
Yan Jingyi bertengkar dengan seseorang lagi?
Melihat pelayan itu, Huo Zihang bertanya, "Dengan siapa dia bertengkar?"
"Zhao Xinchen dari Hengyuan Real Estate."
Banci itu!
Huo Zihang segera mulai menyeringai lebar karena gembira. 'Baiklah. Pemalas itu ingin menjadi bagian dari lingkaran pergaulanku, dia terlihat sopan dan berbudi terhadapku di permukaan. Namun, dia sering mengkritikku secara pribadi.'
'Surga telah melakukan keadilan. Dia pasti dipukuli sampai babak belur oleh Kakak iparku.'
"Kenapa? Apa wanita itu berseteru dengan Tuan Muda Ketiga Huo? Dia terlihat sangat senang." Kata salah satu anak orang kaya menggoda sambil duduk di seberangnya.
Huo Zihang mengangkat alisnya dan bertanya, "Sejak kapan aku pernah berseteru dengan seorang wanita? Aku sangat senang mendengar Zhao Xinchen dimarahi dan dipukuli."
Putra orang kaya itu tidak berpikir begitu. "Zhao Xinchen memiliki banyak koneksi di lingkaran ini juga, dan mereka semua saling memperhatikan. Bagaimana mereka bisa meninggalkan Zhao Xinchen dalam kesulitan setelah melihat dia dipukuli? Apalagi, dia dipukuli oleh seorang wanita."
Huo Zihang mendengus dengan dingin.
'Perkumpulan yang bodoh. Bagaimana Yan Jinyi bisa dibandingkan dengan wanita biasa?'
'Dia anggota Keluarga Huo, dia kakak ipar keduaku!'
"Tapi, aku penasaran dengan wanita yang berani bertarung dengan Zhao Xinchen. Dia pasti putri dari keluarga kaya, kan?"
Bagaimana orang biasa berani menyinggung putra pemilik Hengyuan Real Estate!? Dengan ekspresi misterius.
Huo Zihang berkata. "Karena kau penasaran, coba lihat dan kau akan tahu."
Mereka berbondong-bondong menuju koridor lantai dua dan menjulurkan Iecher mereka untuk melihat pemandangan spektakuler di lantai bawah.
Wanita muda yang mengenakan pakaian keren duduk di sofa dengan botol anggur kosong, dan memerintah Zhao Xinchen.
Putra orang kaya, Zhao Xinchen, yang biasanya sombong dan mendominasi, berlurut di depan wanita itu dan gemetar sambil memegang sepiring apel yang sudah dikupas dengan kedua tangan.
"Sial! Apa aku buta? Kapan Zhao Xinchen pernah melayani orang lain?"
"Siapa wanita cantik itu? Dia rerlihat sangat seksi, dia tipeku."
Begitu pria itu berbicara, dia merasa seolah olah seseorang sedang memelotorinya, menyebabkan dia merasakan hawa dingin di tulang punggungnya.
Huo Zihang tiba-riba menyadari teman masa kecilnya merusak pemandangan.
'Jika ada yang menyukainya, itu pasti aku! Ini tidak ada hubungannya dengan orang-orang aneh ini!'
'Mereka harus melihat diri mereka sendiri di cermin sebelum mendambakan wanita dari Keluarga Huo.'
Zhao Xinchen tidak menyangka wanita seksi dan cantik ini memiliki kepribadian yang bersemangat,terutama kemampuannya yang tinggi dalam seni bela diri.
Dia seperti anggora tim operasi khusus. Tidak pernah dalam hidupnya Zhao Xinchen pernah dipukuli begiru kejam.
"Kenapa kau menggigil? Apa kau mengalami scrangan epilepsi?" Yan Jinyi menegur saat dia akan mengambil sepotong apel ketika dia melihat piring itu bergetar.
Dahi Zhao Xinchen berkeringat. Dia juga tidak ingin menggigil tapi punggungnya sakit!
Sss..
"Aku lapar."
Zhan Xinchen segera melirik salah salu bawahannya dan berseru, "Cepat dan pergi!"
Huo Zihang melihat semuanya dan diam-diam mengeluarkan ponselnya untuk merekam video, yang kemudian dia kirim.
______
Di Amerika, Huo Xishen baru saja mengakhiri kanferensi video, Sepertinya dia harus menunda rencananya untuk kembali ke negara asalnya.
Dia bersandar di sofa dengan lembut dan mengangkat langannya untuk menjepit balang hidungnya yang lurus dan tinggi.
Tiha-tiha, nada notifikasi WeChat terdengar. Setelah cukup lama, Huo Xishen mengangkat ponselnya dan membuka pesan itu.
"Kakak Kedua, istrimu luar biasa! Dia bahkan menaklukkan Zhao Xinchen, si banci itu!"
Dia membuka video dan memutarnya sekali. Huo Xishen lidak hisa berkata-kala.
'Sangat kasar.'
_______
Di ujung koridor di lantai dua, Cheng Ruoxue menyimpan ponselnya dan menyerahkannya kepada agennya dengan puas.
"Wanita ini benar-benar penıberani. Ekspos masalah ini ke media."
"Jangan khawatir, serahkan padaku. Tuan Wang sedang menunggunu di dalan, masuklah dulu."
Cheng Ruoxue mengerutkan kening setelah mendengar kata-katanya.
Dia melihat Huo Zihang. Pria itu bukan satu-satunya putra Keluarga Huo.
Memikirkan hal ini, Cheng Ruoxue tersenyum dan berpikir, 'Aku akan mengurus jalang itu dulu.'
✨✨✨✨✨
Sebenarnya aku takut kalo novel terjemahan ini dihapus sama pihak NT
Banyak novel terjemahan di NT yang dihapus
Karna di NT itu kalo buat novel itu harusnya yang orisinil kan
Tapi aku buat novel terjemahan
Tadi aku liat novel terjemahan yang aku baca di NT,ternyata novel itu dihapus.
Kalo nggak dikontrak nggak dihapus kalik ya
Yah,sebenarnya juga nggak papa sih dihapus juga
Cuman...
Yang udah baca gimana