Nyonya Sensasional

Nyonya Sensasional
BAB 63


Saat ini sunyi di manor.


Huo Qingyuan duduk bersila di sofa


dengan sekantong keripik kentang di


tangan, terus menatap TV LCD besar didinding


Sebuah drama kostum dimana Yan Jinyi tampil sebagai bintang tamu sedang diputar di layar.


'Kapan Yan Jinyi menjadi begitu luar


biasa sehingga bahkan anak manja dari


keluarga kaya seperti Zhao Xinchen


takut padanya?'


'Apakah Kakak Kedua tahu tentang ini?'


'Apakah wanita itu berpura-pura


menjadi pengecut dan pemalu di masalalu?'


'Apa motifnya?'


Beberapa pikiran mengalir di benak


Huo Qingyuan.


Dia telah mendapatkan kesan baru


tentang Yan Jinyi hari ini.Terutama ketika Yan finyi memukul


Zhao Xinyue dan mengucapkan


kata-kata itu padanya, dia


memperlakukannya sebagai anggota


keluarganya..


Ketika Huo Zihang kembali ke rumah,


dia melihat Huo Qingyuan duduk di


sofa dengan rambut diikat menjadi


sanggul.


"Huo Qingyuan, apa kau mencoba menakut-nakuti Kakakmu sendiri sampai mati?"


Huo Qingyuan memelototinya dan


mengambil remote control untuk menyalakan semua lampu di ruang tamu.


"Kakak Ketiga, di mana Yan Jinyi?"


"Bagaimana aku bisa tahu? Aku baru


saja akan bertanya apakah dia pergi ke


kampusmu hari ini untuk memukuli


seseorang."


Huo Qingyuan mengangkat alisnya dan menatap Huo Zihang dengan heran.


"Bagaimana kau tahu?"


'Apa lagi yang akan dilakukan Yan Jinyi


selain berkelahi dan mencaci oranglain?'


Fakta bahwa Huo Qingyuan aman di


rumah berarti Yan Jinyi pasti telah


menunjukkan kehebatannya di kampus Huo Qingyuan!


"Katakan padaku, apa yang dilakukan


Yan Jinyi?"


Melemparkan sekantong keripik di


tangannya ke sofa, Huo Qingyuan


berlari tanpa alas kaki ke arah Huo


Zihang dan mengeluh, "Kakak Ketiga,


aku dipukul oleh Yan Jinyi! Tidak hanya


wanita itu memukul Zhao Xinyue, dia


bahkan berani memukulku dengan


kemoceng!"


"Yan Jinyi memukulmu dengan kemoceng?"


Huo Zihang melebarkan matanya yang


berbentuk bunga persik dan bertanya,


"Apa kau serius?"


Khawatir Huo Zihang tidak akan


mempercayainya, Huo Qingyuan


menunjukkan tanda di sisi


pinggangnya. "Kakak Ketiga, wanita


itu benar-benar memukuliku di depan


Zhao Xinyue sialan itu!"


akan marah dan segera menelepon


Yan Jinyi untuk pulang agar dia bisa


membalas dendam padanya, tetapi


pada akhirnya...


"Bagus, kau pantas dipukul!"


'Sepertinya Yan Jinyi tidak bias


terhadap perempuan ataupun laki-laki.


Dia juga memukul Huo Qingyuan


karena kesalahannya.'


Huo Zihang merasa jauh lebih nyaman.


Huo Qingyuan menatap Huo Zihang


dengan tidak percaya.'Kakak Ketiga, apa kau sudah gila?'


Tiba-tiba, suara Zhang Guoquan


terdengar di pintu."Nyonya Muda Kedua, kau kembali!"


Keduanya berbalik serentak dan


melihat Yan Jinyi masuk dengan dua


gelas teh susu.


Dia mengenakan cheongsam putih


yang menonjolkan sosok rampingnya,


ditambah dengan sepasang sepatu hak


tinggi di kakinya yang mengeluarkan


suara tajam saat dia menginjak lantai.Yan Jinyi tampak sangat tenang dan anggun. Tidak ada yang


akan membayangkan betapa


menakutkannya wanita itu sebenarnya.


"Yan..." Begitu Huo Zihang berbicara,


dia melihat tatapan berbahaya di mata


Yan Jinyi dan dengan cepat mengoreksi


dirinya sendiri, "Kakak Ipar Kedua."


Huo Qingyuan memandang Huo Zihang


dengan heran dan bertanya-tanya,


'Sejak kapan Kakak Ketiga menjadi


begitu pengecut?'


"Anak baik, aku akan menghadiahimu


dengan teh susu."


Yan Jinyi tersenyum, hal yang jarang


dia lakukan, dan memberikan teh susukepada Huo Zihang. Dia kemudian


berbalik untuk melihat Huo Qingyuan.


Huo Qingyuan berdiri di depan


sofa dan menatap Yan Jinyi, tidak


merendahkan atau sombong.Setelah sekian lama, Huo Qingyuan akhirnya mendengus dan membuang muka.


"Nona Huo, sepertinya kau belum


dipukuli cukup parah?"


Mengingat apa yang terjadi pada hari


itu, Huo Qingyuan menggigil dan


berseru, "Jangan berpikir aku akan


berterima kasih kepadamu karena telah membantuku memukuli Zhao Xinyue!"


"Kau salah. Aku memukuli gadis itu


murni karena dia menyinggungku,"


kata Yan Jinyi dengan senyum


menghina. Dia melanjutkan,


"Menbantumu memukulinya? Huo


Qingyuan, apa menurutmu kau pantas


mendapatkan bantuanku?"


"....."


Huo Qingyuan entah bagaimana merasa bahwa dia telah diremehkan dan dipermalukan oleh Yan Jinyi.


"Kali ini kecelakaan. Lain kali, aku pasti


akan menghajarnya!"


"Lain kali? Apa kau ingin aku langsung


pergi ke sekolah untuk mengambil mayatmu?"