
Malam semakin larut dan tanpa di duga Al malah ada pergi di saat malam pernikahan mereka entah apa yang menyebabkan Al pergi begitu saja dan tak dapat di pungkiri Luna merasa kecewa dengan hak tersebut tapi ia bisa apa
Sedang kan Luna hanya mencoba yang yang terbaik untuk menutupi semua kecewa nya dengan tingkah lalu dewasa
Sudah dua hari Al pergi dan yang paling menyakiti hati nya adalah saat Al berkata dengan tenang nya jika ia akan pulang bersama dengan Raisa teman masa kecil nya
'' Jadi Al pergi hanya untuk menemui Raisa ? '' kata Luna dan tanpa sadar ada setetes air mata yang jatuh dari pelupuk mata nya
'' Aku tak menyangka kau bisa se tega itu Al setidak nya pikir kan perasaan ku sekarang aku adalah istri mu bukan partner ranjang mu lagi meski pun aku selalu bilang '' aku gak papa '' bukan berarti kamu se enak nya gini aku juga punya hati Al '' lanjut Luna dengan tangis yang begitu memilukan
'' Se harus nya aku sadar diri tidak mungkin aku memiliki Al se utuh nya baik lah mulai saat ini aku tidak akan ber gantung pada mu lagi, dan mulai detik ini aku akan selalu mengutamakan otak saat berpikir tentang mu '' tekat Luna
Bukan tanpa alasan Luna ber sikap begitu karena menurut laporan anak buah nya Al pergi untuk menemui Raisa yang sedang berada di negara tersebut dan anak buah juga bilang saat malam pernikahan mereka Al pergi untuk menemani Raisa karena ia merasa ke takutkan maka nya Al pergi karena menurut Al Luna bisa mengatasi semua nya tapi tidak dengan Raisa yang memang manja dan penakut saat masih kecil
Sedang kan Al saat ini sudah berada di perjalanan untuk pergi ke kantor nya bersama dengan Raisa tidak ada kecanggungan di antara ke dua nya bahkan Al tak mempermasalahkan Raisa yang sedari tadi memegangi lengan nya
'' Raisa saat aku kerja kamu mau ke luar apa mau nunggu di ruangan ku saja ? '' tanya Al lembut
Karena bagi Al Raisa adalah sosok adik yang harus di lindungi tidak ada perasaan istimewa untuk nya tapi ber beda dengan apa yang di rasa oleh Raisa
Al sangat tahu dengan perasaan Raisa untuk nya tapi ia tampak karena apapun yang terjadi Raisa akan tetap menjadi sosok adik dan juga sahabat untuk nya
Tapi Al tidak tahu dengan cara dia memperlakukan Raisa seperti itu
Itu malah bikin Raisa tambah ingin memiliki Al
'' Tidak akan aku biar kan seseorang akan memiliki mu Al karena kamu hanya milik ku '' batin Raisa
Bahkan saat Raisa datang Al secara khusus menyiapkan tempat tinggal untuk nya tak tanggung-tanggung Al memberikan apartemen mewah untuk Raisa
Saat ini Al dan Raisa sudah berada di parkiran dan tanpa sungkan ke dua nya berjalan beriringan dengan Raisa yang mengait lengan Al
Dan dengan itu para karyawan di buat heboh karena saat ini hubungan Al dan Luna lah yang menjadi trending topik
Meski pun Al dan Luna tidak memperjelas hubungan nya tapi semua karyawan bisa melihat ada sesuatu di antara mereka
Tapi setelah melihat adegan barusan semua karyawan jadi tambah gencar untuk ber gosip dan sayup-sayup Luna pun mendengar meski pun tidak terlalu jelas
Saat ini Luna juga sudah berada di kantor dan hati nya tiba-tiba sesak saat mendengar itu meski pun ia tidak tau pasti
Tapi melihat kehebohan para karyawan Luna menangkap bahwa Al sudah membawa Raisa ke kantor ini dan feeling nya berkata saat ini mereka sedang berada di dalam ruangan nya Al
'' Tuhan kuat kan aku jangan biar kan ini berakibat pada janin yang ada di dalam kandungan ku '' batin Luna menangis
Apakah Luna hamil ?
Jawaban nya adalah iya
Saat Luna menangisi nasib nya yang di tinggal oleh Al di malam pernikahan nya Luna tiba tiba pingsan untung saat itu ada Fio
Setelah di bawa ke rumah sakit ternyata Luna di nyatakan positif tapi Luna meminta Fio untuk merahasiakan nya untuk saat ini karena ia ingin memberi kejutan untuk Al tapi percayalah itu hanya Alibi Luna
Karena sesungguhnya Luna memang tidak ingin memberitahu hal tersebut untuk Al
Luna tidak ingin di kasihani apalagi memanfaat momen tersebut untuk menahan Al
Itu lah yang Luna pikiran saat ini
Luna hanya ingin yang terbaik untuk ke depan nya
'' Baik lah kamu kuat Luna '' gumam Luna.
Setelah itu ia berjalan ke ruangan nya sendiri tanpa mempedulikan tatapan para karyawan
Luna berulang kali menarik nafas agar ia tenang tenang dan tenang
'' Mungkin karena hormon hamil aku jadi sensi begini sabar Luna sabar senyum dan terlihatlah baik baik saja pada semua nya '' kata Luna pada diri nya sendiri
Sedang kan yang berada di ruangan nya sedang menunggu kehadiran istri nya tapi tak kunjung datang
'' Kemana dia ? '' batin Al
Luna tiba di ruangan nya dan ia dapat melihat jika Al sedang berbicara dengan se orang perempuan muda dan cantik dan Luna tau jika itu adalah Raisa tapi ia mencoba cuek
Dan karena tidak ingin melihat keromantisan suami nya bersama dengan perempuan lain Luna berinisiatif untuk mengaktifkan tabir di ruangan sendiri
Dengan begitu tidak akan ada yang dapat melihat apa yang akan di lakukan oleh nya
Dan hal pertama yang Luna lakukan adalah mengambil surat pengajuan cuti nya yang sudah ia siap kan jauh jauh hari saat mendengar perjodohan Al yang dilakukan oleh ayah nya dan mungkin inilah saat nya ia gunakan
'' Aku bukan ingin menghindari masalah tapi aku butuh waktu sendiri buat nenangin diri '' gumam Luna
Sedang kan Al baru sadar jika Luna sudah tiba dan ia bergegas untuk menemui Luna tapi kalah cepat karena Luna sudah berada di depan ruangan nya
Tok tok tok
'' Masuk '' jawab Al
Luna berjalan dengan santai dengan membawa beberapa berkas yang harus Al tandatangani dengan segera
'' Presdir saya butuh tandatangan anda karena dokumen ini sangat di butuh kan untuk hari ini '' kata Luna to the poin
'' Baik lah taruk saja '' kata Al
'' Maaf Presdir tapi dokumen ini sangat di butuh kan detik ini juga '' kata Luna
Dan Raisa yang melihat itu jadi geram
Karena Raisa dapat melihat tatapan kagum dari Al
'' Hey kamu pergilah jangan ganggu kakak ku '' bentak Raisa
Dan Luna pura pura tuli dengan itu
'' Silahkan Presdir '' kata Luna
Karena tidak ingin ada kegaduhan akhir nya Al menandatangani semua dokumen tersebut tanpa melihat isi nya
Karena Al sudah sangat percaya ke Luna