Nyonya Sensasional

Nyonya Sensasional
BAB 38


Mendengar suara pecahan kaca,


Huo Qingyuan menjerit gelisah dan


memelototi Yan Jinyi dengan kebencian


di matanya.


"Yan Jinyi, dasar wanita gila, apa


yang kau lakukan!? Koper itu berisi


produk perawatan kulit buatanku


yang bernilai jutaan yuan. Bisakah orang miskin sepertimu mampu membayarnya?"


"Bahkan produk kosnmetik terbaik


pun tidak bisa mengubah keburukan


di bawah kulitmu," sergah Yan Jinyi,


memperlihatkan auranya yang


mendominasi.


Dia berjalan menaiki tangga dan menatap Huo Qingyuan


dari atas.


"Karena aku masih Nyonya


Muda kedua dari Keluarga Huo, itu


adalah tugasku untuk membersihkan


sampah yang akan merusak


kebanggaan keluarga."


'Sampah?Wanita ini menyebutku sampah!'


Wajah halus Huo Qingyuan memerah


karena amarah, dan buku-bukujarinya muncul dengan keras saat dia


mengepalkan tinjunya.


"Saat aku bertengkar, pria pun akan


takut padaku. Jangan berpikir bahwa aku tidak akan berani memukulmu hanya karena kau adalah istri Kakakku."


Yan Jinyi tertawa terbahak-bahak


seolah dia telah mendengar lelucon


terbesar yang pernah ada.


Menatap Huo Qingyuan dengan jijik di matanya, dia berkata, "Kau sudah seperti anak nakal yang sulit diatur di usia 19 tahun. Apa yang akan terjadi denganmu ketika kau bertambah tua?"


Yan Jinyi kemudian menatap kepala


pelayan yang berdiri di luar pintu karena tidak berani masuk.


"Paman Zhang, awasi Huo Qingyuan


dan suruh dia menyalin 'Nasihat


untuk Wanita' sepuluh kali. Dia


tidak akan makan sampai dia selesai menyalinnya."


Kepala pelayan itu segera mengangguk.Menatap dengan mata terbelalak ke kepala pelayan yang berjalan ke arahnya, Huo Qingyuan memandang Yan Jinyi yang menyenandungkan lagu sambil berjalan ke atas.


"Paman Zhang,


siapa tuan dari keluarga ini?"


Khawatir bahwa Huo Qingyuan akan


membuat marah Nyonya Muda Kedua


lebih jauh, kepala pelayan buru-buru


menarik tangan Huo Qingyuan dan berkata,


"Nona Huo, salin saja karena Nyonya Muda Kedua menginginkanmu


melakukannya. Dengarkan aku, atau kau yang akan kalah." Kata kepala pelayan sambil mendorong


Huo Qingyuan menuju ruang belajar.


Dia bahkan dengan serius menyiapkan


beberapa kertas dan pena untuknya,


setelah itu dia menggunakan komputeruntuk mencari tulisan asli dari 'Nasihatuntuk Wanita'.


"Masih ada lebih dari dua jam sebelum


jam makan malam. Menyalinnya


sepuluh kali tidaklah banyak. Jika kau


fokus melakukannya, kau akan segera


menyelesaikannya."


Zhang Guoquan telah menjadi kepala


pelayan Keluarga Huo selama lebih dari


pelayan yang berwibawa dan tidak


pernah memihak yang telah menjaga


segalanya agar tetap teratur.


Kenapa dia tiba-tiba...


"Paman Zhang, apa kau diancam


oleh Yan Jinyi? Bagaimana dia mengancammu? Beri tahu aku danaku akan membantumu membalas dendam!"


Yan Jinyi menghormati orang tua dan


menyayangi anak-anak.


Namun, wanita itu pemarah danbenar-benar tak tertahankan karena dia akan memukul orang lain


sepanjang waktu!


Memegang kertas dan pulpen dengan


tangan gemetar, Zhang Guoquan


berkata, "Nyonya Muda Kedua adalah


orang yang cukup baik. Lakukan saja


apa yang dia perintahkan. Karena dia


ingin kau menyalin ini, lakukan dengan


cepat, jangan sampai kau mendapatmasalah."


Huo Qingyuan menolak untuk


menyerah.Terlihat kesal, dia bertanya, "Manfaat apa yang dia berikan padamu? Aku adalah putri dari Keluarga Huo


sementara dia, Yan Jinyi, hanyalah


orang luar yang tidak ingin diakui oleh


keluarga Huo kita. Apa dia benar-benar


berpikir dia bisa melakukan apapun


yang dia inginkan hanya karena dia


menikah dengan Kakak Keduaku?"


"Nona, itu..."


"Cukup, aku belum pernah


dipermalukan seperti ini sebelumnya.


Siapa dia berani menyuruhku menyalin 'Nasihat untuk Wanita'?"


Zhang Guoquan hendak mengatakan


sesuatu ketika Yan Jinyi tiba-tiba


muncul di pintu.


Dia telah mengganti pakaiannya


dengan gaun yang dibuat dengan


halus, dan sekarang bersandar malas


ke kusen pintu, dengan tusuk gigi di


mulutnya.


Meskipun Yan Jinyi berpakaian sopan,


dia memberikan kesan gangster.


"Paman Zhang, jangan repot-repot


membuang-buang napas untuknya.


Aku sudah mengatakan bahwa dia


tidak akan makan malam sampai dia


selesai menyalinnya. Karena dia tidak


mau makan, biarkan saja."


Zhang Guoquan menatap Huo


Qingyuan dan melihatnya memelototi


Yan Jinyi dengan ekspresi kesal.


Sambil menggelengkan kepalanya, kepala pelayan keluar dari ruang kerja.


Huo Qingyuan telah dihujani cinta


dan dimanjakan oleh keluarganya


sejak dia masih kecil dan memang


sedikit pemarah. Zhang Guoquan


berpikir bahwa Yan Jinyi mungkin bisa


mendisiplinkannya dan membuatnyaberubah.