lanjut
...π₯π₯π₯π₯π₯...
Sean dan yang lain nya hanya bisa geleng-geleng kepala
Bagaimana tidak mereka bertiga sudah merusak bangunan markas mereka
Luna Fio dan Sea membobol salah satu ruangan yang ada di sana
Padahal di sana ada pintu dan pintu itu tidak di kunci mereka bisa masuk tanpa harus ber susah payah
Tapi entah lah apa yang ada di dalam pikiran mereka
" Ada yang bisa di jelas kan kenapa ini bisa terjadi ? " tanya Al geram pada anak buah
" Maaf tuan kita sudah melarang tapi mereka tetap ingin melakukan uji coba " jelas anak buah nya
" Uji coba apa " tanya Al
" Uji coba alat penghancur itu " kata anak nya dengan menunjuk sebuah alat kecil yang Al desain khusus tapi sangat berbahaya
Alat itu biasa nya di gunakan untuk penghancur dinding dan sebagai nya
Dan hanya di gunakan saat lagi darurat saja
Kelebihan dari alat tersebut tidak memiliki suara, benda nya ringan dan juga alat nya sangat mungil jadi bisa di bawa kemana-mana
Tapi lihat lah apa yang mereka lakukan
" Hem itu bisa yang mereka bobol bukan hanya dinding itu saja melain kan juga faviliun belakang menjadi sasaran mereka dan semua nya sudah hampir hancur " lapor orang tersebut
" Ya ampun apa yang ada di benak mereka " frustasi Sean
" Aku jadi berpikir ulang jika ingin mempertemukan mereka kembali " kata Al tak kalah frustasi
" Bagaimana bisa mereka memegang alat alat itu padahal semua alat kita berada dalam ruangan semua dan tidak sembarang orang uang bisa masuk " kata Viktor
" Apa dengan begitu mereka tidak bisa masuk ber pikir lah mana ada yang berani menantang perintah mereka apakah kamu udah lupa sebelum kita masuk kita sendiri yang membebaskan mereka " jelas Sean jengkel dengan Viktor
Di dalam ke adaan seperti ini Viktor masih ingin bercanda padahal diri nya juga tau tentang itu semua
" Aku hanya tidak ingin kalian setres memikirkan mereka " kata Viktor cengengesan
" Apakah mereka masih ada di faviliun belakang " tanya Al
" Tidak tuan karena untuk saat ini tidak ad yang berani untuk pergi ke faviliun karena faviliun itu sudah setengah roboh " jelas nya lagi
" Dasar payah kau tadi bilang sudah hampir hancur tapi sekarang kau bilang sudah roboh " kesel Viktor
Karena jika sudah ada bagian yang roboh berarti kerusakan yang mereka ciptakan sangat parah
Mendengar itu Sean dan Al hanya membuang nafas nya dengan kasar
" Terus dimana mereka sekarang ? " tanya Al
" Ada di ruang latihan "
Dan setelah itu Al dan yang lain nya pergi ke ruang latihan
Dan mereka dapat melihat dengan jelas jika hanya Luna yang berlatih sedang kan Sea dan Fio sedang memakan cemilan
Dan Al sangat kagum dengan kemampuan memanah nya Luna terlihat sangat sangat profesional
Dan jika di lihat dari cara nya Luna memanah Al dapat melihat dengan jelas itu adalah posisi profesional dan siapa pun yang mampu dengan posisi itu berarti mereka sudah menguasai beberapa alat senjata lain nya
Sean dan Viktor langsung menuju ke pasangan masing-masing sedang kan Al masih tetap berada di posisi nya
Dan Al ingin mencoba seberapa jauh Luna menguasai alat itu
Tanpa suara Al meminta sebuah apel ke anak buah nya
Dalam hitungan detik Al langsung melempar tiga apel tersebut dengan jeda 10 detik
Dengan begitu Luna masih memiliki 10 detik untuk memanah apel yang ke dua dan yang ke tiga.
Dan Luna berhasil melewati itu semua
Dan Luna baru sadar jika yang melempar itu adalah suami nya sendiri
Dan detik berikut nya Luna langsung melempar alat panah tersebut ke salah satu anak buah nya sedang kan ia sendiri langsung berlari ke arah dan dan langsung berteriak dengan sangat keras
" Sayang tanggap aku "
Dengan sigap Al menangkap nya dan langsung membawa Luna berputar putar
Dan setelah itu mereka tertawa bersama
Mereka sampai tidak sadar jika ada yang merasa terhimpit dengan ulah mereka apa lagi jika bukan janin yang ada di dalam kandungan Luna
Tapi Al dan Luna tidak peduli dengan itu yang terpenting Luna tidak merasa kesakitan itu lah kunci nya
Fio dan Sea yang melihat itu jadi meringis sendiri tapi tidak dengan Luna
Karena memang benar jika Luna tidak merasakan apa-apa ia malah merasa happy dengan apa yang ia lakukan bersama dengan Al suami tercinta nya
Luna sengaja berlatih karena ingin menghilangkan pikiran nya yang sedang kacau
Meski pun ia dan Al tidak sedarah tapi masa lalu orang tua mereka terhubung
Dan yang Luna takut kan saat ini adalah reaksi ayah nya Al
" Bagaimana reaksi nya jika ayah nya Al mengetahui siapa dirinya "
" Adakah kemungkinan besar ayah mertua nya itu akan menerima diri nya sebagai menantu di dalam keluarga nya "
Dan masih banyak lagi pertanyaan yang Luna simpan sendiri
Tidak ada yang bisa menjawab semua pertanyaan nya hanya waktu yang akan bisa menjawab semua.
Meskipun Luna tidak terlalu suka dengan ayah mertua nya tersebut tapi Luna juga ingin akur dengan yang nama nya mertua
Luna tidak ingin pernikahan nya dengan Al ada yang menentang Luna ingin semua nya berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun karena selama ini ia sudah merasa cukup dengan permasalahan yang ada
Saat ini Luna hanya ingin menjalani hari hari nya dengan santai dan tenang
BERSAMBUNGβ¦
Jangan lupa like koment vote dan klik favorit nya agar tidak ketinggalan cerita nya
Dan jangan lupa rate bintang 5 yes πππ
Gift author juga ya π π π
Untuk bab selanjut nya di mohon untuk ber sabar πππ
Untuk chapter selanjutnya, harap bersabar dan jangan lupa mampir ke karya author yang lain nya oke yang ber judul '' HADIAH SUAMI DARI AYAH πππ
Bye bye semua ππ