Nyonya Sensasional

Nyonya Sensasional
BAB 108


Mendengar kata-kata Yan Jinyi, Mu


Mu mengerucutkan bibirnya dan air


mata mengalir di matanya. "Mama Yan,


ada apa denganmu? Kau tiba-tiba jadi


galak!"


Yan Jinyi yang paling ditakuti oleh


hal-hal lembut dan lemah seperti anak-anak!


Saling menyatukan kedua tangannya,


Yan Jinyi berkata, "Tolong berhenti


memanggilku Mama Yan. Panggil aku


'Kakak, 'Kakak Cantik'!"


"Tapi kau Mama Yan!"


Melihat ini, Tan Sagsang menarik Mu


Mu ke samping dan menatap Yan Jinyi


dengan bingung. "Jinyi, kau mengakui


Mu Mu sebagai anak baptismu saat aku


melahirkannya."


'Anak bodoh ini adalah putra Tan


Sangsang?'


Tertegun, Yan Jinyi dengan hati-hati


mencoba mengingat beberapa kenangan yang bersangkutan.Sepertinya ada hal seperti itu.Namun, Yan Jinyi tidak tahu siapa ayah anak itu.


"Kau... aku mengajakmu bertemu.


Kenapa kau membawa anakmu?"


"Mu Mu merengek padaku untuk


mengajaknya ketika dia mendengar


bahwa aku akan bertemu denganmu.


Jinyi, ada apa denganmu? Kau dulu


berharap bisa membawa pulang Mu


Mu setiap kali kau bertemu dengannya di masa lalu."


'Kenapa aku melakukan hal bodoh seperti itu?'


Yan Jinyi tanpa sadar bergerak mundur


dan menatap Tan Sangsang dengan


tegas. "Apa kau pernah mewawancarai


Tang Qing sebelumnya?"


"Ya, kenapa?"


Yan Jinyi tiba-tiba menyeringai


dan mengulurkan tangan untuk


meletakkan tangan di bahu Tan


Sangsang.


"Aku ingat kau secara tidak


sengaja menemukan beberapa bukti


yang memberatkannya. Kenapa kau


tidak membagikannya denganku?"


Tan Sangsang menatap Yan Jinyi lama


dan menyadari bahwa wanita di


depannya ini benar-benar telah banyak


berubah.


Tan Sangsang telah melihat video wawancara baru-baru ini dan menebak bahwa Yan Jinyi akanmenemuinya.


Tatapan Tan Sangsang tiba-tiba


menjadi rumit. "Jinyi, kau dan Huo Zihang..."


"Iya?"


"Aku tidak pernah melihat Huo


Zihang terlibat dalam skandal apapun belakangan ini. Dia pasti sangat


mencintaimu, kan?"


'Huo Zihang mencintaiku?'


'Siapa yang memberimu ilusi bahwa


Huo Zihang bisa memenangkan


hatiku?'


hubunganmu dengan Huo Zihang?"


"...."


Ilusi macam apa yang telah kuberikan


pada Tan Sangsang untuk membuatnya


berpikir bahwa Huo Zihang dan aku


sedang menjalin hubungan?


"Apa kau ingin tahu tentang apa yang


telah aku lakukan selama beberapa bulan terakhir setelah aku tiba-tiba menghilang?" Yan Jinyi bertanya


dengan lembut.


Tan Sangsang mengangguk. "Mu


Mu dan aku sama-sama sangat


mengkhawatirkanmu."


"Sebenarnya, aku Sudah menikah."


"Menikah?"Tan Sangsang membelalakkan matanya


karena terkejut.


"Kedua orang tuamu


sudah meninggal. Pertunanganmu


seharusnya dibatalkan!"


"Tidak. Aku masih menikahi pria anjing itu pada akhirnya."


'Pria anjing'


"Apa hubungannya itu dengan CE0


Tang Corporation? Jinyi, aku tidak


mengatakan bahwa aku tidak akan


memberimu informasi orang dalam,


melainkan, Tang Qing benar-benar


jahat, jangan main-main dengannya."


Saat menyebutkan itu, Yan Jinyi


menjadi marah lagi. "Sialan, haruskah


aku menelan harga diriku dan tidak


marah setelah dikritik oleh Tang Qing


tanpa alasan?"


Tan Sangsang semakin bingung. "Kapan Tang Qing mengkritikmu?"


"Dia menyebutku anak dusun yang


diberkahi dengan baik tapi tidak


berotak! Sial! Dia bisa berkata begitu


jika dia cemburu karena dadaku lebih


berisi darinya. Jadi bagaimana jika


dia dulunya seorang Triad? Apakah


dia benar-benar berpikir semua orang


takut padanya?"


Setelah mendengar kata-kata Yan Jinyi,


Tan Sangsang mulai merasa sahabatnya semakin tidak bisa dikenali.


Tan Sangsang menduga bahwa


Yan Jinyi pasti telah disakiti oleh


orang-orang di suatu tempat.


"Jinyi, kapan Tuan Tang mengkritikmu,kau..."


Tiba-tiba teringat sesuatu, pupil Tan


Sangsang membesar dan dia menatap


Yan Jinyi dengan mata terbuka lebar.


"Ya Tuhan! Apa kau Nyonya Muda Kedua Huo?"


Yan Jinyi bertanya dengan alis


terangkat, "Apa kau punya pendapat?"


"Sungguh?Apakah ini nyata?"Tan Sangsang merasa seolah-olah dia


telah mendengar rahasia besar saat ini.


"Apa kau benar-benar tidak bercanda?"


"Apakah menyenangkan untuk menggodamu?"